Jangan Paksa Aku Belajar, Mama!


Pagi itu di bawah pohon Trembesi terlihat sekelompok siswa kelas 4 sedang bersantai. Ada yang bermain kejar-kejaran dengan temannya, ada yang duduk di bawah pohon menikmati jajanannya.

Sementara tidak jauh dari mereka terlihat seorang anak perempuan dengan rambut dikuncir sedang membuka-buka bukunya. Rupanya dia sedang belajar. Terlihat dari tingkahnya yang sesekali menunduk ke buku tulisnya kemudian bicara sendiri lalu menunduk lagi. Anak itu memang jarang bermain dan bersantai dengan teman-teman sebayanya. Dia bernama Eva.

Eva, gadis kecil yang berpostur bagus. Badannya lebih bongsor dibanding anak seusianya dengan tinggi kurang lebih 150 cm dan berat 45 kg membuat semua orang yang melihatnya akan terkesan bahwa anak itu ciri seorang anak sehat. Ya, memanglah Eva seorang anak yang sangat sehat, pintar dan rajin.

Tak ada mata pelajaran yang ingin dilewatkan oleh Eva. Semua bidang ilmu yang diajarkan di kelasnya akan dilahapnya dengan cepat. Sungguh Eva adalah potret seorang pelajar yang sangat ideal. Selain pintar, baik, dan rajin, dia pun cantik. Eva terlahir dari perpaduan Jawa-Padang dan lahir serta besar di Papua Barat.

Eva,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s