PENTINGNYA KECAKAPAN LITERASI BACA-TULIS ABAD KE-21


 

Literasi berasal dari bahasa Latin yaitu “litteratus (littera)”, dalam bahasa Inggris kata ini sebanding dengan kata “letter” yang bermakna ‘kemampuan membaca dan menulis’. Sedangkan dalam Undang-Undang No.3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, Literasi dimaknai sebagai kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

Berbicara tentang kualitas hidup erat kaitannya dengan perkembangan informasi dan teknologi. Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini kita telah berada pada abad ke-21 dimana dalam meningkatkan kualitas hidup tersebut dibutuhkan berbagai kecakapan, diantaranya adalah kecakapan Literasi Baca-Tulis. Kecakapan Literasi Baca-Tulis ini merupakan fondasi literasi yang bermuara pada pembelajaran sepanjang hayat untuk mampu memaknai informasi dalam membaca, memahami dan menggunakan bahasa tulisan. Literasi baca-tulis juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Hal ini sejalan dengan deklarasi UNESCO yang menyebutkan bahwa literasi baca-tulis terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi bermacam-macam persoalan. Kemampuan-kemampuan tersebut perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi, dan hal tersebut merupakan bagian dari hak dasar manusia yang menyangkut pembelajaran sepanjang hayat.

Abad ke-21 merupakan era teknologi informasi. Kita dituntut untuk dapat mengadaptasi kemajuan teknologi dan keterbaruan.  Oleh karena itu, diperlukan kecapakan untuk memiliki kemampuan membaca dalam memahami teks secara analitis, kritis, dan reflektif. Dengan kemampuan yang baik dalam membaca dan memahami tulisan, maka tentu saja tidak akan menyesatkan kita dalam berperilaku dan bertindak. Mengapa? Karena dengan pemahaman yang baik tersebut akan membuat kita mudah melakukan sebuah tindakan yang sesuai dengan hasil analisis dan refleksi dari teks yang dibaca tersebut. Sebagai contoh, ketika di sebuah media sosial terdapat berita hoaks atau berita palsu yang dibuat seolah-olah benar adanya dengan judul bacaan yang ditulis secara menarik, nah bagi masyarakat awam yang kurang/tidak memiliki kecakapan baca-tulis maka serta merta berita hoaks tersebut langsung dibagikan ke khalayak ramai tanpa membaca keseluruhan isi berita dan juga tidak menganalisanya dengan cermat. Bukankah hal ini telah menjadikan kita sesat dalam bertindak? Tanpa berpikir panjang langsung bertindak dan tidak lagi memperhatikan unsur kebenaran berita yang dibagikan tersebut.

Kejadian tersebut di atas merupakan salah satu akibat dari kurangnya kecakapan literasi baca-tulis yang dimiliki oleh seseorang. Lalu, apakah ada dampak buruk dari tindakan yang telah dilakukan bagi seseorang yang kurang memiliki kecakapan dalam literasi baca-tulis? Tentu saja ada! Dengan tersebarnya berita hoaks alias palsu tersebut kepada orang lain yang juga kurang/tidak memikili kecakapan literasi akan mengakibatkan mereka meyakini bahwa berita yang dibacanya adalah betul-betul terjadi. Hal ini pun bisa jadi menyebabkan pertentangan, perselisihan pendapat karena kurangnya pemahaman akan informasi yang telah mereka peroleh tanpa dianalisa dan direfleksikan dengan baik.

Saat ini kita berada di dalam kehidupan yang serba canggih. Perkembangan teknologi yang pesat akan membuat kita ketinggalan dan menjadi ‘udikan’ ketika kita tidak membarenginya dengan kemampuan membaca dan menulis yang baik. Sesederhana dan semudah apapun alat komunikasi yang kita miliki akan menjadi tak berguna ketika kita tak bisa mengoperasikannya karena petunjuk penggunaannya tak bisa kita pahami apatah lagi jika alat komunikasi tersebut merupakan alat yang canggih yang memerlukan pemahaman akan beberapa petunjuk pemakaian alat/benda tersebut.

Literasi baca-tulis merupakan kunci untuk membuka pintu pengetahuan. Muara pendidikan sepanjang hayat terletak pada literasi baca-tulis. Hal ini erat kaitanya dengan peserta didik seperti yang tertuang dalam buku ‘Design Induk Gerakan Literasi Sekolah’,  menurut ‘Word Economic Forum (2016)’ dijelaskan bahwa peserta didik memerlukan 16 keterampilan agar mampu bertahan di abad 21 di antaranya adalah literasi dasar yaitu baca-tulis. Kedua kemampuan ini memiliki hubungan yang erat dalam penguasaan kosa kata dan juga kemampuan berbahasa. Seorang peserta didik dapat memeroleh ide ataupun gagasan melalui membaca dan setelah itu ide tersebut dapat dikeluarkan melalui sebuah tulisan. Tulisan yang baik tentu didukung oleh sebuah gagasan yang menarik dan diperkaya dengan kosakata yang saling terkait dan mudah dipahami. Peserta didik yang terbiasa membaca dan menulis akan dengan mudahnya menemukan pilihan kata atau istilah yang tepat dalam menyampaikan sesuatu hal sehingga akan membuat komunikasi dapat berjalan dengan baik pula.

Jika peserta didik dapat memiliki kecakapan literasi baca-tulis ini maka mereka akan dapat menyerap informasi dari bacaan serta meningkatkan imajinasi dan kreativitas yang semakin luas karena terbentuknya pola pikir yang lebih tajam dan terstruktur sehingga mereka mampu memahami sumber bacaan dengan lebih simpel dan menarik. Dengan kemampuan literasi baca-tulis yang mumpuni maka akan mampu membentuk karakter yang mulia sehingga tidak mudah terombang-ambing dalam gejolak beragam informasi yang muncul begitu saja di hadapan kita , baik melalui media cetak online dan offline ataaupun audio visual. Selain itu, dengan kecakapan literasi baca-tulis yang memadai maka mereka akan mudah meraih kemajuan dan kesuksesan serta keunggulan kualitas diri. Maka tidaklah mengherankan ketika UNESCO menyatakan bahwa kemampuan literasi baca-tulis merupakan titik pusat kemajuan. Seperti yang ditegaskan di dalam Vision Paper UNESCO (2004) bahwa kemampuan literasi baca-tulis menjadi prasyarat partisipasi bagi pelbagai kegiatan sosial, kultural, politis dan ekonomis pada zaman modern.

Setelah memahami pentingnya kecakapan literasi baca-tulis yang tersebut di atas, maka kita patut untuk memacu diri dan peserta didik untuk lebih meningkatkan kecakapan literasi baca-tulis tersebut agar dapat menjadi insan yang unggul, berkualitas dan bermanfaat bagi orang lain.  Bukan sebagai insan yang hidup dalam keterbatasan dan bahkan menghadapi banyak persoalan yang tak mampu diselesaikan. Kualitas hidup yang baik dapat ditumbuhkan dengan adanya kemampuan baca-tulis. Oleh karena itu, mari kita memperkenalkan, menanamkan dan membiasakan kecakapan literasi baca-tulis dalam kehidupan sehari-hari. (2019)

 

Advertisements

#INAElectionObserverSOS Apakah Itu?


Saat ini di dunia media sosial lazim terlihat sebuah tagar yang bertuliskan #INAElectionObserverSOS

Tagar tersebut dituliskan di kolom komentar ketika ada sebuah berita ataupun pernyataan menyangkut keberhasilan, keunggulan, prestasi dari salah seorang calon presiden yang ditampilkan oleh media berita online.

Lalu, apakah sebenarnya makna dan tujuan dari tagar #INAElectionObserverSOS tersebut? apakah seluruh kaum netizen sudah memahami betul pengertian dari tagar itu sendiri atau hanya sekedar membuat penandaan untuk dapat dikatakan sebagai seorang netizen kekinian yang paham betul akan permasalahan/topik yang sedang hangat dalam masa-masa panas kampanye menjelang Pilpres 2019? dan apapula tujuan dibuatnya tagar tersebut? Hmm…let’s see!

Baiklah, mari kita bahas bersama tentang tagar #INAElectionObserverSOS tersebut. Tagar ini terdiri dari 4 kata yaitu :
INA = Indonesia
Election = Pemilihan
Observer = Pengamat
SOS = Save Our Souls
Nah jika kita artikan secara menyeluruh bahwa tagar #INAElectionObserverSOS adalah pengamat pemilihan Indonesia meminta bantuan atau bisa pula berarti Indonesia membutuhkan bantuan dari pengamat pemilihan (baca dari luar Indonesia).
SOS merupakan tanda darurat internasional dalam kode (· · · — — — · · ·), biasanya dipakai oleh kapal untuk minta tolong yang biasanya diartikan secara populer sebagai kependekan save our souls ‘selamatkan jiwa kami.
Baiklah…kita kembali pada tujuan dibuatnya tagar tersebut, untuk mengetahui secara pasti tujuan dibuatnya tagar #INAElectionObserverSOS ini adalah terlebih dahulu memastikan pembuat TT (Trending Tagar) ini siapa?apakah dari kalangan rakyat Indonesia yang pro pada salah satu capres ataukah dibuat oleh kaum netralitas (di luar kampret dan cebong) *maaf…saya meminjam istilah ini karena sering terbaca di mana-mana namun jarang digunakan sebagai tagar.
Terlepas dari siapapun pembuat tagar tersebut, maka kita patut prihatin dengan kondisi saat ini dikarenakan adanya jiwa-jiwa yang merasa perlu diselamatkan bahkan hingga meminta bantuan ke dunia internasional. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah memang betul situasi pemilihan yang akan kita laksanakan pada bulan April mendatang dalam kondisi darurat? Jika ya, maka layaklah tagar tersebut kita jadikan trending topic, namun jika sebaliknya, maka tentulah kaum netizen selayaknya lebih bijak menggunakan tagar yang sesuai dengan kondisi yang betul-betul riil bukan hoaks.
Diakhir tulisan ini, saya mengajak kita semua untuk lebih memperokokoh rasa persatuan dan kesatuan untuk ketentraman bangsa ini. Sebaiknya sudahi saja panggilan tak etis di antara sesama kita. Pilihan boleh berbeda namun kebersamaan harus tetap bersatu. Mari kita kembalikan kejayaan kalimat indah, “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh”! Hiduplah Indonesia Raya!

#INAElectionObserverSOS Apakah Itu?


Saat ini di dunia media sosial lazim terlihat sebuah tagar yang bertuliskan #INAElectionObserverSOS

Tagar tersebut dituliskan di kolom komentar ketika ada sebuah berita ataupun pernyataan menyangkut keberhasilan, keunggulan, prestasi dari salah seorang calon presiden yang ditampilkan oleh media berita online.

Lalu, apakah sebenarnya makna dan tujuan dari tagar #INAElectionObserverSOS tersebut? apakah seluruh kaum netizen sudah memahami betul pengertian dari tagar itu sendiri atau hanya sekedar membuat penandaan untuk dapat dikatakan sebagai seorang netizen kekinian yang paham betul akan permasalahan/topik yang sedang hangat dalam masa-masa panas kampanye menjelang Pilpres 2019? dan apapula tujuan dibuatnya tagar tersebut? Hmm…let’s see!

Baiklah, mari kita bahas bersama tentang tagar #INAElectionObserverSOS tersebut. Tagar ini terdiri dari 4 kata yaitu :
INA = Indonesia
Election = Pemilihan
Observer = Pengamat
SOS = Save Our Souls
Nah jika kita artikan secara menyeluruh bahwa tagar #INAElectionObserverSOS adalah pengamat pemilihan Indonesia meminta bantuan atau bisa pula berarti Indonesia membutuhkan bantuan dari pengamat pemilihan (baca dari luar Indonesia).
SOS merupakan tanda darurat internasional dalam kode (· · · — — — · · ·), biasanya dipakai oleh kapal untuk minta tolong yang biasanya diartikan secara populer sebagai kependekan save our souls ‘selamatkan jiwa kami.
Baiklah…kita kembali pada tujuan dibuatnya tagar tersebut, untuk mengetahui secara pasti tujuan dibuatnya tagar #INAElectionObserverSOS ini adalah terlebih dahulu memastikan pembuat TT (Trending Tagar) ini siapa?apakah dari kalangan rakyat Indonesia yang pro pada salah satu capres ataukah dibuat oleh kaum netralitas (di luar kampret dan cebong) *maaf…saya meminjam istilah ini karena sering terbaca di mana-mana namun jarang digunakan sebagai tagar.
Terlepas dari siapapun pembuat tagar tersebut, maka kita patut prihatin dengan kondisi saat ini dikarenakan adanya jiwa-jiwa yang merasa perlu diselamatkan bahkan hingga meminta bantuan ke dunia internasional. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah memang betul situasi pemilihan yang akan kita laksanakan pada bulan April mendatang dalam kondisi darurat? Jika ya, maka layaklah tagar tersebut kita jadikan trending topic, namun jika sebaliknya, maka tentulah kaum netizen selayaknya lebih bijak menggunakan tagar yang sesuai dengan kondisi yang betul-betul riil bukan hoaks.
Diakhir tulisan ini, saya mengajak kita semua untuk lebih memperokokoh rasa persatuan dan kesatuan untuk ketentraman bangsa ini. Sebaiknya sudahi saja panggilan tak etis di antara sesama kita. Pilihan boleh berbeda namun kebersamaan harus tetap bersatu. Mari kita kembalikan kejayaan kalimat indah, “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh”! Hiduplah Indonesia Raya!

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sulawesi Selatan 2018


Berikut ini adalah daftar nama peserta seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM yang lulus seleksi Administrasi. Langkah selanjutnya adalah mengikuti ketentuan berikut ini:

A. Peserta yang dinyatakan LULUS Seleksi Administrasi dengan mempertimbangkan
kesesuaian data, dokumen unggah atau dokumen yang dikirimkan melalui PO. Box,
adalah sebagaimana daftar terlampir. Bagi peserta yang dinyatakan lulus wajib
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1. Formasi umum, khusus cumlaude, khusus putra/i Papua dan Papua Barat
dengan kualifikasi Pendidikan Magister, Dokter, Perawat, Sarjana, Diploma IV dan
Diploma III:
a. Mencetak Kartu Peserta Ujian pada tanggal 22 Oktober s.d. 25 Oktober 2018
melalui laman https://sscn.bkn.go.id;
b. Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di provinsi sesuai dengan yang
telah dipilih pada portal SSCN dengan rentang waktu mulai tanggal 26 Oktober
s.d 28 Oktober 2018 (jadwal lengkap akan diumumkan kemudian);
c. Pakaian pada saat pelaksanaan SKD : memakai kemeja putih tanpa corak,
celana panjang hitam, mengenakan pita biru di lengan kanan (ditempel peniti),
sepatu pantofel (rapi dan sopan). Bagi peserta yang menggunakan jilbab warna
hitam polos;
d. Peserta wajib membawa :
– Kartu Peserta Ujian.
– KTP/ Surat Keterangan Perekaman Kependudukan.
e. Peserta wajib hadir 90 menit sebelum pelaksanaan dimulai;
f. Bagi peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mampu mengikuti tahapan seleksi
dengan alasan apapun pada waktu dan tempat yang ditetapkan, maka
dinyatakan gugur;
g. Bagi peserta dan para pengantar tidak diperkenankan untuk memarkir
kendaraan roda empat dan roda dua didalam lingkungan tempat pelaksanaan
seleksi;
h. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang
menjanjikan kelulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan
tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia;
i. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi
tangung jawab pendaftar/peserta.
j. Keputusan Panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat;
2. Formasi khusus penyandang disabilitas pada jenjang Pendidikan Sarjana dan
Diploma III, wajib melakukan verifikasi kriteria/jenis disabilitas dengan jadwal dan
tempat pelaksanaan sebagaimana lampiran pengumuman ini, dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Membawa:
– Surat keterangan dokter pemerintah (asli) tentang kriteria/ jenis disabilitas
yang disandang;
– Lembar bukti pendaftaran SSCN.
b. Bagi peserta yang telah dinyatakan sesuai dengan kriteria/ jenis disabilitas
sesuai yang dipersyaratkan akan mendapatkan Kartu Peserta Ujian;
c. Mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di provinsi sesuai dengan yang
telah dipilih pada portal SSCN dengan rentang waktu mulai tanggal 26 Oktober
s.d 28 Oktober 2018 (jadwal lengkap akan diumumkan kemudian);
d. Pakaian pada saat pelaksanaan SKD : memakai kemeja putih tanpa corak,
celana panjang hitam, mengenakan pita biru di lengan kanan (ditempel peniti),
sepatu pantofel (rapi dan sopan). Bagi peserta yang menggunakan jilbab warna
hitam polos;
e. Peserta wajib membawa :
– Kartu Peserta Ujian.
– KTP/ Surat Keterangan Perekaman Kependudukan.
f. Peserta wajib hadir 90 menit sebelum pelaksanaan dimulai;
g. Bagi peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mampu mengikuti tahapan seleksi
dengan alasan apapun pada waktu dan tempat yang ditetapkan, maka
dinyatakan gugur;
h. Bagi peserta dan para pengantar tidak diperkenankan untuk memarkir
kendaraan roda empat dan roda dua didalam lingkungan tempat pelaksanaan
seleksi;
i. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang
menjanjikan kelulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan
tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia;
j. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi
tangung jawab pendaftar/peserta.
k. Keputusan Panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
3. Formasi umum dan khusus Putra/I Papua dan Papua Barat jabatan Penjaga
Tahanan dengan kualifikasi pendidikan SLTA Sederajat sebagaimana terlampir.
4. Bagi peserta SLTA sederajat formasi umum Penjaga Tahanan Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah sesuai dengan Surat Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB tentang penundaan pelaksanaan seleksi
CPNS Tahun 2018, pelaksanaan seleksi ditunda dan akan diumumkan
pelaksanaannya kembali.
5. Ketentuan yang harus dipenuhi pada formasi Umum dan Putra/I Papua dan Papua
Barat kualifikasi Pendidikan SLTA Sederajat :
a. Peserta yang telah dinyatakan lulus wajib melakukan verifikasi dokumen asli
dan pengukuran tinggi badan pada tanggal 22 s.d 25 Oktober 2018;
b. Bagi peserta SLTA Sederajat yang akan melakukan verifikasi dokumen asli dan
pengukuran tinggi badan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan;
c. Peserta wajib membawa dokumen asli, yaitu:
– Ijasah/ STTB (asli).
– Kartu Tanda Penduduk dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil/ Surat
Keterangan Perekaman Kependudukan (suket) (asli).
– Lembar bukti pendaftaran SSCN
d. Peserta memakai kemeja putih tanpa corak celana panjang hitam sepatu
pantofel (rapi dan sopan), bagi peserta yang menggunakan jilbab warna hitam
polos;
e. Bagi peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi tahap II (verifikasi
dokumen asli dan pengukuran tinggi badan) akan mendapatkan Kartu Peserta
Ujian;
f. Bagi peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mampu mengikuti tahapan seleksi
dengan alasan apapun pada waktu dan tempat yang ditetapkan, maka
dinyatakan gugur;
g. Bagi peserta dan para pengantar tidak diperkenankan untuk memarkir
kendaraan roda empat dan roda dua didalam lingkungan pelaksanaan;
h. Peserta yang telah memiliki kartu peserta ujian akan diumumkan oleh Panpus
melalui laman http://cpns.kemenkumham.go.id dan https://sscn.bkn.go.id pada
tanggal 27 Oktober 2018 guna mengetahui lokasi Seleksi Kompetensi Dasar;
i. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang
menjanjikan kelulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan
tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia;
j. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi
tangung jawab pendaftar/ peserta;
k. Keputusan Panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
B. Bagi peserta seleksi CPNS Kementerian Hukum dan HAM yang nomor registrasi dan
namanya tidak tercantum dalam lampiran pengumuman ini dinyatakan TIDAK LULUS,
terkait alasan ketidaklulusan dapat di lihat pada portal SSCN dengan login
menggunakan akun masing-masing pendaftar pada tanggal 23 Oktober 2018.
C. Apabila dalam pelaksanaan tahapan seleksi atau dikemudian hari setelah adanya
pengumuman kelulusan hasil akhir, diketahui terdapat keterangan yang tidak sesuai/
tidak benar, Panitia Seleksi dapat menggugurkan kelulusan.
Jakarta, 19 Oktober 2018
Sekretaris Jenderal
Selaku Ketua Panitia Seleksi,
Bambang Rantam Sariwanto
NIP 196012151988021001

Untuk melihat daftar peserta yang dimaksud, silakan  klik tautan berikut ini :

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sumsel.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sarjana.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/pabar.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/papua.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/pengumumandisabilitas.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/aceh.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/aceh.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/banten.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/diy.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/dki.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/jabar.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/jateng.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/jatim.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kalbar.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kalsel.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kalteng.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kaltim.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/kepri.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/malut.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/maluku.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/ntb.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/ntt.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/riau.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sulut.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sumbar.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sumsel.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sumut.pdf

https://cpns.kemenkumham.go.id/phocadownload/2018/administrasi/sulsel.pdf2018-10-21 (7)

Kisah di balik Buah Namnam (Putu Anjeng)


Masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan, tak ada kelelahan di saat bermain, tak ada rasa gentar ketika berpetualang, dan tak ada rasa sombong serta saling menghina ketika menang dalam sebuah permainan tradisional.

Teringat masa kecilku bersama kakak lelaki satu-satunya dalam keluarga kami, Juju dan juga kakak perempuanku, Ola.

Aku selalu bermain bersama mereka. Sebagai adik bungsu aku tidak manja bahkan ingin dianggap sudah setara dengan kakak. Sebagai kakak lelaki, Juju sering mengajak kami bermain permainan laki-laki. Maklum saja karena Juju adalah satu-satunya saudara lelaki di rumah kami,begitupula ketika ingin mengobati kebosanan akan permainan yang itu-itu saja, maka jalan yang kami tempuh adalah mencari buah-buahan di hutan dan diantaranya adalah buah Namnam alias Putu Anjeng.

Penasaran dengan buah yang memiliki nama indah ini? yukk baca artikel di bawah ini!

Belum banyak penelitian yang dilakukan pada buah namnam (Cynometra cauliflora). Namun oleh sebagian masyarakat Indonesia pohon ini sudah sejak lama dimanfaatkan untuk mengobati penyakit diare dan melancarkan aliran air seni.

Penelitian yang pernah dilakukan pada buah namnam menemukan bahwa komposisi buah namnam terdiri dari 87,3% air, 0,34% abu, 0,63% lemak, 4,16% protein, dan 7,6% karbohidrat. Setiap satu liter sari buah namnam murni mengandung 996,03 mg fenolik dan 421,09 mg flavanoid. Sedangkan pada setiap 100 mili liternya terdapat 121,44 mg vitamin C. Selain itu, tiap satu mili liter sari buah namnam murni ada aktivitas antioksidan berupa IC50 5 μL.

Masyarakat Binjai Sumatera Utara memanfaatkan tumbuhan namnam sebagai obat karena daunnya yang direbus bisa diminum untuk mengobati penyakit kencing batu dan melancarkan aliran air seni. Bahkan di sejumlah wilayah di Indonesia digunakan untuk mengobati diare.
Sekalipun buah namnam belum banyak diketahui khasiatnya untuk pengobatan, namun jika melihat komposisinya seperti di atas, nampaknya buah asli Indonesia ini berpotensi menjadi buah penyembuh penyakit.
Buah namnam punya nama berbeda di bebrapa daerah di Indoneseia, yaitu di daerah Sulawesi Utara dan Ambon disebut namu-namu. Orang Ternate menyebutnya namo-namo, di Halmahera disebut namet, di Maluku bagian tengah disebut namute, lamute, lamuta, dan klamute, di Bugis dinamai arepa, dan orang Makasar mengenalnya sebagai puti anjeng.
Sementara masyarakat Sunda, Jawa, dan Madura menamainya sebagai buah pukih, kopi anjing, dan namnam. Warga Bima menyebutnya puci anggi , di Bali disebut kuwanjo, di pulau Seram Maluku disebut aloma, dan warga pulau Buru menamainya kfamute.
Buah namnam rasanya manis-asam dengan bentuk menyerupai ginjal yang keriput. Buah yang matang bisa dimakan langsung atau dibuat asinan, rujak, atau manisan. Di sejumlah daerah bahkan dibuat sambal.
Tumbuhan namnam masuk dalam suku polong-polongan dan sudah langka di Indonesia. Bentuk pohonnya g tidak terlalu tinggi, hanya sekita 3-5 meter dengan buah bergantung bergerombol di batangnya.
Nah betapa penting buah namnam bisa dijadikan tanaman dan santapan yang menyehatkan kita, tinggal menunggu penelitian lebih mendalam dari pihak yang terkait. ( diambil dari berbagai sumber

Bimtek Pembatik Level 3 Prov. Papua Barat tahun 2018


Pelaksanaan Bimtek Pembatik (Pembelajaran Berbasis TIK) Level 3 Provinsi Papua Barat yang dilaksanakan oleh Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan tahapan yang harus dilewati dalam rangka pemilihan Duta Rumah Belajar tahun 2018.

Kegiatan Pembatik ini dihadiri oleh 30 orang peserta yang telah melewati level 2 dimana pada level tersebut calon Duta Rumah Belajar membuat video pembelajaran berbasis TIK dan dibagikan ke media sosial terutama di Youtube. Para peserta juga melewati tahap ujian online yang diselenggarakan selama 3 hari dan diakses melalui website : http://simpatika.belajar.kemdikbud.go.id/pembatik

Dengan adanya kegiatan Pembatik ini diharapkan dapat meningkatan kompetensi TIK guru dalam memanfaatkan e-Pembelajaran.

Masih adakah Rasa “Tepo Seliro” itu?


facebookTepo Seliro…apakah itu?

Mungkin pembaca yang termasuk kategori kids jaman now jarang mendengarkan kedua kata tersebut, ataukah bahkan mungkin tidak pernah mendengarnya sama sekali?

Saya adalah kids jaman old, yang masih selalu terngiang-ngiang dengan nasehat guru di masa lalu ketika masih duduk di bangku SD dan SMP. Kala itu, kami belajar tentang Pendidikan Moral Pancasila yang biasa disingkat PMP. Kami belajar tentang bagaimana menghargai orang lain, memiliki tenggang rasa atau tepo seliro.

Sikap tenggang rasa atau tepo seliro adalah sebuah sikap mental yang dimiliki seseorang dalam menjalani hidup bermasyarakat. Baik dalam ucapan, gerak-gerik ,maupun prilaku yang ditunjukkan didepan umum. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan yang mencerminkan sikap menghargai dan menghormati orang lain.

Dengan adanya sikap tepo seliro tersebut, kita dapat menjaga perasaan orang lain,sehingga tidak akan menyinggung dan melukai hati orang.

Masih adakah sikap tepo seliro tersebut saat ini?

Jika sikap Tepo Seliro masih ada tentu saja akan menghadirkan suasana rukun, bersahabat, harmonis dan serasi dalam hubungan antar sesama manusia. Kita boleh berbeda faham dan keyakinan, berbeda pilihan pemimpin, juga berbeda haluan politik namun jangan sampai sikap tepo seliro atau tenggang rasa itu raib ditelan keangkuhan. Jangan karena merasa diri benar, merasa diri hebat, lalu kita dengan semena-mena meninggalkan rasa tepo seliro itu.

Mencaci-maki pemimpin kita, menertawai lawan politik kita, menghina setiap tindakan rival kita dalam sebuah pertandingan adalah sebuah bentuk punahnya rasa tepo seliro.

Setinggi apapun gelar yang disandang dan sehebat apapun jabatan kita dalam

masyarakat, tak sepatutnyalah kita menghilangkan rasa tepo seliro tersebut karena kita adalah rakyat Indonesia yang berKetuhanan Yang Maha Esa, Berkemanusiaan yang adil dan beradab, memiliki rasa persatuan Indonesia, jiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan serta Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mari kita hilangkan prilaku nyinyir-menyinyir, sindir-menyindir, cela-mencela dari kehidupan kita agar tercipta sebuah kedamaian yang indah.

Siapapun calon presiden pilihan Anda pada tahun depan, sangat saya hargai dan hormati! Dan tentu saya akan lebih menyayangi Anda jika kita kembali memupuk rasa tepo seliro di hati kita masing-masing!

Indonesia Jaya, Indonesia Damai

Indonesia Raya, Indonesia Maju

Dengan sikap Tepo Seliro!