Penguatan Pendidikan Karakter


GSH, 11 Desember 2016
Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter
Oleh : Dr. Latipun

Konsep Dasar

  • Karakter
  • Sikap, perilaku, skill, motivasi sebagai manifestasi dari nilai, kemampuan, kapasitas moral dan ketegaran dalam menghadapi tantnanga. Karakter sebagai hasil dari olah piker, olah hati, olah raga dan rasa serta karsa.
  • Sebagai isi dari proses pendidikan dan menjadi ‘generator’ bagi individu dan masyarakat dalam menjalankan kehidupan nyata.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Definisi:

“ Gerakan Pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa(estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan public dan kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

photogrid_14814637739641Urgensi :

  1. Kecenderungan kondisi degradasi moralitas, etika, dan budi pekerti
  2. Pembangunan SDM merupakan pondasi pembangunan bangsa.
  3. Menuju Generasi Emas 2045 dengan dibekali Keterampilan abad 21 : Kualitas Karakter, dan Kompetensi 4c (creative, communication, critical thinking & cooperation).

Rasional ( Landasan Hukum):

  1. Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Pasal 3: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangs, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
  2. Agenda Nawacita No.8 : Penguatan revolusi karakter bangsa melalui bdi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental.
  3. Trisakti : Mewujudkan generasi yang berkepribadian dalam Kebudayaan (Trisakti: berdulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara social budaya).
  4. RPJMN 2015 – 2019 : Penguatan Pendidikan karakter pada anak-anak usia sekolah pada semua jenjang pendidikan untuk memprkuat nilai-nilai moral, akhlak, dan kepribadian peserta didik dengan memperkuat pendidikan dan karakter yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran”
  5. Mempersiapkan Generasi Emas 2045 : yang bertaqwa, nasionalis, tangguh, mandiri, dan memiliki keunggulan bersaing secara global.
  6. Arahan Khusus Presiden kepada Mendikbud : untuk memperkuat pendidikan karakter.

Mendikbud menyampaikan bahwa Penguatan Pendidikan karakter merupakan poros utama perbaikan pendidikan nasional yang berkaitan erat dengan program prioritas pemerintah.

Pengembangan Nilai-nilai Karakter:

Filosofi Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara :

  • Olah Hati (Etika)
  • Olah Raga (Kinestetika)
  • Olah Pikir (Literasi)
  • Olah Karsa (Estetika)

Nilai-nilai Karakter :

  • Religius
  • Jujur
  • Toleransi
  • Kerja keras
  • Kreatif
  • Mandiri
  • Demokratis
  • Rasa ingin tahu
  • Semangat kebangsaan
  • Cinta tanah air
  • Menghargai prestasi
  • Bersahabat/komunkatif
  • Cinta damai
  • Gemar membaca
  • Peduli lingkungan
  • Peduli social
  • Tanggung jawab
  • Dan lain-lain.

KRISTALISASI NILAI-NILAI

Dari nilai-nilai karakter tersebut di atas, maka terdapat 5 kristalisasi nilai yang disebut Nilai Utama yang terdiri dari:

  • Religius
  • nasionalis
  • integritas
  • mandiri
  • gotong royong

Fokus Penguatan Pendidikan Karakter

  1. Struktur Program
  • Jenjang dan Kelas
  • Ekosistem Sekolah
  • Penguatan kapasitas guru
  1. Struktur Kurikulum
  • PPK melalui kegiatan intra-kurikuler dank o-kurikuler
  • PPK melalui kegiatan Ekstra-kurikuler
  • PPK melalui kegaitan non-kurikuler

Pendidikan Karakter Berbasis Kelas:

  • Integrasi dalam mata pelajaran
  • Optimalisasi muatan local
  • Manajemen kelas

Pendidikan Karakter Berbasis Kultur Sekolah

  • Pembiasaan nilai-nilai dalam kesehrian sekolah
  • Keteladanan Pendidik
  • Ekosistem sekolah
  • Norma, peraturan dan tradisi sekolah

Pendidikan Karakter Berbasis Komunitas

  • Orang tua
  • Komite Sekolah
  • Dunia usah
  • Akademisi, penggiat pendidikan
  • Pelaku Seni & Budaya, Bahasa & Sastra
  • Pemerintah & Pemda

Keluaran

  • Pembentukan individu yang memiliki karakter dan kompetensi abad 21

Hasil :

  • Olah Pikir ; Individu yang memiliki keunggulan academia sebagai hasil pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat.
  • Olah hati, Individu yang memiliki kerohanian mendalam, beriman dan bertakwa
  • Olah rasa dan karsa: Individu yang memiliki integritas moral, rasa berkesenian dan berkebudayaan.
  • Olah raga, Individu yang sehat dan mampu berpartisipasi aktif sebagai warga Negara.

Materi yang disampaikan oleh Bapak Dr. Latipun tersebut di atas merupakan salah satu materi Bimbingan Teknis Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang berlangsung sejak 11-12 Desember 2016 sebanyak 8 jam pelajaran (selama 2 hari).  Pada sesi pertama materi Penguatan Pendidikan Karakter ini menciptakan suasana diskusi yang hangat diantara peserta Bimtek.

Semoga dengan mengikuti Bimtek PKB yang diikuti oleh 546 Calon Guru Garis Depan (GGD) tahun 2016 ini adalah peserta gelombang ke-3 dari 6926 peserta yang ada. Peserta sejumlah 546 peserta Calon GGD ini termasuk pepada GGD merupakan alumni PPG Prajabatan Dikti yang terdiri dari PPG SM-3T, PPG PGSD Berasrama, PPGT, PPG SMK Kolaboratif, dan PPG Basic Science. Para Calon GGD ini telah memiliki sertifikat pendidik sebagai salah satu persyaratan khusus untuk mengikuti serangkaian SCASN (Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara) dimana sebelumnya mereka telah mengabdikan diri di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) di seluruh wilayah Indonesia. Guru Garis Depan Indonesia melahirkan Guru yang Penyayang, Inspiratif dan Mendidik dengan hati dan juga akan menghasilkan peserta didik yang berkarakter sesuai dengan nilai utama yang telah dibahas di atas.

Bimtek Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Tahun 2016


Sesuai amanat Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa Profesi guru dan tenaga kependidikan harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Guru dan tenaga kependidikan merupakan tenaga professional yang mempunyai peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu ‘ Menciptakan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif’. Oleh karena itu, guru yang professional wajib terus belajar dan melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan sehingga sesuai dengan amanant Undang-undang ( Direktur Pembinaan Guru Dikdas,2016).
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah sebuah program yang mulai dilaksanakan oleh Kemendikbud dalam rangka meningkatkan kompetensi guru sesuai amanat undang-undang melalui pelatihan yang telah dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan dan peningkatan professional guru, dimana guru diharapkan dapat menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang pembelajar yang aktif dan professional sesuai UU . PKB merupakan serangkaian kegiatan yang direncanakan secara sistematik untuk meningkatkan kompetensi calon guru secara professional sehingga dapat meningkatkan proses belajar dan mengajar di sekolah yang akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Adapun dasar hukum pelaksanaan PKB dikembangkan dengan memperhatikan beberapa peraturan sebagai berikut :
1.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang SIstim Pendidikan Nasional.
2.Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Guru dan Angka Kreditnya.
3.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
4.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Prubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
5.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
6.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2012 tentang Uji Kompetensi Guru.
Tujuan diadakannya Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini adalah untuk :
1.Memberikan penguatan pendidikan karakter
2.Memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan;
3.Memberikan pemahaman lintas Sosio-Budaya;
4.Membekali kompetensi dalam penulisan Best Practice dan penggunaan E-Monev (Evaluasi Diri);
5.Memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai Pengembangan Instrument Penilaian;
6.Memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai penskoran evaluasi hasil belajar;
7.Memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai review soal.
( Panduan Bimtek PKB, 2016)
Kegiatan PKB ini dilaksanakan secara bertahap sejak tanggal 30 November hingga 24 Desember bagi 6926 Calon Guru Garis Depan (GGD) di beberapa tempat di Jakrta dan Tangerang.

Presentasi GP Moda Daring

Presentasi GP Moda Daring