ceritaku di Papua Barat…


Pengalaman ketika mengajar di gedung baru….

                Ketika kami menginjakkan kaki di distrik oransbari, SMA Persiapan Oransbari masih “meminjam” gedung di SMP Neg.6 Oransbari.

                Kemudian pada pertengahan Maret 2012, kami menempati gedung baru yang sudah merupakan milik SMA Persiapan Oransbari..ada banyak suka dan duka yang siswa dan kami alami ketika memulai pembelajaran di sekolah ini. Diantaranya, siswa dan kami harus membuka jalan untuk menuju ke sekolah dan menyusuri areal hutan yang lumayan lebat serta menemukan berbagai hewan yang baru pertama kali kami lihat…

                Pada saat pembelajaran dimulai, kami merasa kewalahan karena tidak ada papan tulis. Utamanya saya sebagai guru bahasa Inggris mulai kelabakan untuk memberikan materi. Saya mulai memutar otak untuk memulai pembelajaran dengan segala keterbatasan yang sekolah kami miliki. Akhirnya, saya segera mengambil kertas dan mulai mengguntingnya, menuliskan berbagai kata yang sesuai dengan materi yang akan mereka pelajari hari itu. Kebetulan waktu itu, mereka belajar tentang naratif text sehingga saya membuat guntingan-guntingan kalimat yang saya pisahkan menjadi beberapa kata dan disesuaikan dengan kelompok yang ada di dalam kelas yang telah saya bentuk sebelum kertas tersebut dibagikan…(hal ini terinspirasi dari pesan Bapak Dosen/Instruktur selama kami pelatihan pada prakondisi sebelum pemberangkatan bahwa kami harus pandai-pandai memanfaatkan metode/teknik pembelajaran yang sesuai dengan keadaan di lapangan = contextual teaching and learning)

                Alhamdulillah…siswa menikmati pembelajaran yang saya berikan hari itu dengan penuh semangat, bahkan mereka meminta untuk melanjutkan pembelajaran selanjutnya dengan cara seperti itu…Terima kasih Tuhan…Engkau telah memberikan petunjukMu…dengan segala keterbatasan yang kami miliki…kami mampu melaksanakan pembelajaran dengan menyenangkan…