hukum di Indonesia


Apabila kita berbicara tentang hukum,  maka yang akan muncul di pikiran kita adalah keadilan. Karena hukum dan keadilan tidak bisa dipisahkan. Mereka merupakan satu kesatuan yang saling terikat. Jika Anda membutuhkan keadilan, maka hukumlah yang harus menentukannya. Begitupula sebaliknya, jika Anda memperlakukan hukum, maka kita harus berlaku berlaku adil terhadap orang yang membutuhkannya. Alangkah indahnya, jika hukum dan keadilan dapat berjalan selaras dan seimbang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak akan terjadi lagi yang namanya kesewenang-wenangan. Lantas…bagaimanakah hukum yang ada di negara kita saat ini??

Hukum yang ada di Indonesia boleh dikata memiliki landasan yang sangat kuat dan menguntungkan seluruh lapisan masyarakat “jika betul-betul berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara” (tapi jangan lupa, Al Qur’an dan Hadits adalah landasan yang paling kuat untuk itu semua.

Akan tetapi, masih banyak diantara kita yang menemukan adanya ketimpangan dalam masalah penegakan hukum yang ada di Indonesia. Padahal, sebagai manusia yang selalu menginginkan terciptanya kedamaian dan keadilan di muka bumi ini khususnya di Indonesia pastilah dibutuhkan hukum yang berdiri dengan tegak dan dapat  melihat ke segala aspek.

Terdapat banyak kasus yang memperlihatkan bukti bahwa di Indonesia hukum belum berjalan dengan sebagaimana maunya (bukan mestinya). Sebagai contoh kecil pada saya saja, mengalami beberapa masalah yang berkaitan dengan hukum dan pada akhirnya membuktikan bahwa hukum masih dapat dibayar dengan uang. Mungkin ini merupakan suatu hal yang tidak mengenakkan jika saya memberikan contoh sebuah kasus, dimana saudara sepupu saya membeli sebuah kendaraan beroda dua pada seseorang yang mengatasnamakan instansinya (teganya dia memakai instansi yang berlembagakan hukum). Sebut saja namanya si Enting (karena dia cewek), dengan berdasarkan pada sebuah kwitansi yang diberi stempel instansi tersebut, sepupu saya yakin saja dengan penjualan ataupun penyerahan barang tersebut, sehingga dia menyerahkan uang senilai harga motor tersebut dan sisanya setelah BPKB diterima. Setelah memakai motor tersebut selama kurang lebih 5 tahun (2003-2008)tanpa menerima BPKB tersebut(karena si Enting selalu berdalih untuk memberikan BPKBnya), ternyata motor tersebut diambil secara paksa dari tangannya saat dikendarai di sebuah tempat yang agak sunyi dari keramaian oleh seorang pegawai dari sebuah finance yang ada di Makassar(tentunya dia memperlihatkan bukti penarikan dan tunggakan dari pemakaian kendaraan tersebut). Walaupun sebelumnya, sepupu saya selalu berusaha untuk menanyakannya langsung pada pihak finance tersebut. Tapi mereka juga menjawab bahwa nama sepupu saya tidak tercantum sebagai pihak peminjam.

Setelah berusaha ke sana – ke mari, dengan mendatangi pihak Finance, mereka mengatakan bahwa sebenarnya jumlah motor yang dikeluarkan oleh pihak Finance tersebut sebanyak 15 ribu buah.  Wow…bayangkan!!!hanya seorang Enting, ternyata dia mampu mengecoh sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang finance. Ini berarti ada sekitar 15 ribu orang yang terancam akan mengalami hal yang sama dengan sepupu saya. Siapakah dalang yang ada dibelakang si Enting???

Wahai para penegak hukum, berlaku adillah dalam menentukan sesuatu…santunlah dalam bersikap dan jujurlah terhadap dirimu terlebih dahulu kemudian terapkanlah semuanya itu kepada orang lain, sehingga warga Indonesia merasa diayomi, nyaman dan tenteram…

Kalau bukan sekarang, kapan lagi…kalau bukan Anda siapa lagi,

If you do the best you will get the better than today!!! Ayou tegakkan Hukum yang adil di negeri tercinta kita ini……  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s