CPD Part II


CPD Part II
oleh Ila Violeta Yayank pada 14 Maret 2011 jam 23:52

Seperti yang sudah saya janjikan bahwa akan ada part II…maka di bawah ini adalah alasan ataupun penyebab timbulnya CPD…dan saya memulainya dengan sebuah pertanyaan…

Mengapa mengalami CPD?

Setelah membaca pengalaman dari teman-teman baik itu berupa pola tingkah lakunya ataupun pembicaraannya..ternyata sikap tidak percaya diri ini muncul akibat kebiasaan-kebiasaannya mengembangkan sikap dan pendapat negatif tentang dirinya. Mungkin juga sikap tidak percaya diri ini muncul sebagai akibat dari pengaruh lingkungan kita. Pengaruh yang seperti apa? Antara lain sikap lingkungan yang membuat kita takut untuk mencoba. Takut untuk berbuat salah. Semua harus seperti yang sudah ditentukan.

Terkadang ada rasa takut dimarahi ini, sehingga kita malas untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari orang kebanyakan. Ketika belajar mau tunjuk tangan waktu guru melemparkan pertanyaan di dalam kelas… takut! Kadang malah mau jalan di hadapan orang banyak saja, malu setengah mati! Apalagi mau mengajak orang kenalan, mau say no to others, mau ikutan kursus, bergaul… takut! Wah… kalau serba takut, serba ragu, serba malas begini, apa jadinya kita nanti? disinilah mulai timbul lagi CPD.huffthh…

Tentunya kalian pernah membaca namun tak pernah tahu berapa kali Thomas Alva Edison melakukan kesalahan sebelum akhirnya berhasil menemukan formula hebat untuk membuat lampu pijar. Dia kan tidak langsung berhasil ketika pertama kali mencoba, ya enggak?

SO WHAT???Mungkin perlu ratusan kali gagal sebelum mencapai satu keberhasilan. Kesalahan bukan akhir hidup kita. Kesalahan sebenarnya hanya merupakan langkah menuju keberhasilan. Setiap kesalahan membawa kita semakin dekat dengan keberhasilan. Kalau kita meyakini hal ini, pastinya percaya diri kita juga enggak gampang terpengaruh oleh pandangan atau sikap negatif dari lingkungan kita.

Nah…untuk mengatasi hal tersebut…pasti ada kiat-kiat yg bisa membantu kita.Tapi…saya hanya akan menayangkannya dalam CPD Part III…itu pun kalau ada request dari pembaca..heheheheeh…nantikan aja ya!

CPD (Kurang Percaya Diri)


CPD (Kurang Percaya Diri)
oleh Ila Violeta Yayank pada 14 Maret 2011 jam 23:24

Ada sebuah kisah yang aku copy dari sebuah blog yang disadurnya dari ’Chicken Soup for The Soul’ by Michael Jeffreys yang menceritakan tentang seorang gadis buta. Suatu hari ia bertemu seorang pesulap yang kemudian mengajaknya bermain sulap. Ajaib sekali bahwa sang gadis bisa menebak seluruh kartu yang diberikan sang pesulap. Kok bisa?

Ternyata rahasianya ada pada kecerdikan sang pesulap. Dengan menggunakan beberapa tipuan, ia berhasil mengeluarkan potensi sang gadis untuk bermain sulap bersamanya. Tanpa ragu sang pesulap mengajak sang gadis bermain di hadapan keluarganya, di hadapan orang banyak. Kepercayaan diri sang pesulap yang begitu tinggi menular pada sang gadis buta. Sejak saat itu sang gadis merasa telah menjadi seorang bintang di rumahnya. Ini terjadi hanya karena ada orang yang memberinya kesempatan untuk bersinar sejenak dan merasa istimewa di depan keluarganya. Ia yang selama ini merasa menjadi beban dalam keluarganya kini merasa sejajar dengan mereka karena peristiwa itu.

Kisah tersebut menggambarkan bagaimana pentingnya rasa percaya diri (PD). Mengapa hari ini saya merasa perlu membuat catatan ini?karena banyak sekali diantara teman-teman yang kehilangan rasa percaya diri dan bahkan mengalami krisis percaya diri (KPD) atau kalau boleh saya berikan istilah…CPD (Culang PerKaya Diri) *red : C= K dan K= C…

Dan sepertinya…kita perlu tahu alasan mengapa ada orang, ada teman kita yang sepertinya sangat tidak percaya kepada dirinya sendiri? Coba analisis juga, kira-kira hal apa sih yang membuat kita jadi enggak minder? Apa sih yang menghambat diri untuk maju dan mengeluarkan seluruh potensi diri kita? Kenapa harus ada rasa ragu tiap kali ada keinginan untuk melakukan sesuatu?

Pasti kalian merasa penasaran dengan kelanjutan dari catatan ini kan? Sengaja saya potong agar kalian mau menyempatkan diri membaca catatan selanjutnya di CPD Part II karena catatan itu nantinya adalah inti dari CPD dan gimana mengatasinya…