Aku Kembali…(Panggilan Hati Membuatku Harus Keluar dari Zona Nyaman!)


Pukul 05.30 Waktu Oransbari…

Karena hari ini adalah hari kedua kami di Oransbari, maka kami bergegas untuk bersiap-siap menuju kamar mandi.Kamar mandi besar yang airnya mengalir tiada henti dan sangat bening serta dihiasi oleh batu-batu kali..hehehe….inilah aku…bermain dengan fantasiku…aku membayangkan bahwa aku akan mandi di sebuah kamar mandi yang lengkap dengan shower dan bak besar padahal tempat yang nyatanya adalah sebuah kali yang airnya mengalir dari pegunungan ke sepanjang kali hingga tiba di Transito..yahh..nama kali tersebut adalah ‘Kali Transito’ yang sealiran dengan Kali Sindang Jaya.

Aku lantas membangunkan Idhan untuk segera ke kali agar kami nantinya bisa tiba di rumah sebelum anak-anak kelas XII yang sedang Ujian Akhir Sekolah datang ke sekolah. Sambil memanggil Idhan, aku mempersiapkan peralatan mandi dan juga ember yang bisa kami gunakan untuk mengangkat air setelah mandi nanti. Theo pun telah siap dengan alat mandinya dan juga telah mengangkat nasi yang sudah matang dari atas kompor serta telah memastikan bahwa kompor tersebut telah padam.

Pasti ada yang berpikir bahwa rumah tersebut telah dilengkapi alat-alat dapur..hmmm…tidak..dan belum…alat-alat dapur tersebut aku bawa dari rumah, mulai dari kompor, panci, wajan, baskom, piring,sendok, gelas dan sebagainya. Sementara untuk bahan-bahan di dapur seperti beras, gula pasir,abon daginng bahkan ikan dan bumbu-bumbu lainnya pun telah tersedia. Itu semua berkat mama dan kakak-kakakku yang telah mempersiapkannya buat aku..Terima kasih buat keluargaku yang selalu mendukung dan mengikhlaskan aku untuk jauh dari mereka. Theo pun telah mengeluarkan ‘Rice Cooker’nya..hehehehe…aku teringat ketika pertama kali datang ke Oransbari (saat mengabdi SM-3T dahulu) membawa ‘Rice Cooker’ padahal listrik tak ada..tak apa-apa Theo…kita bisa menggunakannya ketika ‘Genset’ dihidupkan nantinya.

Huffthh…Idhan terasa lama..belum juga bangun…padahal kami telah bersiap-siap untuk segera ke kali. Aku lantas menggedor pintu kamarnya hingga dia segera keluar kamar dan muncul dengan mata sipitnya..hehehehe….kasian…mungkin dia masih mengantuk. Tapi aku segera melirik jam pada hapeku..gawat waktu sudah menunjukkan pukul 06.03 dan aku segera mengomandoi mereka berdua lagi-lagi agar segera bergegas ke kali. Lalu Idhan berjalan ke luar pintu dengan menenteng ember berukuran sedang ( 20 liter air ) untuk diisi di kali.

Kami pun berjalan menyusuri semak-semak dan menuruni gunung Wondif melewati kantor distrik Oransbari yang terlihat masih lengang walaupun hari sudah terang. Sambil bercanda di sepanjang jalan, kami melangkah dengan agak cepat karena takut didahului oleh siswa untuk tiba di di sekolah.

Kurang lebih sepuluh menit, akhirnya kami pun tiba di pinggir jalan raya beraspal dan sesekali mendapati siswa SMP yang hendak ke sekolah dan mereka menyapa kami dengan ramahnya begitupula para penduduk pribumi yang lewat di samping kami. Di perempatan jalan, tepatnya di jembatan Transito, kami mendengar gemericik suara air yang mengalir dengan tenang dan airnya terlihat dari atas jalanan raya. Hmm…akhirnya kami pun tiba di kali Transito.

Air kali Transito begitu bening dan dingin. Cuaca pagi hari yang dingin tidak terasa karena melihat air yang begitu jernih. Theo pun mengalami hal yang sama denganku. Kami ingin segera berendam di dalam air tersebut. Mengingat bahwa kami tidak hanya berdua saja, namun ada Idhan yang berbeda jenis kelamin dengan kami…hehehee…akhirnya, kami meminta Idhan agar dia mandi agak jauh dari kami walaupun kami mandi dengan pakaian lengkap…ahhh…segarnya…

Setelah mandi (lebih tepatnya berendam selama kurang lebih 10 menit, akhirnya kami segera mengambil sarung dan berganti pakaian kemudian selanjutnya pulang ke rumah. Aku berjalan membawa pakaian basah di dalam kantong plastik dan tas ransel di pundak seperti hendak melakukan perjalanan jauh begitupula dengan Theo dan Idhan. Namun Idhan memiliki lebih banyak bawaan dibandingkan kami berdua karena dia membawa air kali dengan menggunakan ember yang kami bawa tadi. Kami berjalan dan sesekali berhenti karena kasihan pada Idhan yang membawa air untuk kami gunakan nanti mencuci piring. Setiap sekitar 15 meter kami berhenti karena bukan Cuma Idhan yang ngos-ngosan tapi aku dan Theo pun kecapean karena perjalanan yang kami tempuh harus menanjak dan melewati jalanan penuh batu-batu kecil sehingga terasa agak lama.

Untuk mengurangi kelelahan yang ada, aku memulai candaan dengan mengatakan bahwa anggap saja kita ini adalah pendaki profesional..heheheh…sehingga setiap pemberhentian kami beri nama ‘Pos 1 dan seterusnya hingga mencapai Pos 12’ untuk sampai di rumah. Ketika tiba di depan rumah adik-adik SM-3T jilid 3, mereka mencandai kami dengan mengatakan ‘kasihan…SM-3T jilid 4 sekarang harus berburu air’.hikkzz…tak apalah…daripada kami tak mandi…mereka masih merasa sedikit lega karena masih ada air di bak penampungannya sehingga mereka tidak harus ke kali seperti kami..ahh…tapi tak apa-apa…keringat di pagi hari itu membuat badan sehat (menenangkan diri karena telah habis mandi air di kali tapi begitu tiba di rumah mandi keringat….hehehehe)..yang semangat ya,Ira!!!iyyaa lahh…membayangkan senyuman bahagia anak-anak SMA Negeri Oransbari melihat kedatanganku kembali ke sekolah ini telah membuat semua rasa cape’ itu hilang…

Pukul 07.05…

Theo dan Idhan sarapan..tapi aku tidak terbiasa untuk sarapan di pagi hari. Biasanya Cuma minum segelas air putih di saat baru bangun tidur. Dan pagi ini aku pun hanya meneguk segelas air putih sebelum berangkat ke sekolah yang letaknya sangat dekat hanya sekitar 5 langkah dari rumah (mirip sebuah lagu ya??? :D).

Hari ini adalah hari kedua UAS untuk siswa kelas XII SMA Negeri Oransbari. Aku segera menyiapkan diri untuk menuju ke sekolah walaupun belum mendapat tugas untuk mengajar ataupun mengawas ujian. Taraaammm…Bunda Sarah, Mama Noel dan Pak Kasno yang melihatku terlihat kaget bercampur senang karena kedatanganku dan juga teman-teman..hal ini pun pasti dikarenakan rasa yang sama yaitu rindu akan kebersamaan ketika dulu masih di sini..(hehehe…sapa bilang,Ra?).. Mereka satu persatu menanyakan kabar dan kapan tiba di Oransbari..aku pun menjawab dengan sabarnya pertanyaan mereka..hehehee…tapi aku tak mau ketinggalan kesempatan untuk memperkenalkan Theo dan Idhan yang datang bersama denganku ke Oransbari. Tak lupa pula mereka menanyakan tentang kabar ketiga orang adik-adikku (masih ingat Srikandi SM-3T di Oransbari kan?hehehe) yaitu, Tytin, Hae dan Umra. Lalu aku menyampaikan salam kangen dari mereka kepada seluruh personil SMA Negeri Oransbari..dan mengatakan bahwa mereka belum sempat datang..hmmm…rasanya berada di sekolah ini seperti sedang reunian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s