Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sulawesi Selatan 2018


Berikut ini adalah daftar nama peserta seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM yang lulus seleksi Administrasi. Langkah selanjutnya adalah mengikuti ketentuan berikut ini:

A. Peserta yang dinyatakan LULUS Seleksi Administrasi dengan mempertimbangkan
kesesuaian data, dokumen unggah atau dokumen yang dikirimkan melalui PO. Box,
adalah sebagaimana daftar terlampir. Bagi peserta yang dinyatakan lulus wajib
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1. Formasi umum, khusus cumlaude, khusus putra/i Papua dan Papua Barat
dengan kualifikasi Pendidikan Magister, Dokter, Perawat, Sarjana, Diploma IV dan
Diploma III:
a. Mencetak Kartu Peserta Ujian pada tanggal 22 Oktober s.d. 25 Oktober 2018
melalui laman https://sscn.bkn.go.id;
b. Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di provinsi sesuai dengan yang
telah dipilih pada portal SSCN dengan rentang waktu mulai tanggal 26 Oktober
s.d 28 Oktober 2018 (jadwal lengkap akan diumumkan kemudian);
c. Pakaian pada saat pelaksanaan SKD : memakai kemeja putih tanpa corak,
celana panjang hitam, mengenakan pita biru di lengan kanan (ditempel peniti),
sepatu pantofel (rapi dan sopan). Bagi peserta yang menggunakan jilbab warna
hitam polos;
d. Peserta wajib membawa :
– Kartu Peserta Ujian.
– KTP/ Surat Keterangan Perekaman Kependudukan.
e. Peserta wajib hadir 90 menit sebelum pelaksanaan dimulai;
f. Bagi peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mampu mengikuti tahapan seleksi
dengan alasan apapun pada waktu dan tempat yang ditetapkan, maka
dinyatakan gugur;
g. Bagi peserta dan para pengantar tidak diperkenankan untuk memarkir
kendaraan roda empat dan roda dua didalam lingkungan tempat pelaksanaan
seleksi;
h. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang
menjanjikan kelulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan
tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia;
i. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi
tangung jawab pendaftar/peserta.
j. Keputusan Panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat;
2. Formasi khusus penyandang disabilitas pada jenjang Pendidikan Sarjana dan
Diploma III, wajib melakukan verifikasi kriteria/jenis disabilitas dengan jadwal dan
tempat pelaksanaan sebagaimana lampiran pengumuman ini, dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Membawa:
– Surat keterangan dokter pemerintah (asli) tentang kriteria/ jenis disabilitas
yang disandang;
– Lembar bukti pendaftaran SSCN.
b. Bagi peserta yang telah dinyatakan sesuai dengan kriteria/ jenis disabilitas
sesuai yang dipersyaratkan akan mendapatkan Kartu Peserta Ujian;
c. Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di provinsi sesuai dengan yang
telah dipilih pada portal SSCN dengan rentang waktu mulai tanggal 26 Oktober
s.d 28 Oktober 2018 (jadwal lengkap akan diumumkan kemudian);
d. Pakaian pada saat pelaksanaan SKD : memakai kemeja putih tanpa corak,
celana panjang hitam, mengenakan pita biru di lengan kanan (ditempel peniti),
sepatu pantofel (rapi dan sopan). Bagi peserta yang menggunakan jilbab warna
hitam polos;
e. Peserta wajib membawa :
– Kartu Peserta Ujian.
– KTP/ Surat Keterangan Perekaman Kependudukan.
f. Peserta wajib hadir 90 menit sebelum pelaksanaan dimulai;
g. Bagi peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mampu mengikuti tahapan seleksi
dengan alasan apapun pada waktu dan tempat yang ditetapkan, maka
dinyatakan gugur;
h. Bagi peserta dan para pengantar tidak diperkenankan untuk memarkir
kendaraan roda empat dan roda dua didalam lingkungan tempat pelaksanaan
seleksi;
i. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang
menjanjikan kelulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan
tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia;
j. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi
tangung jawab pendaftar/peserta.
k. Keputusan Panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
3. Formasi umum dan khusus Putra/I Papua dan Papua Barat jabatan Penjaga
Tahanan dengan kualifikasi pendidikan SLTA Sederajat sebagaimana terlampir.
4. Bagi peserta SLTA sederajat formasi umum Penjaga Tahanan Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah sesuai dengan Surat Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB tentang penundaan pelaksanaan seleksi
CPNS Tahun 2018, pelaksanaan seleksi ditunda dan akan diumumkan
pelaksanaannya kembali.
5. Ketentuan yang harus dipenuhi pada formasi Umum dan Putra/I Papua dan Papua
Barat kualifikasi Pendidikan SLTA Sederajat :
a. Peserta yang telah dinyatakan lulus wajib melakukan verifikasi dokumen asli
dan pengukuran tinggi badan pada tanggal 22 s.d 25 Oktober 2018;
b. Bagi peserta SLTA Sederajat yang akan melakukan verifikasi dokumen asli dan
pengukuran tinggi badan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan;
c. Peserta wajib membawa dokumen asli, yaitu:
– Ijasah/ STTB (asli).
– Kartu Tanda Penduduk dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil/ Surat
Keterangan Perekaman Kependudukan (suket) (asli).
– Lembar bukti pendaftaran SSCN
d. Peserta memakai kemeja putih tanpa corak celana panjang hitam sepatu
pantofel (rapi dan sopan), bagi peserta yang menggunakan jilbab warna hitam
polos;
e. Bagi peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi tahap II (verifikasi
dokumen asli dan pengukuran tinggi badan) akan mendapatkan Kartu Peserta
Ujian;
f. Bagi peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mampu mengikuti tahapan seleksi
dengan alasan apapun pada waktu dan tempat yang ditetapkan, maka
dinyatakan gugur;
g. Bagi peserta dan para pengantar tidak diperkenankan untuk memarkir
kendaraan roda empat dan roda dua didalam lingkungan pelaksanaan;
h. Peserta yang telah memiliki kartu peserta ujian akan diumumkan oleh Panpus
melalui laman http://cpns.kemenkumham.go.id dan https://sscn.bkn.go.id pada
tanggal 27 Oktober 2018 guna mengetahui lokasi Seleksi Kompetensi Dasar;
i. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang
menjanjikan kelulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan
tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia;
j. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi
tangung jawab pendaftar/ peserta;
k. Keputusan Panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
B. Bagi peserta seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM yang nomor registrasi dan
namanya tidak tercantum dalam lampiran pengumuman ini dinyatakan TIDAK LULUS,
terkait alasan ketidaklulusan dapat di lihat pada portal SSCN dengan login
menggunakan akun masing-masing pendaftar pada tanggal 23 Oktober 2018.
C. Apabila dalam pelaksanaan tahapan seleksi atau dikemudian hari setelah adanya
pengumuman kelulusan hasil akhir, diketahui terdapat keterangan yang tidak sesuai/
tidak benar, Panitia Seleksi dapat menggugurkan kelulusan.
Jakarta, 19 Oktober 2018
Sekretaris Jenderal
Selaku Ketua Panitia Seleksi,
Bambang Rantam Sariwanto
NIP 196012151988021001

Untuk melihat daftar peserta yang dimaksud, silakan  klik tautan berikut ini :

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sumsel.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sarjana.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/pabar.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/papua.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/pengumumandisabilitas.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/aceh.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/aceh.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/banten.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/diy.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/dki.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/jabar.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/jateng.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/jatim.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kalbar.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kalsel.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kalteng.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kaltim.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kepri.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/malut.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/maluku.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/ntb.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/ntt.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/riau.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sulut.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sumbar.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sumsel.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sumut.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sulsel.pdf2018-10-21 (7)

Advertisements

Kisah di balik Buah Namnam (Putu Anjeng)


Masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan, tak ada kelelahan di saat bermain, tak ada rasa gentar ketika berpetualang, dan tak ada rasa sombong serta saling menghina ketika menang dalam sebuah permainan tradisional.

Teringat masa kecilku bersama kakak lelaki satu-satunya dalam keluarga kami, Juju dan juga kakak perempuanku, Ola.

Aku selalu bermain bersama mereka. Sebagai adik bungsu aku tidak manja bahkan ingin dianggap sudah setara dengan kakak. Sebagai kakak lelaki, Juju sering mengajak kami bermain permainan laki-laki. Maklum saja karena Juju adalah satu-satunya saudara lelaki di rumah kami

Belum banyak penelitian yang dilakukan pada buah namnam (Cynometra cauliflora). Namun oleh sebagian masyarakat Indonesia pohon ini sudah sejak lama dimanfaatkan untuk mengobati penyakit diare dan melancarkan aliran air seni.

Penelitian yang pernah dilakukan pada buah namnam menemukan bahwa komposisi buah namnam terdiri dari 87,3% air, 0,34% abu, 0,63% lemak, 4,16% protein, dan 7,6% karbohidrat. Setiap satu liter sari buah namnam murni mengandung 996,03 mg fenolik dan 421,09 mg flavanoid. Sedangkan pada setiap 100 mili liternya terdapat 121,44 mg vitamin C. Selain itu, tiap satu mili liter sari buah namnam murni ada aktivitas antioksidan berupa IC50 5 μL.

Masyarakat Binjai Sumatera Utara memanfaatkan tumbuhan namnam sebagai obat karena daunnya yang direbus bisa diminum untuk mengobati penyakit kencing batu dan melancarkan aliran air seni. Bahkan di sejumlah wilayah di Indonesia digunakan untuk mengobati diare.
Sekalipun buah namnam belum banyak diketahui khasiatnya untuk pengobatan, namun jika melihat komposisinya seperti di atas, nampaknya buah asli Indonesia ini berpotensi menjadi buah penyembuh penyakit.
Buah namnam punya nama berbeda di bebrapa daerah di Indoneseia, yaitu di daerah Sulawesi Utara dan Ambon disebut namu-namu. Orang Ternate menyebutnya namo-namo, di Halmahera disebut namet, di Maluku bagian tengah disebut namute, lamute, lamuta, dan klamute, di Bugis dinamai arepa, dan orang Makasar mengenalnya sebagai puti anjeng.
Sementara masyarakat Sunda, Jawa, dan Madura menamainya sebagai buah pukih, kopi anjing, dan namnam. Warga Bima menyebutnya puci anggi , di Bali disebut kuwanjo, di pulau Seram Maluku disebut aloma, dan warga pulau Buru menamainya kfamute.
Buah namnam rasanya manis-asam dengan bentuk menyerupai ginjal yang keriput. Buah yang matang bisa dimakan langsung atau dibuat asinan, rujak, atau manisan. Di sejumlah daerah bahkan dibuat sambal.
Tumbuhan namnam masuk dalam suku polong-polongan dan sudah langka di Indonesia. Bentuk pohonnya g tidak terlalu tinggi, hanya sekita 3-5 meter dengan buah bergantung bergerombol di batangnya.
Nah betapa penting buah namnam bisa dijadikan tanaman dan santapan yang menyehatkan kita, tinggal menunggu penelitian lebih mendalam dari pihak yang terkait. [JX/Berbagai sumber/Van/W5]

Bimtek Pembatik Level 3 Prov. Papua Barat tahun 2018


Pelaksanaan Bimtek Pembatik (Pembelajaran Berbasis TIK) Level 3 Provinsi Papua Barat yang dilaksanakan oleh Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan tahapan yang harus dilewati dalam rangka pemilihan Duta Rumah Belajar tahun 2018.

Kegiatan Pembatik ini dihadiri oleh 30 orang peserta yang telah melewati level 2 dimana pada level tersebut calon Duta Rumah Belajar membuat video pembelajaran berbasis TIK dan dibagikan ke media sosial terutama di Youtube. Para peserta juga melewati tahap ujian online yang diselenggarakan selama 3 hari dan diakses melalui website : http://simpatika.belajar.kemdikbud.go.id/pembatik

Dengan adanya kegiatan Pembatik ini diharapkan dapat meningkatan kompetensi TIK guru dalam memanfaatkan e-Pembelajaran.

Masih adakah Rasa “Tepo Seliro” itu?


facebookTepo Seliro…apakah itu?

Mungkin pembaca yang termasuk kategori kids jaman now jarang mendengarkan kedua kata tersebut, ataukah bahkan mungkin tidak pernah mendengarnya sama sekali?

Saya adalah kids jaman old, yang masih selalu terngiang-ngiang dengan nasehat guru di masa lalu ketika masih duduk di bangku SD dan SMP. Kala itu, kami belajar tentang Pendidikan Moral Pancasila yang biasa disingkat PMP. Kami belajar tentang bagaimana menghargai orang lain, memiliki tenggang rasa atau tepo seliro.

Sikap tenggang rasa atau tepo seliro adalah sebuah sikap mental yang dimiliki seseorang dalam menjalani hidup bermasyarakat. Baik dalam ucapan, gerak-gerik ,maupun prilaku yang ditunjukkan didepan umum. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan yang mencerminkan sikap menghargai dan menghormati orang lain.

Dengan adanya sikap tepo seliro tersebut, kita dapat menjaga perasaan orang lain,sehingga tidak akan menyinggung dan melukai hati orang.

Masih adakah sikap tepo seliro tersebut saat ini?

Jika sikap Tepo Seliro masih ada tentu saja akan menghadirkan suasana rukun, bersahabat, harmonis dan serasi dalam hubungan antar sesama manusia. Kita boleh berbeda faham dan keyakinan, berbeda pilihan pemimpin, juga berbeda haluan politik namun jangan sampai sikap tepo seliro atau tenggang rasa itu raib ditelan keangkuhan. Jangan karena merasa diri benar, merasa diri hebat, lalu kita dengan semena-mena meninggalkan rasa tepo seliro itu.

Mencaci-maki pemimpin kita, menertawai lawan politik kita, menghina setiap tindakan rival kita dalam sebuah pertandingan adalah sebuah bentuk punahnya rasa tepo seliro.

Setinggi apapun gelar yang disandang dan sehebat apapun jabatan kita dalam

masyarakat, tak sepatutnyalah kita menghilangkan rasa tepo seliro tersebut karena kita adalah rakyat Indonesia yang berKetuhanan Yang Maha Esa, Berkemanusiaan yang adil dan beradab, memiliki rasa persatuan Indonesia, jiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan serta Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mari kita hilangkan prilaku nyinyir-menyinyir, sindir-menyindir, cela-mencela dari kehidupan kita agar tercipta sebuah kedamaian yang indah.

Siapapun calon presiden pilihan Anda pada tahun depan, sangat saya hargai dan hormati! Dan tentu saya akan lebih menyayangi Anda jika kita kembali memupuk rasa tepo seliro di hati kita masing-masing!

Indonesia Jaya, Indonesia Damai

Indonesia Raya, Indonesia Maju

Dengan sikap Tepo Seliro!

Jangan Paksa Aku Belajar, Mama!


Pagi itu di bawah pohon Trembesi terlihat sekelompok siswa kelas 4 sedang bersantai. Ada yang bermain kejar-kejaran dengan temannya, ada yang duduk di bawah pohon menikmati jajanannya.

Sementara tidak jauh dari mereka terlihat seorang anak perempuan dengan rambut dikuncir sedang membuka-buka bukunya. Rupanya dia sedang belajar. Terlihat dari tingkahnya yang sesekali menunduk ke buku tulisnya kemudian bicara sendiri lalu menunduk lagi. Anak itu memang jarang bermain dan bersantai dengan teman-teman sebayanya. Dia bernama Eva.

Eva, gadis kecil yang berpostur bagus. Badannya lebih bongsor dibanding anak seusianya dengan tinggi kurang lebih 150 cm dan berat 45 kg membuat semua orang yang melihatnya akan terkesan bahwa anak itu ciri seorang anak sehat. Ya, memanglah Eva seorang anak yang sangat sehat, pintar dan rajin.

Tak ada mata pelajaran yang ingin dilewatkan oleh Eva. Semua bidang ilmu yang diajarkan di kelasnya akan dilahapnya dengan cepat. Sungguh Eva adalah potret seorang pelajar yang sangat ideal. Selain pintar, baik, dan rajin, dia pun cantik. Eva terlahir dari perpaduan Jawa-Padang dan lahir serta besar di Papua Barat.

Eva,

Mereka Butuh Aksi Solidaritas!


Sebut saja namanya “Mereka”, Mereka saat ini sedang berada dalam penantian. Mereka tinggal di sebuah desa nan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.

Setahun yang lalu Mereka berikrar dalam sebuah ikatan suci, yaitu sebuah rasa yang akan selalu membubung di pelataran jiwa Mereka beserta saudara-saudaranya bahwa dia akan selalu ada untuk saudaranya yang tak serahim.

Lalu, tiba-tiba ikrar itu telah terhempas pada sebuah kenyataan ketika saudara Mereka pergi ke pelosok untuk menunaikan tugas. Mereka seakan ditinggalkan pergi oleh saudaranya, dia menangis dan merasa sedih karena Mereka seakan tak diingat lagi oleh saudara-saudaranya.

Mereka merasa ditindas, hati dan perasaan Mereka diinjak-injak. Mereka ditinggalkan oleh saudara sulungnya yang menjadi pemimpin dari Mereka hanya karena usia mereka sudah melewati 35 tahun.

Saat ini Mereka butuh aksi solidaritas dari saudara-saudaranya. Mereka ingin dibantu entah itu dengan cara lisan, tulisan ataupun aksi.

Aksi Solidaritas yang akan dilakukan saudara Mereka akan merupakan sebentuk perhatian dan kepedulian, sebuah empati serta simpati bukan nyinyiran ataupun sindiran. Dengan begitu Mereka akan merasa dianggap oleh saudaranya.

Puisi “Guruku Sahabatku”


Guruku Sahabatku

Guruku (Guru de)
Pelita Hidupku (Anjengke Dingon)
Engkau Sahabatku (Nani Agondut da)
Menemaniku saat belajar (Agwam bidda eio blajarti)
Membimbing dan Mendidikku (Agondudda ma ampudda)
Dikala Otakku sedang lapar (lew njab dinggum)

Guruku (Guru de)
Terimakasih atas jasamu(Dijem sijo bagnoni)
Dalam menerangi hidupku(Nani ajangke dingonti)

Guruku Sahabatku (Guru de na ngon dut da)

Oh my Teacher,
You are my light
You are my besy friend
Always with me
to lead and teach me
when my brain is hungry

Oh my Teacher,
Thanks for your kindness
For being my light
My Teacher, My Best Friend

Puisi karya kelas V Sdinpresnoldelapan Oransbari
Guruku Sahabatku dalam 3 versi Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah Papua (Atam), Bahasa Inggris

#kelasliterasi
#mulokbahasadaerah
#mulokbahasainggris
#pembelajaranabad21
#cintaIndonesiadanbudayanya