Sekolah Termiskin di Indonesia


Kepada

Yth. Bapak/Ibu (yang membaca surat ini)

Assalamu’ alaikum wr.wb.

Kemerdekaan sebuah bangsa di ukur oleh dua hal, pertama, tingkat pendidikan, dan kedua pelayanan kesehatan, pendidikan dalam hal ini menjadi sesuatu yang sangat urgen dalam menentukan arah bangsa kedepan. Tentunya kepedulian pemerintah dalam hal ini menjadi prioritas dalam mengambangkan dan peningkatan mutu pendidikan masyarakat Indonesia hari ini.

Pola peningkatan sumber daya manusia (SDM) itu ditentukan oleh pendidikan yang baik dan di dukung oleh sarana dan prasarana yang ada dalam menjawab tantangan peradaban ke depan. Pendidikan memiliki fungsi untuk membangun citra bangsa yang berbudaya, untuk proses pembentukan pribadi manusia, penyiapan warga Negara yang bermartabat dan tangguh, pendidikan juga mempersiapkan tenaga-tenaga kerja yang handal dan mandiri. Awal mula kehancuran suatu bangsa adalah jika bangsa tersebut tidak memprioritaskan pendidikan sebagai usaha sadar untuk mengembangkan potensi diri anak-anak bangsa.

Dalam hal ini kami sebagai pendidik, menyadari bahwa pendidikan itu adalah sangat penting. Dimana kami harus mencari dan menganalisa berbagai macam metode pembelajaran, baik yang sudah ada maupun yang belum pernah dilaksanakan dalam proses belajar mengajar, dan juga menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran bagi peserta didik sehingga kami sebagai pendidik dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dari suatu metode pengajaran, demi memperbaiki dan atau menambah variasi metode pengajaran agar para guru tidak hanya menggunakan metode yang sama dalam proses belajar mengajar, maka dikhawatirkan siswa merasa bosan dan tidak tertarik lagi dengan kegiatan belajar. Tentu saja hal ini akan sejalan dengan program pemerintah yaitu meningkatkan mutu pendidikan di Negara kita tercinta ini.

Untuk mempersiapkan hal tersebut di atas, kami sebagai pendidik tentunya memerlukan sarana dan juga prasarana yang harus mendukung terlaksananya proses belajar mengajar dengan baik dan lancar. Namun tidak demikian halnya yang terjadi pada sekolah kami, yaitu SD Inpres Bontoala II yang terletak di Desa Taeng, Kec. Pallangga Kab. Gowa, dimana sejak berdirinya sekolah kami ini pada tahun 1985 hingga sekarang hanya memiliki 3 (tiga) ruangan kelas dan 1 (satu) ruangan guru/kepala sekolah dan sebuah perpustakaan sekolah.

SD Inpres Bontoala II ini terletak tidak jauh dari ibukota kabupaten, (± 3 km dari jalan poros Gowa- Takalar). Sekolah kami ini berada tidak jauh dari pinggiran sungai Je’neberang yang memungkinkan kita untuk memberdayakan peserta didik agar mengenal dan melestarikan lingkungannya lebih dini, dan sebagai tambahan bahwa animo masyarakat untuk mendaftar di sekolah ini pun meningkat karena hingga tahun ajaran 2010/2011 kemarin telah memiliki 282 orang peserta didik. Walaupun masih banyaknya suara-suara sumbang yang terdengar bahwa jangan mendaftar di SD Inpres Bontoala II, sekolah itu sekolah termiskin di Indonesia, ruangan kelasnya cuma 3. Sehingga, kami mohon maaf jika mengatakan sungguh hal yang sangat menyedihkan ketika mendapati di Kabupaten Gowa ini yang merupakan kabupaten terdekat dari ibukota Sulawesi selatan masih terdapat sebuah sekolah yang tidak memiliki ruangan kelas yang memadai.

Sisi lainnya pertumbuhan jumlah penduduk yang ada di desa Taeng membuat hati kami merasa miris ketika mendapati masih banyaknya desakan dari penduduk yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah kami, namun dengan berat hati kami harus menolaknya karena keterbatasan ruangan yang kami miliki. Kami telah mengupayakan berbagai hal untuk mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, khususnya instansi-instansi yang terkait sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah, namun hingga sekarang sekolah kami belum mendapatkan penambahan ruangan.

Berbagai hal lain pun telah kami upayakan untuk mendapatkan bantuan dalam penambahan ruangan kelas ini sebagai cerminan semangat untuk mendidik dan berbuat lebih banyak guna mempertajam kemampuan intelektual (Intelectual Building) dan pembangunan karakter (Character Building) dalam mengimplementasikan di setiap aspek kehidupan, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar sehingga terwujud cita-cita dari pendidikan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam konstitusi bangsa ini untuk mencerdaskan anak bangsa, yang mampu mengahadapi tantangan masa depan yang kompetitif. Sehingga anak didik kitapun tidak akan buta terhadap dunia kapitalisme yang tengah menghegemoni dunia.

Dalam pada itu, untuk proses akhir terwujudnya hal tersebut, kami sangat berharap dan berdoa semoga di tahun ajaran 2011/2012 ini, sekolah kami akan mendapatkan bantuan untuk penambahan ruangan kelas. Sehingga tidaklah salah jika Bapak/Ibu yang membaca surat kami ini memiliki persepsi ataupun asumsi bahwa tujuan dari surat ini tidak lain hanya semata-mata untuk mendapatkan perhatian dan bantuan dari Pemerintah baik itu Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Demikian surat sederhana dan terbuka ini saya posting, dengan harapan besar mendapat perhatian. Semoga Allah SWT menyertai perjalanan hidup kita. Amin…

Wassalam,

4 thoughts on “Sekolah Termiskin di Indonesia

  1. sebuah ilustrasi yang sama tentang kemiskinan dan ketidakmajuan suatu wilayah pendidikan sekolah muhammadiayah di desa tempat Aku dilahirkan yang seharusnya mendapat perhatian dari pihak internal pengelola dan penayantun Dana Yayasan ,apalagi kalau Sekolah ini yang notabene bervisi dan misi islam di anggap /dinilai dari sisi Politik-nya , sangat nebyesakkan dada serta sangat menyedihkan Hat. i Aku….yang sejak lama sudah berlalu dari tempat pendidikan itu merasa terharu sekali…. bagaimanpun aku hrs bertindak..mencari jalan keluar…bagi aral yang merintagi pendidikan kemuhammadiyahan,,,bertemu dengan pengurus bekas sekolah ku tsb, bertemu dengan ketua yayasannya….. dan mengatakan kelak tempat pendidikan anak-anak islam ini akan menemukan kembali jati dirinya…dan waktunya harus saat ini….bikin protes terhadap pemerintah/dikjar yang mempersulit muhammadiyah dengan diskriminasi secara terus menerus terhadap Muhammadiyah//// karena sekolah SD yang aku favoritkan dulu ini sangat miskin sekali dengan perlengkapan sekolah serta kurikulumnya yang pasti ketinggalan… sabgat menyedihkan memang……Hingga air mata jatuh menetes di buatnya…Apa sekolah Agama kita harus di tinggalkan oleh Anak-anak pelajar dengan Keluhan serta sumpah serapah??/ Aku pikir itu semestinya tidak akan pernah terjadi…. tapi kenyataannya problematikanya sudah terlanjur berkontaminasi dengan keseharian daripada sekolah favorit ku itu…. namun apa daya ….kini masih menunggu uluran dan belas kasih… dari Allah dan dari mahluk yang sama mencintainya. sekian. @ariandicella. komunitas al- fadjr@facebook.com;lewat web .Yayang08|s ini berterimaksih atas sebaran dan bantuannya. utamanya pada pemilik web ini. sekali lagi terimakasih.wassalam.!

    • Alhamdulillah..sekedar informasi kalo sekolah kami telah mendapat janji dari pihak terkait dalam hal ini DIKORDA Kabupaten tempat kami yang katanya awal Oktober ini akan segera dibangun ruangan kelas buat sekolah kami..Kami berdoa semoga hal ini dapat betul-betul terealisasi dan begitu pula dengan sekolah Anda..semoga dapat diperhatikan oleh pemerintah utamanya dari pihak Internal Muhammadiyah.

      • alhamdulillah, pada bulan November yang baru lalu, kami selaku pendamping dari pengurus Yayasan Pendidikan Sekolah dasar muhammdiyah di kab.Donggala, telah mendapat bantuan langsung Dana pada kepala sekolahnya bantuan tsb berasal dari Kemendikbud ; guna membangun sebuah sebuah Perpustakaan sekolah yang cuklup memadai berukuran 10×5 mtr persegi. Dan pembangunannya sudah akan rampung dalam waktu dekat ini. Saya mengucapkan terimakasih pada saudari atas tanggapan dan komentar.yang telah kami baca. akhirul kalam ,salam hormat kami .wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s