Aku


Gowa, 05 Januari 2011
Hujan deras turun tiada henti. Tak jua reda sejak semalam. Aku terjebak dalam kedinginan yang memaksaku untuk tak bangun dari pembaringan, padahal hari ini (maksudnya pagi tadi) aku harus masuk mengajar (buat peserta didikku=maafkan ibu, sayang!), namun aku tak ingin memberanikan diri untuk menembus hujan yang terdengar butirannya seakan sebuah bongkahan batu yang mengenai atap seng rumahku. Aku pun tak ingin terjerat dalam bayang-bayang alergi yang akan menimpaku jika berurusan dengan cuaca dingin..huffthh…(apakah aku mengeluh?)
Kemudian aku pun mengobati kedinginan dan juga rasa bersalahku karena tak masuk ke sekolah dengan membuka laptop. Lalu aku mulai berpikir untuk melakukan hal yang sejak semalam tertunda, yaitu meng’upload’ photoku dan juga foto teman-temanku di facebook…hmmmm…sepertinya ide yang bagus, karena hari ini aku tak punya pikiran yang bisa kujadikan sebagai status di facebook. Alhamdulillah…hari ini aku bisa menerbitkan beberapa buah fotoku dan foto temanku setelah semalam keinginan ini gagal terwujud karena jeleknya jaringan yang dimiliki oleh kartu CDMA favoritku. Setelah agak lama online, rasa lapar mulai menyerang perutku yang sejak semalam kedinginan. Akhirnya aku pun meninggalkan laptop kesayanganku dan mulai mencari obat pengganjal rasa lapar karena aku juga masih menyayangi perut dan tubuh ini. Dan Alhamdulillah…aku dapat menemukan bahan makanan meskipun harus kuolah untuk mengatasi rasa lapar itu.
Aku memutuskan untuk mengambil sayuran terlebih dahulu dan mulai memotongnya. Aku tidak ingin terbiasa dengan mie instant rebus seperti yang sering kalian lakukan. Keputusanku untuk tidak terlalu mengkonsumsi mie instant seperti yang sering muncul di televisi disebabkan oleh berbagai alasan. Menurutku, sayuran jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan mie instant apalagi jika sayuran tersebut adalah sayuran hijau.hmmm..tentunya akan lebih mengundang selera terutama jika aku mengolahnya dengan cita rasa yang menggugah selera pastinya akan membuat aku lebih manis (lho…apa hubungannya…heheheehe…ngaco..).Tapi…sepertinya hal itu ada sedikit benarnya karena sayuran hijau akan membuat kita lebih segar dan sehat. Seperti kata pepatah…dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat..dalam sayuran hijau terdapat zat yang dibutuhkan tubuh, sehingga nantinya tubuhku akan terlihat sehat dan aku pun bisa memberikan senyuman yang terlihat manis…heheheehehe..lebay!
Sambil menunggu sayuran tersebut masak, ku mulai memotong tempe yang aku beli di depan rumah dari seorang penjual sayuran keliling menjadi irisan yang agak sedikit tipis karena aku ingin membuat “tempe penyet”( duh…penyet atau penyek sih??ahh…mending bilang penyet aja..lebih nyaman ngucapinnya…heheheeh) aku pun mengulek cabe untuk dijadikan sambel. Bagiku, makan tanpa sambel terasa hambar..aku tidak usah lagi menaikkan beras untuk menanak nasi, karena ternyata mama sudah menanaknya sejak tadi ( terima kasih, mama!). Kemudian, aku menaikkan tempe tersebut di penggorengan. Setelah semua tempe telah aku goreng, lalu aku melanjutkan menaikkan ikan di penggorengan. Telah terbayang kelezatan ikan tersebut apalagi jika aku menggorengnya lebih garing lagi..hmm…nikmat! aku sudah tak sabar lagi untuk mencicipi masakanku sendiri. Pasti akan terasa nikmat…Syukur Alhamdulillah, yaa Rabb!engkau masih memberikan aku nikmat-Mu!
Tidak terasa, semua masakanku pun hampir sepenuhnya selesai. Sayuranku sudah matang, tempe penyet dan ikan goreng juga sudah kelar. Begitupula dengan sambelnya. Apalagi ya? Oh ..aku hanya tinggal menyajikannya dan kemudian mengajak mama untuk menikmati masakan hasil olahanku.

Hujan masih saja terus mengguyur dengan deras. Mama kemudian duduk di depanku dan berucap..syukurlah kita masih bisa menikmati makanan seperti ini apalagi hujan-hujan begini. Tiba-tiba aku tersentak dengan ucapan mama, kemudian menanyai beliau mengapa berkata seperti itu. Lalu aku diberikannya jawaban bahwa masih banyak orang-orang di sekitar kita yang tidak bisa makan dengan cukup dan bahkan sering merasakan kelaparan. Apalagi ketika hujan turun begitu deras, mereka tidak bisa keluar untuk mencari sesuap nasi. Mereka hanya tinggal berdiam diri di rumah dan merasakan kelaparan yang teramat dalam. Oh Rabb!kasihan mereka!Mama mengatakan kalo masih banyak keluarga yang hanya dapat makan sehari karena kepala rumah tangganya hanya diupah sesuai dengan kemampuan mereka, seperti para kenek mobil, begitu juga dengan para tukang becak yang hanya mendapatkan upah dari hasil pelayanan mereka mengantar penumpang yang biasanya diupah tidak sesuai dengan tenaga yang mereka butuhkan. Aku pun lalu membandingkan keberadaan Arthalita Suryani atau “A Yin” yang hidup bermewah-mewahan di dalam sel yang telah disulapnya menjadi istana mini, dan juga “Gayus Tambunan” yang bebas berkeliaran dan melakukan plesiran di luar penjara. Hmm…betul-betul memprihatinkan meskipun mereka (katanya) sedang masih dalam masa tahanan masih mampu merasakan kebebasan yang tiada tara, mereka masih bisa berfoya-foya menghabiskan uang rakyat dalam jeruji besi (yang hanya sebagai tameng buat mereka) sementara masih banyak rakyat yang tidak bisa memperoleh sesuap nasi. Huffthhh…
Akhirnya, aku tidak bisa menikmati makanan tersebut sesuai dengan yang kubayangkan sebelumnya karena keprihatinanku terhadap orang-orang seperti yang dikatakan mama tadi lebih membuncah daripada rasa nikmat akan makanan itu. Yaa Rabb!aku bersyukur, aku masih mampu memiliki sesuatu yang bisa dijadikan bahan makanan. Jangan Engkau cabut nikmat yang berasal dari-Mu. Dan berikanlah nikmat-Mu pada orang-orang yang aku sayangi, yang menyayangiku, yang membenciku, yang selalu ingat padaku, yang ada di dekatku, dan yang jauh dariku! Amien !!

———————————————–to be continued———————————————————————————————–

contoh RPP Matematika Berdasarkan KTSP Berkarakter


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : IV / 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
___________________________________________________________________________

I. STANDAR KOMPETENSI:
5. Menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat
II. KOMPETENSI DASAR:
Menjumlahkan bilangan bulat
III. INDIKATOR:
Menjumlahkan dua bilangan positif
Menjumlahkan dua bilangan negatif
Menjumlahkan dua bilangan positif dan negatif

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Siswa dapat :
Menjumlahkan dua bilangan positif
Menjumlahkan dua bilangan negatif
Menjumlahkan dua bilangan positif dan negatif

V. MATERI AJAR:
* Bilangan Bulat
VI. SKENARIO PEMBELAJARAN:
Metode : Demonstrasi, Diskusi, dan Tanya jawab
VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN:
NO. Kegiatan Siswa Pengorganisasian
Nilai Karakter Alokasi Waktu
1. Pra Kegiatan
Mengucap Salam
Berdoa
Mengamati kehadiran siswa, kerapian, dan kelengkapan pakaian seragam siswa
Religius
Disiplin

5 Menit
2. Kegiatan Awal
apersepsi dan pemberian motivasi belajar kepada siswa
menuliskan topik pembicaraan (indikator)
guru mengajak siswa untuk mengingat sekilas tentang bilangan bulat.

Rasa ingin tahu
3. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru memberi contoh permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan bilangan bulat negatif dan menuliskannya di papan tulis
Contoh :
” Pak Yanto meminjam uang di bank sebesar Rp5.000.000,00. Pinjam Rp.5.000.000,00, jika ditulis dengan bilangan negatif menjadi (-5.000.000)”
Siswa menyimak penjelasan guru tentang permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan negatif.
Guru memperlihatkan ”Mistar Bilangan” yang digunakan sebagai media pembelajaran untuk menjumlahkan bilangan bulat positif dan negatif.
Guru memberikan petunjuk tentang penggunaan ”Mistar Bilangan” tersebut dengan melakukan teknik ”MaMunSiBa” (Maju Mundur Siap Balik).

Elaborasi
Siswa memperhatikan dengan seksama penggunaan Mistar Bilangan tersebut.
Guru mengajak siswa untuk melakukan penjumlahan bilangan bulat negatif dan positif dengan menggunakan Mistar Bilangan.
Guru dan Siswa menyanyikan sebuah lagu berjudul ”…………………………………………” yang berhubungan dengan cara penggunaan Mistar Bilangan dalam menjumlahkan bilangan bulat positif dan negatif.
Semua siswa mencatat contoh permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif.
Selanjutnya, siswa diminta menuliskan soal-soal yang ada di buku siswa.
Siswa menyampaikan hasil tentang soal-soal yang ada di buku.
Konfirmasi

Siswa lain diberi kesempatan memberikan komentar tentang penggunaan Mistar Bilangan ataupun menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

Rasa ingin tahu
Kreatif

55 Menit
Kegiatan Akhir:
Siswa ditugasi untuk menyelesaikan evaluasi yang dikumpul pada hari itu juga.

Disiplin

10 menit

VIII. ALAT DAN SUMBER BELAJAR:
Mistar Bilangan
Standar isi
Buku Bina Bahasa Indonesia 4b
Lagu
IX. PENILAIAN
Pengamatan (proses pembelajaran)
Tugas
Unjuk kerja
No. Aspek Penilaian Point Bobot Nilai

1. Tes Tertulis (Aspek Kognitif)
Baik 3
Kurang baik 2
Tidak baik 1

2.
Tes Lisan ( Aspek Kognitif)
Logis dan tepat 3
Kurang Logis dan tepat 2
Tidak Logis dan tepat 1

3.
Kinerja (Aspek Afektif)
Mampu 3
Kurang Mampu 2
Tidak Mampu 1

4. Menjawab Pertanyaan sesuai Target Indikator
Mampu
Kurang Mampu
Tidak Mampu
Keterangan
Skor maksimum 4 (3 X 5) = 60

Nilai Perolehan Siswa = (skor perolehan)/(skor maksimum) X 100
____________________________________________________________________________
Catatan / saran:
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
____________________________________________________________________________

Mengetahui, Bontoala,
Kepala SDI Bontoala II Guru Kelas IV,

BURHANUDDIN,S.Pd. __Irawati, S.Pd.______
NIP. 19510803 198012 1 001