Harga PNS di Mata Cinta


Selama ini kita sering mendengar banyaknya orang-orang menyebutkan tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mungkin ada baiknya jika saya menuliskan pengertian PNS (Pegawai Negeri Sipil) yaitu pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jika ada yang menyatakan bahwa PNS menjadi sebuah pilihan hidup, itu benar adanya. Dan jika ada pula yang mengatakan bahwa PNS bukanlah pilihan hidup, itupun benar adanya…aneh ya??yaaaa…karena saya tidak akan mengangkat tentang citra buruk para pegawai negeri sipil (PNS) kini menjadi sorotan tajam masyarakat, mulai dari kinerja yang tidak terukur, disiplin yang rendah, dan berbagai perbuatan tercela hingga perilaku korup yang menyeret PNS dari berbagai tingkatan semakin menjadi jadi. Yang akan saya angkat dalam catatan kali ini pun  bukanlah tentang banyaknya warga Indonesia yang berminat untuk menjadi PNS, bukan pula tentang kompetensi yang kurang dihargai oleh para PNS, korupsi yang begitu parah yang dilakukan oleh PNS, nepotisme yang sudah menjadi budaya  yang dilakukan oleh PNS (maaf…PNS yang ditulismiring itu adalah PNS yang melakukan hal tersebut bukan oleh PNS bersih seperti Bapak/Ibu,Saudara(i) yang membaca catatan saya ini)
Lantas…apa dong??yaahh…kali ini saya hanya akan menulis sebuah catatan yang judulnya seperti ini “Harga PNS di Mata Cinta”…

Mungkin sebelum membaca catatan ini, Anda akan bertanya-tanya seberapa besar ya? Saya menuliskan catatan ini terinspirasi dari obrolan dengan sahabatku kemarin..Baiklah …saya akan mengajak Anda menghitung seberapa besar harga PNS di mata cinta…walalupun ada yang beranggapan bahwa PNS bukanlah pilihan hidup, namun ternyata PNS mampu merampas sebuah ketulusan cinta dari seseorang menjadi tak bernilai dan tak dianggap. Ironis? Ah nggak juga…mengapa? Karena ada beberapa kasus yang bisa kita jadikan pertimbangan akan pernyataan ini..
Seorang wanita, memutuskan kekasihnya karena ternyata ada seorang PNS yang mengadakan pendekatan. Walaupun si wanita tahu jika kekasihnya ini sangat menyayanginya, namun karena kekasihnya ini hanyalah seorang karyawan swasta maka dia rela meninggalkannya hanya karena predikat PNS yang dimiliki oleh si lelaki yang menaksirnya ini (kasian banget nih cowok…diterima sama si cewe’ karena predikat yang disandangnya…bukan karena cinta)

Seorang pria, meninggalkan kekasih yang sangat mencintai dan menyayanginya karena ada seorang wanita berpredikat PNS mengubernya…(si cewe’nya yang ditinggalin gak usah dikasihani..karena untung aja dia bisa terbebas dari cowok macam ini..yang mendekati seorang wanita hanya dari sisi luarnya saja..)

Orangtua, rela kehilangan hartanya demi membayar mahal (uang suap) agar anaknya bisa menjadi PNS walaupun mereka belum bisa memastikan apakah anaknya akan menjadi anak yang berbakti jika sudah berhasil menjadi PNS.

Cinta sepasang kekasih harus terpisah karena anaknya berpacaran bukan dengan PNS…hmmm…

Nah sekarang…sebelum saya menutup catatan ini saya hanya ingin Anda sendiri yang menyimpulkan seberapa besar harga PNS di mata cinta…peace!

PPG adalah Proses Menuju Profesionalisme Guru yang Sesungguhnya!


Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, meningkatkan kesejahteraan guru, meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Sertifikasi guru pun diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru. Bentuk peningkatan kesejahteraan tersebut berupa pemberian tunjangan profesi bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik.

Seperti kita ketahui sertifikasi guru sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidkan Nasional Nomor 18 Tahun 2007, yakni dilakukan dalam bentuk portofolio. Dalam pelaksanaan sertifikasi jalur portofolio ini tidak luput dari kecurangan –kecurangan guru dan oknum penyelenggara. Tidak sedikit guru rela memalsukan dokumen-dokumen yang dikirimkan tersebut misalnya sertifikat seminar, dokumen Silabus dan RPP, juga guru tidak tanggung-tanggung menempuh kuliah cepat untuk meninggkatkan pangkatnya sehingga semua itu dilakukan dengan alasan agar mendapatkan kenaikan gaji tetapi tidak meningkatkan profesinya dan mengembangkan ilmunya.

Ada beberapa hal yang juga patut dicermati dari program ini adalah, pertama secara psikologis seorang guru dihadapkan kepada berbagai persyaratan teknis, seperti mengumpulkan sertifikat yang dinilai dengan bobot tertentu bahkan banyak yang berusaha berlomba-lomba mencari sertifikat atau membuat sertifikat palsu.Memiliki sertifikat dimana waktunya bersamaan dengan jam mengajar yang dilaporkannya. Sebuah bentuk manipulasi yang katanya agar mereka dapat menjadi guru profesional namun justru hal ini merupakan kemerosotan mental seorang guru yang patut digugu dan ditiru. Kemudian, dari sisi LPTK bagi para asesor mereka seakan-akan mendapatkan proyek baru yaitu satu berkas portofolio yang dinilai sejumlah uang. Bahkan di antara asesor dan guru terjadi transaksi tersendiri agar mereka diluluskan. Jika tidak lulus portofolio maka harus mengikuti Pelatihan dan Pendidikan selama 10 hari yang disebut dengan istilah PLPG. Dan dengan adanya peminimalisiran sertifikasi jalur Portofolio maka guru tidak perlu merasa bingung mempersiapkan portofolio dengan seperangkat dokumen kelengkapannya, menyita waktu siang dan malam bahkan tidak jarang meninggalkan tugas mengajar untuk Portofolio.

Pemerintah berharap agar tujuan utama dari sertifikasi ini adalah peningkatan mutu pendidik agar dapat melahirkan guru profesional yang bermartabat dan juga cerdas namun ternyata jalur PLPG masih juga belum bisa menghasilkan guru profesional seperti yang diimpikan oleh pemerintah. Proses yang dialami dalam PLPG belum sepenuhnya bisa dikatakan sebagai proses menuju profesionalisme. LPTK dengan beraninya menandatangani sertifikat yang menyatakan bahwa mereka profesional hanya dengan 10 hari pelatihan. Ketika para guru tersebut tidak lulus sertifikasi, mereka mesti mengikuti program pelatihan yang penyelenggaraannyapun terkesan formalitas belaka. Satu hal yang sangat pelik adalah orientasi para guru yang berpersepsi bahwa jika lulus sertifikasi maka akan mendapatkan tunjangan yang lebih. Iming-iming nominal inilah yang lagi-lagi membuat orientasi pendidikan kita menjadi lebih materialis.

Lantas pemerintah kemudian berusaha untuk meningkatkan keprofesionalitasan tenaga pendidik dimana seorang guru atau lulusan keguruan kalau ingin di akui sebagai tenaga professional maka harus menempuh pendidikan profesi atau lebih dikenal dengan PPG. Memanglah pro dan kontra selalu menghiasi setiap kebijakan pemerintah yang dilontarkan. Kemendikbud kemudian meluncurkan sebuah program yang dikenal dengan nama “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI)” yang telah melahirkan sosok-sosok guru masa depan yang selama ini mereka impikan melalui salah satu program SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan,Terluar dan Tertinggal) yang melakukan pengabdian mereka di daerah 3T selama setahun.
DIKTI lantas menorehkan harapan besar kepada para alumni SM-3T dengan memberikan PPG (Pendidikan Profesi Guru) Prajabatan dengan melihat pada ketidakmampuan sertifikasi dengan jalur portofolio dalam memberikan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Begitupula dengan PLPG yang hingga saat ini masih dibayangi pertanyaan dan rasa tidak percaya bahwa PLPG adalah proses menuju profesonalisme. Bagaimana mungkin mereka dapat dikatakan profesional hanya dengan 10 hari pelatihan?Siapa yang dapat mempercayai hal ini?membuat PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dalam kurun waktu seminggu.Oleh karenanya PPG Prajabatan SM-3T diharapkan menjadi sebuah benteng pertahanan untuk menghasilkan guru profesional yang harus memiliki 4 kompetensi guru profesional yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian,kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

PPG Prajabatan SM3T dilaksanakan oleh 12 LPTK penyelenggara yaitu UNM,UNJ,UNY,UNNES,UNESA,UPI,UM,UNIMED,UNP,UNG,UNDIKSHA, dan UNIMA. PPG Prajabatan SM3T 2013 angkatan I telah usai dengan menghadirkan berbagai polemik di dalamnya. Di antaranya banyaknya angka ketidak lulusan dari jurusan PGSD, Fisika dan Bahasa Inggris terutama pada salah satu LPTK penyelenggara. Banyak yang kecewa dengan keadaan ini karena sudah tak ada lagi kesempatan bagi jurusan PGSD untuk mengikuti UTN atau pengulangan agar mereka dapat memperoleh gelar “Gr” atau guru profesional. Begitu banyak tawar menawar dalam proses keputusan untuk menentukan tentang ketidaklulusan dan tidak adanya kesempatan bagi mereka,namun hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi walaupun dengan berbagai dalih karena jika tetap dilakukan, maka apalagi yang akan tersisa?lalu apa bedanya dengan PLPG dan Portofolio? PPG angkatan berikutnya akan menjadi taruhan, dan akan terdengar kalimat “ah, tidak usah terlalu serius kawan! Dijamin semua peserta PPG pasti akan lulus” Bukankah ini sebuah malapetaka besar untuk masa depan bangsa. Jika dianggap sepele maka akibatnya visi besar PPG ini akan gagal, nasibnya akan sama dg portofolio dan PLPG, tdk akan mengubah apapun kecuali. Lalu apa gunanya bersusah2 di 3T? Berasrama? Bubarkan saja, itu pakai uang rakyat, kita punya tanggungjawab moral.

Oleh karena itu, marilah kita menjadikan PPG sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan keprofesionalan kita menjadi seorang guru yang profesional pada empat kompetensi sehingga apa yang menjadi harapan pemerintah untuk melahirkan sosok guru masa depan yang dapat maju bersama mengantarkan Indonesia menjadi lebih cerdas dapat terwujud..yakin pasti bisa!*)sebagian teks adalah hasil percakapan dengan salah seorang petinggi DIKTI

Aku Kembali….Takut!!!


Kamis, 13 Maret 2014….
Aktivitas kembali dijalankan…
Ke sekolah sejak pagi hingga siang hari…sore hari ke kali dan malam hari duduk bercengkrama dengan adik-adik di luar rumah. Dan malam ini tidak seperti malam kemarin…
Malam ini malam Jum’at…selalu dikaitkan dengan mitos bahwa malam Jum’at adalah malam keramat. Namun kami sebagai generasi pendidik pantang untuk mempercayai mitos tersebut. Kami duduk-duduk di honai tanpa penerangan dan malam lumayan gelap apalagi di sekeliling kami suara burung-burung malam dan juga jangkrik hutan meramaikan acara duduk-duduk kami. Sambil main gitar, Idhan menyanyi dan akupun turut mengikuti lagu yang dinyanyikan olehnya walaupun dengan suara sumbang dan sengaja dibuat tak terlalu jelas karena aku tak hafal lirik lagunya…hehehehe….
Tiba-tiba darahku terkesiap ketika kudengar Idhan menanyakan mengapa kabel yang terbentang dari ruangan laboratorium ke rumah adik-adik yang saat itu mereka sedang duduk-duduk di depan rumahnya terlihat lebih tebal dan sepertinya bergerak-gerak. ..ya ampun…aku segera berdiri dan mendekat ke arah Theo…aku takut…karena yang terbayang di benakku adalah ular dan memang betul bahwa itu ular. Idhan segera memberi tahu mereka bahwa ada ular di kabel menuju ke rumahnya. Mereka segera mengambil kayu dan memukul ular tersebut hingga jatuh ke tanah dan kemudian memukulinya. Aku menjerit dan menahan mereka untuk tidak membunuhnya. Aku lalu menangis ketakutan..dan mereka bilang bahwa tidak usah menangis kanda..Namun ketakutanku saat ini betul-betul tak bisa kubendung. Aku menangis seperti anak kecil. Aku seperti tak menguasai diriku, berdiri di tengah jalan sambil menangis dan menutup mata tapi telinga ini tetap mendengar mereka masih mengurusi ular tersebut. Terdengar suara Ancu yang mengatakan ularnya masih hidup, ekornya bergerak-gerak padahal kepalanya sudah dipisah dari badannya..ohh…aku makin ketakutan. Idhan yang melihatku ketakutan bukannya berusaha menenangkan aku tapi malah memarahiku. Dia mengatakan,”kenapa ngana ini,Ira?seharusnya ngana yang pernah tinggal di sini lama sudah terbiasa dengan binatang melata seperti itu.” Kalau ngana terus manangis bagitu,kita pulang jo.” Lalu Theo pun datang membujuk aku dan berusaha menenangkan diriku. Aku katakan padanya jangan jauh-jauh dariku karena perasaan takut ini semakin menghantui. Setiap bergerak sedikit ataupun melihat benda-benda yang bentuknya panjang pikiran ini selalu menganggapnya bahwa itu adalah ular. Sungguh…aku telah terperangkap dalam ketakutan. Hikkzz…
Akhirnya Theo mengajakku untuk segera beristirahat. Namun setiap mata ini berusaha kupejamkan yang terbayang hanyalah ular dan ular. Malam ini aku betul-betul tersiksa dengan ketakutan akan binatang melata tersebut.
Larut Malam….
Kuambil hape dan kulihat waktu telah menunjukkan pukul 02.15 dan aku belum bisa tertidur sedikitpun. Yang bisa aku lakukan hanyalah berguling ke kiri dan ke kanan. Kulirik ke arah Theo, huffthhh…betapa pulas tidurnya…lalu aku mencoba mendengarkan lantunan ayat suci dari hapeku. Aku tak peduli walaupun hape ini akan lowbat namun yang terpenting adalah agar aku bisa tertidur..dan memang mujarab…aku bisa tertidur hingga beberapa menit kemudian akhirnya tak bisa tertidur lagi karena mendengar suara Idhan yang mengigau dari kamar sebelah dan Theo berusaha membangunkanku dengan mengguncang-guncang badanku.huuffthhh…aku kaget setengah hidup padahal sebenarnya aku sedari tadi sudah mendengar suara igauan Idhan. Akhirnya kembali kuambil hape dan kumatikan mp3nya lalu membuka halaman yang tak pernah absen dari keseharianku yaitu ‘Facebook’. Terlihat masih banyak yang menyala lampu hijaunya padahal waktu sudah menunjukkan pukul 03.05. Sebenarnya aku ingin bangun untuk mengadu kepadaNya namun syaitan menggangguku dengan mengatakan tak ada air dan juga dia menanyaiku apakah kamu tidak takut kalau begitu jalan ke kamar kecil tiba-tiba di dalam sudah ada ular ataupun lipan?aduhhh…ternyata keinginan ini dikalahkan oleh bujukan syaitan…Astagafirullah!!!
Pukul 03.15…
Aku berusaha keras memejamkan mata agar bisa beristirahat dengan baik. Aku lantas melaksanakan pesan mama dan kakak yang katanya jika kamu dalam dalam keadaan takut atau tak bisa tidur berdzikirlah…lalu akupun berdzikir dalam hati sehingga tak terasa fajar sudah tiba…

Jum’at, 14 Juni 2014
Pagi ini terasa kurang segar bangunnya karena semalaman kurang tidur. Tapi kami bersegera mempersiapkan diri untuk mandi di kali karena hari ini kami berencana untuk lebih cepat ke sekolah. Malu juga jika dilihat oleh siswa-siswa kami dalam keadaan baru pulang dari kali yang otomatis tangan penuh dengan jinjingan berupa jerigen dan juga pakaian basah yang telah dicuci di kali.
Setelah mandi, Theo bergegas untuk sarapan. Dia memanggil Idhan dan juga aku, namun aku masih memiliki rasa malas untuk sarapan sepagi ini. Aku kurang terbiasa sarapan di pagi hari kecuali kalau dipaksa oleh mama selama berada di rumah. Akhirnya Idhan menuruti panggilan Theo dan aku hanya meneguk beberapa tegukan air putih yang membuat aku sudah merasa full tangki…hehehehe…
Kami bersiap-siap untuk ke sekolah. Terdengar pak Kasno sudah ada di kantor. Pak guru yang satu ini adalah guru teladan yang paling disiplin soal waktu. Beliau selalu tiba di sekolah sebelum siswa-siswa yang berada di sekolah. Lalu disusul oleh bunda Sarah dan Ibu Yuli, bu Faridah dan juga bu Stince. Dalam hati aku bergumam bahwa sedikit lagi pak Dwi Purnomo akan menyusul tiba di kantor (koq yakin begitu sih, Ira? Ya iyalahhh…abis suara motornya sudah terdengar dari dekat…heheheheh). Dan tidak lama berselang ketiga personil SM3T Jilid 3 pun sudah menduduki meja mereka masing-masing. Yang belum hadir pagi ini adalah pak Sahrullah, ibu Eva, pak Yesra Kandami dan juga akar alias bapak kepala sekolah…Kami biasa menggunakan istilah tersebut jika sedang bercanda dengan teman-teman di kantor. Yang masih muda-muda dipanggil pucuk dan yang separuh baya dipanggil daun…hehehehe…
Akhirnya, aku telah menyelesaikan mengabsen secara terselubung…hihihiee…gak ada yang meminta ataupun menyuruh koq…aku hanya sedang tidak ada kerjaan setelah menyapu ruangan kantor.
Pukul 09.15 WIT…
Rasa lapar mulai menyerang kampung tengah. Aku bersegera menuju ke rumah mumpung peserta UAS pun sedang istirahat. Lalu aku berjalan menuju ke belakang dan membuka rice cooker juga mengambil piring (lebih tepatnya mangkok plastik karena piring yang aku bawa hanya 3 buah dan semuanya kotor karena belum dicuci). Setelah itu, aku mengambil sayur dan menuangkannya ke dalam mangkok dan juga abon ikan buatanku kemarin. Setiap suapan aku begitu menikmatinya sambil tak lupa melihat ke arah makananku. Entah mengapa pagi ini aku merasa was-was dan sedikit merasa ketakutan. Mungkin karena pengaruh semalam melihat ular.
Lalu pada suapan ketiga aku memekik ketakutan kembali dan segera menaruh mangkok yang aku tempati makan karena di atas sendok yang berisi makanan dan hendak aku masukkan ke dalam mulut terdapat lipan hitam yang panjangnya sebesar jari kelingking. Aku memekik ketakutan dan juga ngeri membayangkan seekor lipan sudah hampir aku gigit..oh Ya Allah!aku sangat takut dan juga jijik. Untung saja sebelum memasukkan makanan ke mulut aku melihatnya terlebih dahulu. Aku pun tak tahu darimana datangnya lipan tersebut. Kalau dikatakan bahwa sudah ada di mangkok sebelum aku makan , tidak mungkin juga karena aku selalu waspada dengan hal-hal seperti itu sejak mengetahui bahwa di tempat ini banyak binatang melata. Ataukah mungkin tiba-tiba jatuh dari atas dan langsung bertengger di sendok makanku?ahhh…aku tak mau tahu sumbernya…yang pastinya hari ini lagi-lagi aku ketakutan dan shock tingkat tinggi atau orang bule bilang ‘hypershock’.
Oh iya, lanjut…ketika aku memekik ketakutan segera kulemparkan mangkok yang aku pegang dan berlari keluar rumah sambil duduk menangis memegang lututku sehingga Idhan dan Amin yang duduk di honai kaget dan berlari menghampiriku. Mereka menanyakan apa yang sedang terjadi, disangkanya aku sedang bertengkar dengan Theo sehingga aku menangis. Sambil menangis sesenggukan, aku menunjuk ke arah mangkok yang tadi kulempar dan anehnya makanannya tidak berserakan dan lipan tersebut masih bertengger di sendok itu. Bagus juga sih…agar mereka betul-betul percaya bahwa apa yang aku takuti itu nyata bukan halusinasi. Lalu mereka menyingkirkan lipan tersebut dan aku tidak tahu langkah apa yang selanjutnya mereka lakukan terhadap lipan itu..huuffthhh…aku tak tahu harus bagaimana lagi untuk mengatasi ketakutan ini…setiap melangkah, aku merasakan bahwa ada lipan yang sedang merayap di lantai..hikkzz…mama…aku takuuutt!

Dengan kejadian beruntun yang membuat aku ketakutan dan hypershock tersebut, ingin rasanya aku segera berlari pulang dan melupakan niatku untuk mengabdi di sini..aku ingin lari ke pelukan mama dan menceritakan apa yang aku alami..


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMA Negeri Oransbari
Matapelajaran : Bahasa Inggris
Kelas/Semester : X / 1 (Wajib)
Materi Pokok : ‘Expressing congratulation
Alokasi Waktu : 2JP (2×45 menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Kompetensi Dasar
1.1. Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar Komunikasi internasional yang diwujudkan dalam semangat belajar
2.1. Menunjukkan prilaku santun dan peduli dalam melaksanakan komunikasi interpersonal dengan guru dan teman
2.2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan Komunikasi transaksional dengan guru dan teman.
3.5. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari ungkapan ucapan selamat bersayap (extended) sesuai dengan konteks penggunaannya
4.6. Menyusun teks lisan dan tulis untuk mengucapkan dan merespon ucapan selamat bersayap (extended) dengan memperhatikan tujuan , struktur text dan unsur kebahasaan secara benar dan seasuai deangan konteks.

Indikator :
a. Siswa dapat menunjukkan kesungguhan belajar bahasa Inggris dalam berkomunikasi dengan guru dan teman untuk memberi ucapan selamat bersayap (extended)
b. Siswa dapat menunjukkan prilaku jujur , percaya diri, dan tanggung jawab dalam melaksanakan komunikasi tentang memberi ucapan sealamat bersayap(extended)
c. Siswa dapat mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsure kebahasaan dari ungkapan ucapan selamat bersayap (extended)
d. Menyusun text lisan dan tulisuntuk mengungkapkan dan merespon ucapan selamat bersayap(extended)

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa terampil menggunakan ungkapan ucapan selamat bersayap(extended) dalam teks lisan dan tulis sesuai konteks dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, yang benar dan menunjukkan perilaku jujur, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab.

D. MATERI PEMBELAJARAN

How to congratulate someone, for example:
– Congratulations!
– I’d like to congratulate you on …
– I must congratulate you on your …
– Well done.
How to respond to congratulations, for example:
– Thanks.
– Oh, not really.
– It’s nice of you to say so.
– How kind of you to say so

E. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Scientific approach
2. Model :Discovery learning
3. Teknik :Role play

F. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media : picture
2. Alat : Laptop dan In focus.

3. Sumber Pembelajaran : Kurikulum 2013, Audio CD/ VCD/DVD, SUARA GURU, Koran/ majalah berbahasa Inggris, http://www.dailyenglish.com, http://americanenglish.state.gov/files/ae/resource_files, http://learnenglish.britishcouncil.org/en/, http://www.youtube.com/watch?v=whmVL8_ijv0

G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

PERTEMUAN KE-1
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
a. Mengucapkan salam dan berdo’a bersama
b. Memberi motivasi belajar
c. Memberi brainstorming berupa pertanyaan yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan seperti :
– have you ever to winning a competation? How are your friends give a utterance ?
– have you ever find congratulated from your friends if you have a birthday?
d. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
(Based on my questions previously, Now, please guess! what topic are we going to discuss today?)
e. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
(Yaitu materi tentang ungkapan ucapan selamat bersayap , bagaimana fungsi sosial, struktur teks, unsur kebahasaan dan tata bahasa, intonasi, tekanan kata dsb)

2. Kegiatan Inti (65 menit)
Mengamati
a. Siswa memperhatikan kata- kata yang akan di lengkapi pada dialoq yang terdapat dalam buku siswa

Mempertanyakan
Dengan bimbingan dan arahan guru, siswa mempertanyakan antara lain perbedaan antara berbagai ungkapan selamat bersayap dalam bahasa Inggris, perbedaan ungkapan dengan yang ada dalam bahasa Indonesia.

Mengeksplorasi
a. Siswa melengkapi titik – titik dalam percakapan dengan kata – kata yang ada didalam kotak
b. Siswa mempraktekkan percakapan yang telah mereka buat tersebut (role-play) ke depan kelas secara berpasangan.

3. Penutup (10 menit)
– Siswa diberi tugas untuk mencari dari sumber lainnya seperti teksbook dan internet yang berisi ungkapan selamat bersayap
– salam

H. PENILAIAN
1. Jenis/teknik penilaian
– tes tulis dan tes kinerja
Penilaian proses berlangsung selama pembelajaran berlangsung yang dimulai sejak aktivitas mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi hingga mengkomunikasikan.

Sikap:
– observasi, penilaian diri, teman sejawat
(capaian siswa dinilai oleh guru, siswa sendiri dan temnnya dengan menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.
– Jurnal, di dalam dan luar kelas, berupa catatan pendidik.
Guru mengobservasi dan mencacatat perilaku siswa yang mencakupi sikap dan keterampilannya
Pengetahuan:
Pengetahuan siswa tentang struktur teks, unsur kebahasaan dievaluasi dengan menggunakan testulis/lisan &penugasan (PR)
Keterampilan:
Unjukkerja/Praktik, jurnal.

2. Bentuk instrumen dan instrumen
Role play (memerankan dialogue dengan menggunakan ungkapan ucapan selamat bersayap (extended)

3. Pedoman penskoran
Rubrik
a. Aspek Sikap
No. Butir Sikap Deskripsi Perolehan skor
1. Jujur 5: selalu jujur
4: sering jujur
3: kadang-kadang jujur
2: jarang jujur
1: tidak pernah jujur
2. Bertanggung jawab 5: selalu tanggung jawab
4: sering tanggung jawab
3: kadang-kadang tanggung jawab
2: jarang tanggung jawab
1: tidak pernah tanggung jawab
3. Kerjasama 5: selalu kerjasama
4: sering kerjasama
3: kadang-kadang kerjasama
2: jarang kerjasama
1: tidak pernah kerjasama
4 Disiplin 5: selalu disiplin
4: sering disiplin
3: kadang-kadang disiplin
2: jarang disiplin
1: tidak pernah disiplin
5 Percaya diri 5: selalu percaya diri
4: sering percaya diri
3: kadang-kadang percaya diri
2: jarang disiplin percaya diri
1: tidak pernah percaya diri

b. Aspek Pengetahuan
No. Butir Sikap Deskripsi Perolehan skor
1. Pengucapan 5 = Hampir sempurna
4 = ada kesalahan tapi tidak mengganggu makna
3 = ada beberapa kesalahan dan mengganggu makna
2 = banyak kesalahan dan mengganggu makna
1 = terlalu banyak kesalahan sehingga sulit dipahami
2. Intonasi 5 = Hampir sempurna
4 = ada kesalahan tapi tidak mengganggu makna
3 = ada beberapa kesalahan dan mengganggu makna
2 = banyak kesalahan dan mengganggu makna
1 = terlalu banyak kesalahan sehingga sulit dipahami
3. Ketelitian 5 = sangat teliti
4 = teliti
3 = cukup teliti
2 = kurang teliti
1 = tidak teliti
4. Pemahaman 5 = sangat memahami
4 = memahami
3 = cukup memahami
2 = kurang memahami
1 = tidak memahami

c . Aspek Keterampilan

No. Butir Sikap Deskripsi Perolehan skor
1. Melakukan tindak komunikasi yang tepat 5 = Selalu melakukan kegiatn komunikasi yang tepat
4 = Sering melakukan kegiatan komunikasi yang tepat
3 = Beberapa akli melakukan kegiatan komunikasi yang tepat
2 = Pernah melakukan kegiatan komunikasi yang tepat
1 = tidak pernah melakukan kegiatan komunikasi yang tepat

Oransbari, Juli 2014

Mengetahui
Kepala SMA NEGERI ORANSBARI¬ Guru Mata Pelajaran

Drs. Subari Antiochus Irawati , S.Pd.,Gr.
NIP. NIP.

Lampiran
How to congratulate someone, for example:
– Congratulations!
– I’d like to congratulate you on …
– I must congratulate you on your …
– Well done.
How to respond to congratulations, for example:
– Thanks.
– Oh, not really.
– It’s nice of you to say so.
– How kind of you to say so

Task 1
Complete the blanks in the following dialoqs using the words in the box. If needed you may change the parts of speech. As an example see number 1. The answer for number 1 is wonderful

– Good luck what’s new
– It’s good thanks a lot
– Wonderfull popular business
– Congratulations! I’m glad you think
– New hair cut mentioning

1. Dina : Hi, Yuni. What’s your daughter doing these days
Yuni : Oh, she’s in college . In fact she plants to grandmate this June
Dina : Thst’s…………….(1) you must be very proud of her
2. Fuad : Hi Abdel………………?(2)
Abdel : Oh, I’m going to take the driving test tomorrow
Fuad : That’s great, Abdel………..(3)

3. Tuti : How is your business, Ria?
Ria :……………(4) I’v sold 100 items these two days
Tuti :congratulations!
That’s a……………..(5)right now
Ria :…………………………(6)

4. Rudi : You look gorgeous in this wedding dress!……………..(7)
Ian : Thank you very much,……………………..(8) so

5. Ihsan : You look so cute in the……………..(9)
Ali : Oh, thanks for…………………(10)that. By the way , congratulations for winning the
1st prize of the writing competation last week
Ihsan : How nice of you to say that.

Key answer
1. Wonderful
2. What’s new
3. Good luck
4. It’s good
5. Popular business
6. Thanks a lot
7. Congratulation
8. I’m glad you think
9. New hair cut
10. Mentioning

RPP BAHASA INGGRIS KELAS XI SEMESTER GANJIL


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMA Negeri Oransbari
Matapelajaran : Bahasa Inggris
Kelas/Semester : XI / 1 (Wajib)
Materi Pokok : ‘Expressing Opinion, agree and disagree’.
Alokasi Waktu : 2JP (2×45 menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI)

KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Kompetensi Dasar
3.2. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.
Indikator :
a. Siswa memahami fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan untuk menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.
b. Siswa mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan untuk menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.
c. Siswa menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan untuk menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.
4.2. Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan merespons ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, yang benar dan sesuai konteks.
Indikator :

Siswa menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan merespons ungkapan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, yang benar dan sesuai konteks.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa terampil menggunakan ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, yang benar dan sesuai konteks.

C. MATERI PEMBELAJARAN
“Teks lisan dan tulis ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, yang benar dan sesuai konteks.

1. Fungsi Sosial :
Menjaga hubungan interpersonal dengan guru, teman, dan orang lain.
2. Struktur teks.
Yuli: I think Rina’s answer to the question is not right. It should be ‘vinegar’.
Vivi: I think it is ‘vinegar’ too, not ‘wine’.

Yani: In my opinion, our volley ball team needs a new coach. Mr. Zulfan cannot handle too many teams himself.
Firda: I agree with you.
Rahmat: Our English should be more active, I suppose. Why don’t we meet three times a week?
Rully: I agree, but after the final exam. Now we are very busy preparing for it.
Unsur kebahasaan
(1) Kosa kata terkait dengan kegiatan ekstrakurikuler, tugas sekolah, kebersihan lingkungan , dsb.
(2) Tata bahasa: simple past tense, simple present tense present perfect tense.
(3) Ungkapan: I think… I suppose… In my opinion…, agree, diasagree, dsb.
(4) Kata kerja bantu modal: need, should, will, dsb.
(5) Ucapan, tekanan kata, intonasi
(6) Ejaan dan tanda baca
(7) Tulisan tangan

D. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Scientific approach
2. Model :Discovery learning
3. Teknik :Interviewing partner

E. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media : Real things
2. Alat : papan tulis .
3. Sumber Pembelajaran : Kurikulum 2013, SUARA GURU,buku teks .

F. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

PERTEMUAN KE-1
1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
a. Mengucapkan salam dan berdo’a bersama
b. Memberi motivasi belajar
c. Memberi brainstorming berupa pertanyaan yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan seperti :
– can you guess something in my box? Please guess!
It’s not bom!!! Well, let me open the box.
– what is it? Yes it’s scarf.
– What color is it?
– what do you think if I wear this grey
Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
(Based on my questions previously, Now, please guess! what topic are we going to discuss today?)
d. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
(Yaitu materi tentang ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, sesuai dengan konteks penggunaannya.

2. Kegiatan Inti (65 menit)
Mengamati

a. Siswa mendengarkan dan membaca banyak kalimat yang menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.
b. mengikuti interaksi tentang pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.
c. Siswa menirukan contoh-contoh kalimat yang menyatakan pendapat dan pikiran, sesuai dengan konteks penggunaannya.
d. Siswa mengidentifikasi kalimat yang menyatakan pendapat dan pikiran, sesuai dengan konteks penggunaannya.

Mempertanyakan
Dengan bimbingan dan arahan guru, siswa mempertanyakan antara lain perbedaan antara berbagai ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, agreemen dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.

Mengolah

a. Siswa mengidentifikasi ungkapan tentang menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement secara kelompok.
b. Siswa menafsirkan sesuatu berdasarkan opini

Menyajikan
c. Siswa melaporkan hasil kerja kelompok secara lisan tentang ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement.
d. Siswa melakukan interview berdasakan format yang diberikan.
e. Siswa mengkomunikasikan
3. Penutup (10 menit)
Siswa diberi tugas untuk mencari dari sumber lainnya seperti teksbook dan internet yang berisi ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, agreemen dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.

G. PENILAIAN
1. Jenis/teknik penilaian
– tes tulis dan tes kinerja
Penilaian proses berlangsung selama pembelajaran berlangsung yang dimulai sejak aktivitas mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi hingga mengkomunikasikan.

Sikap:
– observasi, penilaian diri, teman sejawat
(capaian siswa dinilai oleh guru, siswa sendiri dan temannya dengan menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.
– Jurnal, di dalam dan luar kelas, berupa catatan pendidik.
Guru mengobservasi dan mencacatat perilaku siswa yang mencakupi sikap dan keterampilannya
Pengetahuan:
Pengetahuan siswa tentang struktur teks, unsur kebahasaan dievaluasi dengan menggunakan tes tulis/lisan & penugasan (PR)
Keterampilan:
Unjukkerja/Praktik, jurnal.

2. Bentuk instrumen dan instrumen
Format interview tentang ungkapan menyatakan pendapat dan pikiran, agreement dan disagreement sesuai dengan konteks penggunaannya.

3. Pedoman penskoran
Rubrik
a. Aspek Sikap
No. Butir Sikap Deskripsi Perolehan skor
1. Jujur 5: selalu jujur
4: sering jujur
3: kadang-kadang jujur
2: jarang jujur
1: tidak pernah jujur
2. Bertanggung jawab 5: selalu tanggung jawab
4: sering tanggung jawab
3: kadang-kadang tanggung jawab
2: jarang tanggung jawab
1: tidak pernah tanggung jawab
3. Kerjasama 5: selalu kerjasama
4: sering kerjasama
3: kadang-kadang kerjasama
2: jarang kerjasama
1: tidak pernah kerjasama
4 Disiplin 5: selalu disiplin
4: sering disiplin
3: kadang-kadang disiplin
2: jarang disiplin
1: tidak pernah disiplin
5 Percaya diri 5: selalu percaya diri
4: sering percaya diri
3: kadang-kadang percaya diri
2: jarang disiplin percaya diri
1: tidak pernah percaya diri

b. Aspek Pengetahuan
No. Butir Sikap Deskripsi Perolehan skor
1. Pengucapan 5 = Hampir sempurna
4 = ada kesalahan tapi tidak mengganggu makna
3 = ada beberapa kesalahan dan mengganggu makna
2 = banyak kesalahan dan mengganggu makna
1 = terlalu banyak kesalahan sehingga sulit dipahami
2. Intonasi 5 = Hampir sempurna
4 = ada kesalahan tapi tidak mengganggu makna
3 = ada beberapa kesalahan dan mengganggu makna
2 = banyak kesalahan dan mengganggu makna
1 = terlalu banyak kesalahan sehingga sulit dipahami
3. Ketelitian 5 = sangat teliti
4 = teliti
3 = cukup teliti
2 = kurang teliti
1 = tidak teliti
4. Pemahaman 5 = sangat memahami
4 = memahami
3 = cukup memahami
2 = kurang memahami
1 = tidak memahami

c . Aspek Keterampilan

No. Butir Sikap Deskripsi Perolehan skor
1. Melakukan tindak komunikasi yang tepat 5 = Selalu melakukan kegiatn komunikasi yang tepat
4 = Sering melakukan kegiatan komunikasi yang tepat
3 = Beberapa akli melakukan kegiatan komunikasi yang tepat
2 = Pernah melakukan kegiatan komunikasi yang tepat
1 = tidak pernah melakukan kegiatan komunikasi yang tepat

Mengetahui Oransbari, 2014
Kepala SMA Negeri Oransbari Guru Mata Pelajaran

Drs. SUBARI ANTIOCHUS Irawati, S.Pd.,Gr.
NIP. 19611213 198901 1002

Aku Kembali…(Panggilan Hati Membuatku Harus Keluar dari Zona Nyaman!)


Pukul 05.30 Waktu Oransbari…

Karena hari ini adalah hari kedua kami di Oransbari, maka kami bergegas untuk bersiap-siap menuju kamar mandi.Kamar mandi besar yang airnya mengalir tiada henti dan sangat bening serta dihiasi oleh batu-batu kali..hehehe….inilah aku…bermain dengan fantasiku…aku membayangkan bahwa aku akan mandi di sebuah kamar mandi yang lengkap dengan shower dan bak besar padahal tempat yang nyatanya adalah sebuah kali yang airnya mengalir dari pegunungan ke sepanjang kali hingga tiba di Transito..yahh..nama kali tersebut adalah ‘Kali Transito’ yang sealiran dengan Kali Sindang Jaya.

Aku lantas membangunkan Idhan untuk segera ke kali agar kami nantinya bisa tiba di rumah sebelum anak-anak kelas XII yang sedang Ujian Akhir Sekolah datang ke sekolah. Sambil memanggil Idhan, aku mempersiapkan peralatan mandi dan juga ember yang bisa kami gunakan untuk mengangkat air setelah mandi nanti. Theo pun telah siap dengan alat mandinya dan juga telah mengangkat nasi yang sudah matang dari atas kompor serta telah memastikan bahwa kompor tersebut telah padam.

Pasti ada yang berpikir bahwa rumah tersebut telah dilengkapi alat-alat dapur..hmmm…tidak..dan belum…alat-alat dapur tersebut aku bawa dari rumah, mulai dari kompor, panci, wajan, baskom, piring,sendok, gelas dan sebagainya. Sementara untuk bahan-bahan di dapur seperti beras, gula pasir,abon daginng bahkan ikan dan bumbu-bumbu lainnya pun telah tersedia. Itu semua berkat mama dan kakak-kakakku yang telah mempersiapkannya buat aku..Terima kasih buat keluargaku yang selalu mendukung dan mengikhlaskan aku untuk jauh dari mereka. Theo pun telah mengeluarkan ‘Rice Cooker’nya..hehehehe…aku teringat ketika pertama kali datang ke Oransbari (saat mengabdi SM-3T dahulu) membawa ‘Rice Cooker’ padahal listrik tak ada..tak apa-apa Theo…kita bisa menggunakannya ketika ‘Genset’ dihidupkan nantinya.

Huffthh…Idhan terasa lama..belum juga bangun…padahal kami telah bersiap-siap untuk segera ke kali. Aku lantas menggedor pintu kamarnya hingga dia segera keluar kamar dan muncul dengan mata sipitnya..hehehehe….kasian…mungkin dia masih mengantuk. Tapi aku segera melirik jam pada hapeku..gawat waktu sudah menunjukkan pukul 06.03 dan aku segera mengomandoi mereka berdua lagi-lagi agar segera bergegas ke kali. Lalu Idhan berjalan ke luar pintu dengan menenteng ember berukuran sedang ( 20 liter air ) untuk diisi di kali.

Kami pun berjalan menyusuri semak-semak dan menuruni gunung Wondif melewati kantor distrik Oransbari yang terlihat masih lengang walaupun hari sudah terang. Sambil bercanda di sepanjang jalan, kami melangkah dengan agak cepat karena takut didahului oleh siswa untuk tiba di di sekolah.

Kurang lebih sepuluh menit, akhirnya kami pun tiba di pinggir jalan raya beraspal dan sesekali mendapati siswa SMP yang hendak ke sekolah dan mereka menyapa kami dengan ramahnya begitupula para penduduk pribumi yang lewat di samping kami. Di perempatan jalan, tepatnya di jembatan Transito, kami mendengar gemericik suara air yang mengalir dengan tenang dan airnya terlihat dari atas jalanan raya. Hmm…akhirnya kami pun tiba di kali Transito.

Air kali Transito begitu bening dan dingin. Cuaca pagi hari yang dingin tidak terasa karena melihat air yang begitu jernih. Theo pun mengalami hal yang sama denganku. Kami ingin segera berendam di dalam air tersebut. Mengingat bahwa kami tidak hanya berdua saja, namun ada Idhan yang berbeda jenis kelamin dengan kami…hehehee…akhirnya, kami meminta Idhan agar dia mandi agak jauh dari kami walaupun kami mandi dengan pakaian lengkap…ahhh…segarnya…

Setelah mandi (lebih tepatnya berendam selama kurang lebih 10 menit, akhirnya kami segera mengambil sarung dan berganti pakaian kemudian selanjutnya pulang ke rumah. Aku berjalan membawa pakaian basah di dalam kantong plastik dan tas ransel di pundak seperti hendak melakukan perjalanan jauh begitupula dengan Theo dan Idhan. Namun Idhan memiliki lebih banyak bawaan dibandingkan kami berdua karena dia membawa air kali dengan menggunakan ember yang kami bawa tadi. Kami berjalan dan sesekali berhenti karena kasihan pada Idhan yang membawa air untuk kami gunakan nanti mencuci piring. Setiap sekitar 15 meter kami berhenti karena bukan Cuma Idhan yang ngos-ngosan tapi aku dan Theo pun kecapean karena perjalanan yang kami tempuh harus menanjak dan melewati jalanan penuh batu-batu kecil sehingga terasa agak lama.

Untuk mengurangi kelelahan yang ada, aku memulai candaan dengan mengatakan bahwa anggap saja kita ini adalah pendaki profesional..heheheh…sehingga setiap pemberhentian kami beri nama ‘Pos 1 dan seterusnya hingga mencapai Pos 12’ untuk sampai di rumah. Ketika tiba di depan rumah adik-adik SM-3T jilid 3, mereka mencandai kami dengan mengatakan ‘kasihan…SM-3T jilid 4 sekarang harus berburu air’.hikkzz…tak apalah…daripada kami tak mandi…mereka masih merasa sedikit lega karena masih ada air di bak penampungannya sehingga mereka tidak harus ke kali seperti kami..ahh…tapi tak apa-apa…keringat di pagi hari itu membuat badan sehat (menenangkan diri karena telah habis mandi air di kali tapi begitu tiba di rumah mandi keringat….hehehehe)..yang semangat ya,Ira!!!iyyaa lahh…membayangkan senyuman bahagia anak-anak SMA Negeri Oransbari melihat kedatanganku kembali ke sekolah ini telah membuat semua rasa cape’ itu hilang…

Pukul 07.05…

Theo dan Idhan sarapan..tapi aku tidak terbiasa untuk sarapan di pagi hari. Biasanya Cuma minum segelas air putih di saat baru bangun tidur. Dan pagi ini aku pun hanya meneguk segelas air putih sebelum berangkat ke sekolah yang letaknya sangat dekat hanya sekitar 5 langkah dari rumah (mirip sebuah lagu ya??? :D).

Hari ini adalah hari kedua UAS untuk siswa kelas XII SMA Negeri Oransbari. Aku segera menyiapkan diri untuk menuju ke sekolah walaupun belum mendapat tugas untuk mengajar ataupun mengawas ujian. Taraaammm…Bunda Sarah, Mama Noel dan Pak Kasno yang melihatku terlihat kaget bercampur senang karena kedatanganku dan juga teman-teman..hal ini pun pasti dikarenakan rasa yang sama yaitu rindu akan kebersamaan ketika dulu masih di sini..(hehehe…sapa bilang,Ra?).. Mereka satu persatu menanyakan kabar dan kapan tiba di Oransbari..aku pun menjawab dengan sabarnya pertanyaan mereka..hehehee…tapi aku tak mau ketinggalan kesempatan untuk memperkenalkan Theo dan Idhan yang datang bersama denganku ke Oransbari. Tak lupa pula mereka menanyakan tentang kabar ketiga orang adik-adikku (masih ingat Srikandi SM-3T di Oransbari kan?hehehe) yaitu, Tytin, Hae dan Umra. Lalu aku menyampaikan salam kangen dari mereka kepada seluruh personil SMA Negeri Oransbari..dan mengatakan bahwa mereka belum sempat datang..hmmm…rasanya berada di sekolah ini seperti sedang reunian…