Aku Kembali…(Meneruskan Cita-Cita dan Harapan Anak Bangsa ‘MBMI’)


Senin, 10 Maret 2014

Setelah mengangkat barang-barang kami yang seakan hendak pindah rumah (untuk kedua kalinya), aku bersama Idhan dan Ratna menuju ke arah mobil (dinamakan taks) yang telah aku pesan sebelumnya ketika Labobar transit di Sorong. Kami berlima (ditambah seorang penumpang dan tentu saja sopirnya) di dalam taksi dan selanjutnya meneruskan perjalanan menuju ke Oransbari.

Di perjalanan, Idhan menanyakan tentang medan yang akan kami lalui hingga tiba di Oransbari. Tentu saja aku menceritakan akan hal yang indah-indah bahwa sepanjang jalan akan melewati dua pegunungan yaitu pegunungan Acemo dan Sayori dimana di sekelilingnya terdapat jurang yang dibingkai oleh pemandangan laut yang terlihat biru dan dihiasi oleh langit yang dikelilingi awan putih berarak. Tampak terlihat jelas di wajah Idhan dan Ratna ketika mereka menyaksikan nuansa langit biru seperti yang telah aku ceritakan. Dan akupun sedikit membuat mereka terlihat berkerut keningnya agar mereka tahu bahwa hidup itu bukan hanya tentang hal yang indah-indah saja namun juga beriringan dengan sebuah hal yang tak selalu indah..heheheh..

Aku menceritakan kepada mereka bahwa mungkin saja di tengah perjalanan mereka akan menemukan sesuatu yang terlihat ganjil. Mereka pun makin penasaran dan bertanya ada apa sih…lalu aku berkata, sabar saja karena aku yakin kalian akan menemukan itu. Dan ternyata ucapanku tidak meleset kurang dari 2 menit setelah mengatakannya, sekitar kurang lebih 6 meter dari taksi yang kami tumpangi terlihat jalanan dipalang dengan sebatang bambu dan sebuah drum yang di atasnya tergeletak seekor ayam yang telah berlumuran darah. Lalu Idhan bertanya..ada apa,Ra?lantas akupun tersenyum dan mengatakan inilah hal ganjil yang aku katakan tadi.

Taksi yang kami tumpangi berhenti selama kurang lebih lima menit untuk bernego tentang jumlah pembayaran yang harus mereka berikan kepada penduduk pribumi yang telah memalang jalan karena seekor ayam peliharaannya terlindas mobil yang apapun merk dan typenya pasti mereka akan menamainya Ranger…hehhee…

Kurang lebih 2 jam perjalanan yang kami tempuh hingga akhirnya aku menapakkan kaki kembali di tanah Oransbari setelah setahun yang lalu meninggalkan tempat ini dengan penuh harapan dan kenangan indah.

Oransbari…aku kembali…tempat yang pernah memberikan aku begitu banyak pengalaman baik suka dan duka dan pula telah mengajariku banyak hal akan tantangan dalam menghadapi kehidupan di dunia sekolah dan juga dalam kehidupan sekitarku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s