KIAMAT INTERNET


Kiamat Internet…Apaan sih?

Ada banyak yang diresahkan dengan isu tentang kiamat internet, apa sih kiamat internet itu?

Julukan kiamat internet bagi malware Alureon ini berawal dari resiko pemadaman dan pemutusan koneksi internet secara masal, sehingga banyak blog yang menjulukinya sebagai malware kiamat internet. DNS Changer sendiri adalah virus yang dijalankan oleh lingkaran kejahatan asal Estonia yang telah di tutup oleh FBI pada bulan November tahun lalu. Konon, DNS Changer sudah menginfeksi sekitar 500.000 komputer dan Mac.

Virus ini pertama kali digunakan pada 2007 dan masuk ke dalam komputer tanpa sepengetahuan pengguna kemudian mengklik iklan yang tidak sah. Efek lain yang ditimbulkan virus ini adalah melambatnya koneksi internet dan menonaktifkan program antivirus.

Menurut FBI, virus ini dirancang untuk mengarahkan lalulintas internet melalui server DNS (Domain Name System) yang dikontrol oleh penjahat.

Seperti yang dikutip dari Reuters dan Telegraph, pada minggu ini malware atau virus DNS Changer telah terdeteksi menginfeksi sekitar 245.000 komputer dan 45.355 diantaranya berada di Amerika Serikat. Amerika Serikat telah menuduh 7 orang yang mendalangi serangan virus kiamat internet di seluruh dunia, 6 orang berasal dari Estonia sedangkan yang ke tujuh tinggal di Rusia dan saat ini masih buron. Sampai saat ini sudah 2 orang tersangka asal Estonia telah diekstradisi ke New York untuk menjalani proses peradilan di pengadilan federal Manhattan.

Pemerintah AS memutuskan untuk mengambil alih server DNS milik penjahat dan menutupnya. Server ditutup pada hari Senin, 9 Juli 2012 dan saat server ditutup maka lebih dari 250.000 komputer yang terinfeksi tidak akan dapat terkoneksi dengan Internet.

Hal ini pun mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika menerbitkan pernyataan resmi di situs kementerian itu pada Minggu, 8 Juli 2012 pukul 22:35 WIB.

 Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan  pernyataan resmi itu terkait dengan munculnya sejumlah pemberitaan di berbagai media massa terkait dengan kemungkinan terjadinya kiamat Internet pada hari ini 9 Juli 2012.

Pemberitaan tersebut berkembang, terkait dengan rencana FBI untuk mematikan sementara sejumlah server DNS yang akan membuat ribuan pengguna Internet kehilangan koneksi, khususnya mereka yang komputernya terjangkit virus DNS Changer.

Mengingat banyaknya pertanyaan dari berbagai kalangan, inilah pernyataan Kementerian Kominfo akhirnya menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1.  Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dalam berbagai kesempatan wawancara dengan sejumlah wartawan pada 5 hari terakhir ini mengatakan bahwa informasi tentang kiamat Internet tersebut hanya merupakan suatu isu belaka.

Meskipun demikian, Menteri Kominfo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus meningkatkan sistem keamanan komputer dan Internet.  Peningkatan sistem keamanan penggunaan komputer dan Internet tersebut dapat dilakukan dengan melengkapi fasilitas antivirus di komputer dan melakukan pembersihan komputer secara berkala dengan fasilitas tersebut.

2.    Pada jam 12.01 Eastern Standard Time (EST) 9 Juli 2012 tersebut FBI akan mengadakan pembersihan terhadap DNSchanger dalam bentuk penutupan server yang berbahaya dari virus tersebut adalah benar, dan pada saat yang bersamaan FBI juga sedang mendirikan dua server baru untuk membantu menghubungkan pengguna yang terinfeksi ke Internet.

Kewenangan Federal Bureau of Investigation (FBI) tersebut adalah sah, karena sebagai sebuah biro investigasi di AS, maka ruang lingkup kerja FBI adalah menjalankan fungsi pengamanan, intelijen dan penegakan hukum federal di dalam negeri AS. Pada 9 bulan yang lalu, FBI berhasil menemukan suatu cyber attact yang sangat mengejutkan di Estonia, dan kemudian FBI berhasil menangkap enam hacker yang berhasil menginfeksi virus malware DNS Charger pada lebih dari empat juta komputer di dunia.

3.    Kepada masyarakat diimbau untuk tetap melakukan aktivitas yang terkait dengan penggunaan Internet seperti biasa dan tidak perlu panik dan apalagi justru meniadakan aktivitas dengan Internet sejak 9 Juli 2012.

4.    Kementerian Kominfo, khususnya melalui ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) tetap terus melakukan monitoring, upaya pencegahan dan asistensi dari berbagai kemungkinan buruk yang terjadi baik, karena adanya aktivitas FBI pada 9 Juli 2012 maupun tidak karena adanya aktivitas tersebut.

Sebagai informasi, pada saat rapat dengar pendapat per 21 Februari 2011 dengan Komisi I DPR, Ketua ID-SIRTII telah melaporkan kepada Komisi 1 DPR bahwa setiap hari ada sekitar 1,25 juta serangan cyber yang menyerang berbagai akses Internet di Indonesia. Serangan itu berasal dari luar dan dalam negeri. Dan sejauh itu ID-SIRTII dapat mengatasinya cukup efektif bekerja sama dengan berbagai instansi.

5.    Seperti sudah dipublikasikan oleh berbagai kalangan, maka bagi masyarakat yang bermaksud mengetahui apakah komputernya akan terpengaruh atau tidak oleh DNS Changer bisa mengklik langsung ke situs milik DCWG (kelompok yang didirikan untuk mengatasi DNS Changer).

Apa yang akan Terjadi Jika Kiamat Internet?

Lebih dari seperempat juta komputer akan beresiko kehilangan akses internet pada 9 Juli 2012, karena serangan malware bernama Alureon. Malware ini sering dijuluki malware DNS Changer, beberapa blog menjulukinya sebagai  malware ‘internet doomsday’ atau kiamat internet.

Bagaimana Cara Mengatasinya??

Pakar Internet Onno W. Purbo mengungkapkan virus DNSChanger hanya akan menyerang komputer (client) dengan sistem operasi Windows, bukan server atau Linux. Adapun, untuk menangkalnya, bisa dengan membuka situs http://www.dcwg.org. DCWG singkatan dari DNS Changer Working Group. Selanjutnya klik tombol hijau dengan tulisan “Detect” di pojok kiri atas, begitu halaman baru terbuka, silakan klik link http://www.dns-ok.us/. Dan jika anda pikir komputer anda telah terinfeksi, silakan buka laman http://www.dcwg/fix. Jika komputer anda tidak terinfeksi, maka pada layar monitor akan muncul sebuah gambar berwarna hijau dengan pesan “DNS Resolution=GREEN”. Artinya, komputer dalam kondisi aman.

Namun, jika sebaliknya, yang muncul di monitor adalah logo merah, maka pengguna harus waspada dan segera klik http://www.dcwg.org/fix. Virus ini sebagian besar menyerang komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows. Jadi, jika pengguna menggunakan sistem operasi GNU Linux atau Mac OS X, kemungkinan akan terfinfeksi sangat jauh.

Bagi pengguna Windows, ada baiknya meningkatkan securithy sistem diantaranya: memperkuat firewall

Jika muncul laman dengan warna hijau, artinya komputernya bersih. Jika merah, kemungkinan berpotensi terinfeksi berarti ada masalah, sehingga perlu waktu untuk melakukan pembersihan komputer dari virus yang dimaksud dan perlu berkonsultasi dengan ISP yang terkait.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s