MAKNAI KEGAGALAN SEBAGAI SEBUAH KEBAIKAN


Berbicara tentang kemenangan dan kegagalan, berarti membahas tentang sebuah kompetisi atau persaingan dimana hal ini sering kita alami dalam kehidupan ini. Keberhasilan dan kegagalan bagaikan sisi yang ada pada sebuah koin, jika kita melemparkannya ke atas akan terlihat permukaan kemenangan berarti saat itu kita ada di sisi kemenangan dan sedang memenangkan sebuah kompetisi, begitu pula sebaliknya.

Jika aku flashback dalam kehidupanku, maka ada beberapa kegagalan dan kekalahan yang aku temukan, namun tak sedikit pula kemenangan yang aku peroleh. Ketika aku mengalami kegagalan, aku tak lantas berputus asa walaupun kecewa dan sedih sudah pasti ada, wajar dan manusiawi, tpi rasa itu bukan untuk terus dituruti sehingga menjadi penyesalan atas takdir yang telah Allah gariskan. Jika telah Allah tuliskan bahwa aku harus gagal hari ini, bisa jadi kegagalan ini adalah hal terbaik yang terjadi dalam hidup aku hari ini. Begitupula jika aku mengalami kemenangan, aku tak ingin hal ini menjadikanku sombong, namun aku hanya menjadikannya pemicu semangatku agar bias lebih maju dan berkarya dalam berbuat kebaikan.
Aku pernah membaca sebuah artikel tentang bersyukur di saat menemui kegagalan. Menurut artikel tersebut seorang ustadz berkata bahwa tujuan kita hidup di dunia ini hanya untuk melakukan kebaikan, beribadah pada Allah dengan sebaik-baiknya. Kita tidak ditugaskan untuk selalu menang..

Hal ini mengingatkan aku pada apa yang telah kualami sekitar satu setengah tahun yang lalu, ketika hendak mendaftar kuliah PPG (Pendidikan Profesi Guru) Dalam Jabatan di Universitas Negeri Makassar, dimana ketika itu aku berhasil mendapatkan Nomor Registrasi Pendaftaran secara online yang menjadi acuan untuk langkah selanjutnya. Saat itu aku berpikir bahwa aku akan menang dan akan berhasil, mengingat ada beberapa teman yang pada waktu itu mendaftar online, namun gagal. Lalu, aku segera mengurus segala kelengkapan administrasinya dan mengajukannya ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinasnya. Namun ternyata, jawaban yang aku peroleh dari kantor tersebut sempat membuat aku down dan kurang semangat. Aku tidak mendapatkan lampu hijau dari salah satu staf di kantor tersebut untuk memperoleh tandatangan Kepala Dinasnya. Hari itu aku pulang ke rumah dan merenung bahwa hari ini nasib baik tidak berpihak padaku. Aku telah mencoba berbagai cara yang aku anggap bisa membuat aku memenangkan kompetisi itu, jujur aku akui kalau aku sangat ingin mengikuti PPG. Namun, aku tak boleh melalaikan tugasku yaitu mengabdi sebagai tenaga pengajar sukarela di sebuah sekolah dasar. Aku harus fokus untuk mengajar saja dan harus mengambil keputusan bahwa aku gagal untuk bisa mengikuti Pendidikan Profesi Guru.

Namun, tidak lama berselang kemudian, aku membaca sebuah Koran Harian yang membahas tentang pelaksanaan tes Program SM-3T (Sarjana Mengabdi di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang diadakan oleh Kemdiknas bekerjasama dengan DIKTI untuk merekrut para lulusan Sarjana Pendidikan. Aku lihat hari itu rupanya tesnya sedang berlangsung, aku pun berpikir bahwa ini bukan lagi kemenanganku, karena aku terlambat mendapatkan informasinya. Tetapi, kalaulah rezeki tidak akan kemana…ternyata setelah tes tersebut masih ada perpanjangan penerimaan lagi karena masih ada kuota yang lowong. Lalu, aku pun mendaftar dan mengikuti serangkaian tes dan akhirnya LOLOS…aku berangkat ke Papua Barat sebuah daerah terpencil yang sangat membutuhkan guru. Aku berada di sana selama sebelas bulan, mengabdikan diri untuk kebaikan, dan masih ada lagi kebaikan lain yang akan menanti yaitu kuliah PPG dan mendapatkan beasiswa penuh dari DIKTI. Sungguh suatu hal yang tidak bisa aku bayangkan sebelumnya.

Ternyata inilah kebaikan yang telah diatur oleh Allah buat aku dan juga buat orang-orang yang ada di Papua Barat, khususnya di SMA Negeri Oransbari, distrik Oransbari-Manokwari Selatan. Waktu itu aku tidak lolos (tidak punya kesempatan untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan) mungkin karena itu kurang baik buatku (mengingat biaya PPG yang lumayan tinggi dan mahal untukku). Allah kemudian mengatur sebuah kemenangan bagi aku yaitu setelah melewati kegagalan dalam mendaftar PPG Dalam Jabatan maka aku memperoleh kesempatan mengikuti PPG Pra Jabatan yang merupakan beasiswa penuh dari pemerintah…sungguh aku sangat bersyukur akan hal ini.

Nah…mengapa aku kembali memposting catatan ini, karena aku ingin menunjukkan kepada saudara-saudaraku yang telah mengikuti tes apapun itu dan jg calon presiden untuk tetap tersenyum tulus walaupun nantinya tak mendapati namanya dalam pemilihan umum–tetaplah semangat.

Alhamdulillah…Insya Allah ini adalah hasil akhir yang terbaik. Setelah melewati serangkaian proses mulai dari pemasukan berkas hingga tes yang pastinya tidak gratis.Ini sebuah pengalaman yang luar biasa.

Memang mendapatkan kemenangan bisa menjadi sebuah kebaikan untuk kita, tapi itu bisa jadi keburukan untuk org lain. Maka saat kita gagal dan orang lain menang, itu berarti kita telah menjadi jalan bagi kebaikan org lain. Kita gagal maka orang lain menang. Dan jika kita menang, berarti orang lain gagal. Saat kita gagal dan mungkin mendapat keburukan, bersyukur saja, maka seketika keburukan itu akan berubah menjadi kebaikan, jadi ibadah, bersyukur atas takdir Allah adalah kebaikan dan ibadah.
TETAP SEMANGAT…PEACE!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s