Masih adakah Rasa “Tepo Seliro” itu?


facebookTepo Seliro…apakah itu?

Mungkin pembaca yang termasuk kategori kids jaman now jarang mendengarkan kedua kata tersebut, ataukah bahkan mungkin tidak pernah mendengarnya sama sekali?

Saya adalah kids jaman old, yang masih selalu terngiang-ngiang dengan nasehat guru di masa lalu ketika masih duduk di bangku SD dan SMP. Kala itu, kami belajar tentang Pendidikan Moral Pancasila yang biasa disingkat PMP. Kami belajar tentang bagaimana menghargai orang lain, memiliki tenggang rasa atau tepo seliro.

Sikap tenggang rasa atau tepo seliro adalah sebuah sikap mental yang dimiliki seseorang dalam menjalani hidup bermasyarakat. Baik dalam ucapan, gerak-gerik ,maupun prilaku yang ditunjukkan didepan umum. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan yang mencerminkan sikap menghargai dan menghormati orang lain.

Dengan adanya sikap tepo seliro tersebut, kita dapat menjaga perasaan orang lain,sehingga tidak akan menyinggung dan melukai hati orang.

Masih adakah sikap tepo seliro tersebut saat ini?

Jika sikap Tepo Seliro masih ada tentu saja akan menghadirkan suasana rukun, bersahabat, harmonis dan serasi dalam hubungan antar sesama manusia. Kita boleh berbeda faham dan keyakinan, berbeda pilihan pemimpin, juga berbeda haluan politik namun jangan sampai sikap tepo seliro atau tenggang rasa itu raib ditelan keangkuhan. Jangan karena merasa diri benar, merasa diri hebat, lalu kita dengan semena-mena meninggalkan rasa tepo seliro itu.

Mencaci-maki pemimpin kita, menertawai lawan politik kita, menghina setiap tindakan rival kita dalam sebuah pertandingan adalah sebuah bentuk punahnya rasa tepo seliro.

Setinggi apapun gelar yang disandang dan sehebat apapun jabatan kita dalam

masyarakat, tak sepatutnyalah kita menghilangkan rasa tepo seliro tersebut karena kita adalah rakyat Indonesia yang berKetuhanan Yang Maha Esa, Berkemanusiaan yang adil dan beradab, memiliki rasa persatuan Indonesia, jiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan serta Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mari kita hilangkan prilaku nyinyir-menyinyir, sindir-menyindir, cela-mencela dari kehidupan kita agar tercipta sebuah kedamaian yang indah.

Siapapun calon presiden pilihan Anda pada tahun depan, sangat saya hargai dan hormati! Dan tentu saya akan lebih menyayangi Anda jika kita kembali memupuk rasa tepo seliro di hati kita masing-masing!

Indonesia Jaya, Indonesia Damai

Indonesia Raya, Indonesia Maju

Dengan sikap Tepo Seliro!

Advertisements