PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) 2011

Alur Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Catatan : Program Sergur melalui penilaian portofolio berakhir tahun 2014

Latar Belakang
•Terjadinya perubahan- perubahan yang sangat cepat dalam segala aspek kehidupan.
•Perubahan tersebut berdampak terhadap tuntutan akan kualitas pendidikan secara umum, dan kualitas pendidikan guru secara khusus untuk menghasilkan guru yang profesional.
•Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
•Tuntutan peraturan perundangan bahwa guru harus berkualifikasi S- 1/ D- IV dan Memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui program pendidikan profesi guru.
Landasan Yuridis
•UU RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
•UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
•PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
•PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
*Peraturan Mendiknas No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
•Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 tentang sertifikasi Guru dalam Jabatan.
•Permendiknas No 8 Tahun 2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan

Pengertian Program PPG
•Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan yang selanjutnya disebut Program PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S-1 Kependidikan dan S-1 / D-IV Non Kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan (Permendiknas No. 8 Tahun 2009 tentang PPG).

Tujuan Program PPG
Tujuan Umum:
•Menghasilkan guru yang memiliki kemampuan mewujudkan fungsi pendidikan nasional , yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memiliki kemampuan mewujudkan tujuan bangsa, dan memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Tujuan Khusus:
•Menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik, serta melakukan penelitian, dan mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan.
Calon Peserta Program PPG
•S- 1 Kependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh;
•S- 1 Kependidikan yang serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
•S- 1/ D- IV Non Kependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
•S- 1/ D- IV Non Kependidikan yang serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, dengan menempuh matrikulasi;
•S- 1 Psikologi untuk program PPG pada PAUD atau SD, dengan menempuh matrikulasi.
Seleksi Peserta
•Seleksi penerimaan peserta didik program PPG dilakukan oleh program studi/ jurusan di bawah koordinasi LPTK penyelenggara.
•Mahasiswa yang lulus seleksi dilaporkan kepada Dirjen Dikti untuk mendapatkan nomor registrasi Program PPG.
Prosedur Rekrutmen Peserta

1. Seleksi administrasi:

•Ijazah S- 1/ D- IV dari program studi yang terakreditasi, yang sesuai atau serumpun dengan mata pelajaran yang akan diajarkan.
•Transkrip nilai,
•Surat keterangan kesehatan,
•Surat keterangan kelakuan baik, dan
•Surat keterangan bebas napza.

2.Tes penguasaan bidang studi yang sesuai dengan program PPG yang akan diikuti
3.Tes Potensi Akademik.
4.Tes penguasaan kemampuan berbahasa Inggris
5.Penelusuran minat dan bakat melalui wawancara dan observasi kinerja disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan serta kemampuan lain sesuai dengan karakteristik program PPG.
6.Asesmen kepribadian melalui wawancara/ inventory atau instrument asesmen lainnya.

Alur Seleksi dan Matrikulasi Program PPG Pra Jabatan.

Alur Seleksi dan Matrikulasi Program PPG Pra Jabatan
Matrikulasi (Hanya bagi peserta PPG Pra jabatan)
•Lulusan S- 1 Kependidikan dan S- 1/ D- IV Non Kependidikan yang tidak sesuai dengan program PPG yang akan diikuti, harus mengikuti program matrikulasi.
•Matrikulasi adalah sejumlah matakuliah yang wajib diikuti oleh peserta program PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk peserta program PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk memenuhi kompetensi akademik bidang studi dan/ atau kompetensi akademik kependidikan sebelum mengikuti program PPG .
•Matrikulasi diperuntukkan bagi calon peserta Program PPG Pra Jabatan yang belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan berdasarkan hasil asesmen (berdasarkan standar kompetensi lulusan melalui tes penguasaan SKL)
•Kurikulum matrikulasi adalah kurikulum S1 kependidikan (dapat berupa matrikulasi matakuliah akademik kependidikan, maupun akademik bidang studi)

Sistem Pembelajaran Program PPG
Sistem Pembelajaran
•Perkuliahan dalam bentuk workshop SSP (subject specific pedagogy) untuk menyiapkan perangkat pembelajaran di sekolah (RPP Bahan Ajar, Media Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, dsb) , dan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dengan pemantauan langsung secara intensif oleh dosen yang pemantauan langsung secara intensif oleh dosen yang ditugaskan khusus untuk kegiatan tersebut, dinilai secara objektif dan transparan.
•Praktek pengalaman lapangan program PPG dilaksanakan berorientasi pada pencapaian kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, serta melakukan pembimbingan dan pelatihan.

Uji Kompetensi
•Uji kompetensi sebagai ujian akhir terdiri dari ujian tulis dan ujian kinerja , ditempuh setelah peserta lulus semua program PPG.
•Ujian tulis dilaksanakan oleh program studi/ jurusan penyelenggara dengan berorientasi pada portofolio penyelenggara dengan berorientasi pada portofolio (kumpulan SSP).
•Ujian kinerja dilaksanakan oleh program studi/ jurusan dengan penguji berasal dari dosen program studi dan wakil dari organisasi profesi dan/ atau pihak eksternal yang profesional, kompeten, dan relevan .
*Peserta yang lulus uji kompetensi memperoleh sertifikat pendidik bernomor register yang dikeluarkan oleh LPTK.

PEDOMAN PENETAPAN PESERTA
PROGRAM PPG DALAM JABATAN TAHUN 2011
PROGRAM SERTIFIKASI GURU

Tahapan Seleksi Peserta
A. Seleksi Administrasi oleh Dinas Pendidikan Kab/ Kota
B. Seleksi Akademik di LPTK

A. Seleksi Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten
Calon peserta mendaftar ke dinas pendidikan kabupaten/ kota dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut.
1.Biodata peserta Program PPG Dalam Jabatan.
2.Format isian calon peserta Program PPG Dalam Jabatan.
3.Foto kopi ijazah S- 1/ D- IV yang sudah dilegalisasi oleh perguruan tinggi asal.
4.Surat keterangan sebagai guru PNS (guru pegawai negeri sipil yang diangkat)
5.Surat keterangan sebagai guru PNS (guru pegawai negeri sipil yang diangkat oleh pemerintah pusat maupun pemda) dari KS.
6.Surat keterangan sebagai guru bukan PNS (guru tetap pada satuan pendidikan tempat yang bersangkutan mengajar) dari KS dan/ atau yayasan.
7.Surat keterangan yang menyatakan memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun, dilengkapi SK pengangkatan sebagai guru.
8.Surat pernyataan kesediaan mengikuti pendidikan dan meninggalkan tugas mengajar yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan kepala sekolah.
9.Surat persetujuan/ izin dari kepala dinas pendidikan kabupaten/ kota.
10.Surat keterangan bebas napza
11.Surat keterangan kesehatan.
12.Bukti prestasi (portofolio) yang dapat berupa:
•Fotokopi sertifikat/ piagam/ surat keterangan tentang prestasi guru yang telah dilegalisasi oleh kepala sekolah.
•Buku, modul, artikel, laporan penelitian yang relevan dengan pendidikan atau media/ alat pembelajaran
•Surat keterangan/ sertifikat/ piagam penghargaan mengenai prestasi akademik/ non akademik dan karya pengembangan profesi di tingkat kabupaten/ kota, provinsi, atau nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun organisasi/ lembaga yang dilegalisasi atasan.
• Surat keterangan/ surat tugas dari pejabat yang berwenang tentang pembimbingan teman sejawat atau siswa yang telah dilegalisasi oleh kepala sekolah.

B.Seleksi di LPTK
Berdasarkan dokumen yang dikirim oleh Dinas Pendidikan kabupaten/ kota, ke LPTK, LPTK melakukan penilaian dokumen dengan menggunakan prinsip PPKHB.

LPTK melakukan seleksi menggunakan tes dan non tes yang meliputi hal berikut.
•Tes penguasaan bidang studi (sesuai dengan bidang studi yang diampu).
•Tes kemampuan bahasa Inggris (English for Academic Purposes)
•Tes Potensi Akademik sesuai dengan kondisi setempat
•Penelusuran minat dan bakat melalui wawancara dan observasi kinerja.
LPTK menetapkan hasil seleksi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian pendidikan Nasional.
Alur Program Pendidikan Profesi Guru

Sasaran
Peserta Program PPG bagi Guru Dalam Jabatan untuk tahun 2011 ditetapkan oleh pemerintah sejumlah 13. 040 guru.

Persyaratan Peserta
•Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S- 1) atau diploma empat (D- IV)dari program studi yang terakreditasi, kecuali guru SD dan guru PAUD.
•Mengajar di satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional.
•Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemda atau guru yang diperbantukan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
•Guru bukan PNS, yaitu guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemda.
•Memiliki NUPTK.
•Memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun dengan usia maksimal 35 tahun pada saat mendaftar.
•Memiliki prestasi akademik/ non akademik dan karya pengembangan profesi di tingkat kab/ kota, provinsi, atau nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun organisasi/ lembaga.
•Bersedia mengikuti pendidikan sesuai dengan peraturan terkait yang relevan dan mendapatkan izin belajar.
•Surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
•Surat keterangan bebas napza (narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya).
Mekanisme Perekrutan
•Ditjen PMPTK bersama Ditjen Dikti menetapkan kuota provinsi berdasarkan data jumlah guru secara nasional.
•Ditjen PMPTK dan Ditjen Dikti melaksanakan sosialisasi pelaksanaan Program PPG kepada Dinas Pendidikan provinsi, LPMP, Dinas Pendidikan kabupaten/ kota, kepala sekolah, guru, pengawas, dan masyarakat tentang teknis seleksi dan pelaksanan Program PPG Dalam Jabatan.
•Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota menggandakan Format A1 sejumlah kuota kemudian mendistribusikan Format A1 kepada para guru calon peserta Program PPG Dalam Jabatan.
•Guru melengkapi dokumen dan mengirimkan ke Dinas Pendidikan Kab/ Kota.
•Guru melengkapi dokumen dan mengirimkan ke Dinas Pendidikan Kab/ Kota.
•Dinas Pendidikan Kab/ Kota melakukan seleksi administrasi 6. Dinas Pendidikan Kab/ kota melakukan seleksi administrasi dan menetapkan calon peserta yang lolos seleksi administrasi, selanjutnya Dinas Pendidikan Kab/ Kota mengirimkan data hasil seleksi administrasi ke LPTK.
•LPTK melakukan seleksi dokumen dan seleksi akademik baik melalui tes maupun non tes sesuai dengan pedoman yang tlah ditetapkan
•LPTK mengumumkan hasil seleksi dan melaporkan ke Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti dan Ditjen PMPTK.

Rujukan: Bahan Tayangan Workshop Program Pendidikan Profesi Guru
Direktorat Ketenagaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementrian Pendidikan Nasional 2010

Sekolah Termiskin di Indonesia

Kepada

Yth. Bapak/Ibu (yang membaca surat ini)

Assalamu’ alaikum wr.wb.

Kemerdekaan sebuah bangsa di ukur oleh dua hal, pertama, tingkat pendidikan, dan kedua pelayanan kesehatan, pendidikan dalam hal ini menjadi sesuatu yang sangat urgen dalam menentukan arah bangsa kedepan. Tentunya kepedulian pemerintah dalam hal ini menjadi prioritas dalam mengambangkan dan peningkatan mutu pendidikan masyarakat Indonesia hari ini.

Pola peningkatan sumber daya manusia (SDM) itu ditentukan oleh pendidikan yang baik dan di dukung oleh sarana dan prasarana yang ada dalam menjawab tantangan peradaban ke depan. Pendidikan memiliki fungsi untuk membangun citra bangsa yang berbudaya, untuk proses pembentukan pribadi manusia, penyiapan warga Negara yang bermartabat dan tangguh, pendidikan juga mempersiapkan tenaga-tenaga kerja yang handal dan mandiri. Awal mula kehancuran suatu bangsa adalah jika bangsa tersebut tidak memprioritaskan pendidikan sebagai usaha sadar untuk mengembangkan potensi diri anak-anak bangsa.

Dalam hal ini kami sebagai pendidik, menyadari bahwa pendidikan itu adalah sangat penting. Dimana kami harus mencari dan menganalisa berbagai macam metode pembelajaran, baik yang sudah ada maupun yang belum pernah dilaksanakan dalam proses belajar mengajar, dan juga menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran bagi peserta didik sehingga kami sebagai pendidik dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dari suatu metode pengajaran, demi memperbaiki dan atau menambah variasi metode pengajaran agar para guru tidak hanya menggunakan metode yang sama dalam proses belajar mengajar, maka dikhawatirkan siswa merasa bosan dan tidak tertarik lagi dengan kegiatan belajar. Tentu saja hal ini akan sejalan dengan program pemerintah yaitu meningkatkan mutu pendidikan di Negara kita tercinta ini.

Untuk mempersiapkan hal tersebut di atas, kami sebagai pendidik tentunya memerlukan sarana dan juga prasarana yang harus mendukung terlaksananya proses belajar mengajar dengan baik dan lancar. Namun tidak demikian halnya yang terjadi pada sekolah kami, yaitu SD Inpres Bontoala II yang terletak di Desa Taeng, Kec. Pallangga Kab. Gowa, dimana sejak berdirinya sekolah kami ini pada tahun 1985 hingga sekarang hanya memiliki 3 (tiga) ruangan kelas dan 1 (satu) ruangan guru/kepala sekolah dan sebuah perpustakaan sekolah.

SD Inpres Bontoala II ini terletak tidak jauh dari ibukota kabupaten, (± 3 km dari jalan poros Gowa- Takalar). Sekolah kami ini berada tidak jauh dari pinggiran sungai Je’neberang yang memungkinkan kita untuk memberdayakan peserta didik agar mengenal dan melestarikan lingkungannya lebih dini, dan sebagai tambahan bahwa animo masyarakat untuk mendaftar di sekolah ini pun meningkat karena hingga tahun ajaran 2010/2011 kemarin telah memiliki 282 orang peserta didik. Walaupun masih banyaknya suara-suara sumbang yang terdengar bahwa jangan mendaftar di SD Inpres Bontoala II, sekolah itu sekolah termiskin di Indonesia, ruangan kelasnya cuma 3. Sehingga, kami mohon maaf jika mengatakan sungguh hal yang sangat menyedihkan ketika mendapati di Kabupaten Gowa ini yang merupakan kabupaten terdekat dari ibukota Sulawesi selatan masih terdapat sebuah sekolah yang tidak memiliki ruangan kelas yang memadai.

Sisi lainnya pertumbuhan jumlah penduduk yang ada di desa Taeng membuat hati kami merasa miris ketika mendapati masih banyaknya desakan dari penduduk yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah kami, namun dengan berat hati kami harus menolaknya karena keterbatasan ruangan yang kami miliki. Kami telah mengupayakan berbagai hal untuk mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, khususnya instansi-instansi yang terkait sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah, namun hingga sekarang sekolah kami belum mendapatkan penambahan ruangan.

Berbagai hal lain pun telah kami upayakan untuk mendapatkan bantuan dalam penambahan ruangan kelas ini sebagai cerminan semangat untuk mendidik dan berbuat lebih banyak guna mempertajam kemampuan intelektual (Intelectual Building) dan pembangunan karakter (Character Building) dalam mengimplementasikan di setiap aspek kehidupan, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar sehingga terwujud cita-cita dari pendidikan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam konstitusi bangsa ini untuk mencerdaskan anak bangsa, yang mampu mengahadapi tantangan masa depan yang kompetitif. Sehingga anak didik kitapun tidak akan buta terhadap dunia kapitalisme yang tengah menghegemoni dunia.

Dalam pada itu, untuk proses akhir terwujudnya hal tersebut, kami sangat berharap dan berdoa semoga di tahun ajaran 2011/2012 ini, sekolah kami akan mendapatkan bantuan untuk penambahan ruangan kelas. Sehingga tidaklah salah jika Bapak/Ibu yang membaca surat kami ini memiliki persepsi ataupun asumsi bahwa tujuan dari surat ini tidak lain hanya semata-mata untuk mendapatkan perhatian dan bantuan dari Pemerintah baik itu Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Demikian surat sederhana dan terbuka ini saya posting, dengan harapan besar mendapat perhatian. Semoga Allah SWT menyertai perjalanan hidup kita. Amin…

Wassalam,

CPD Part III

CPD Part III
oleh Ila Violeta Yayank pada 17 Maret 2011 jam 4:48

Bagaimana Cara Meningkatkan percaya diri?

Pada CPD Part II, telah dibahas tentang alasan mengapa kamu bisa menjadi CPD.

Nah sekarang…sesuai dengan yang telah saya catat sebelumnya bahwa CPD Part III akan muncul jika ada request ataupun permintaan untuk catatan selanjutnya. Setelah saya baca komentar-komentar yang masuk…(* baca komentar @ Jamilan Mohammad dan Immank Bontaink) maka saya berkesimpulan bahwa saya akan mempublikasikan CPD Part III..(wkwkwkwkwkwkwkkk…salah satu bentuk rasa percaya diri…lanjutkan! * seperti komentar @Gapoktan Harapan Baru). Untuk mengurangi jumlah halaman dalam catatan ini (karena mungkin kamu akan jengkel setelah ditandai dalam catatan ini..hehehehehe…), maka langsung saja baca catatan yang ada di bawah ini…(*sekedar informasi…catatan ini saya buat berdasarkan hasil bacaan ataupun referensi dari berbagai sumber…oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yg telah saya ‘comot’ *maaf.. tulisannya…peace!)

Berdasarkan penelitian, telah ditemukan banyak faktor yang menjadikan kendala seseorang enggan untuk menjadi penyeru kebaikan. Antara lain, kurang percaya diri, kemudian disusul tidak adanya skill. Jika dikaji, tentu saja keduanya mempunyai korelasi yang sangat erat. Sebenarnya akar masalah orang yang tidak percaya diri terletak pada skill (keterampilan). Dan, skill utama bagi seorang penyeru kebaikan terletak pada kemampuan penguasaan materi, pemahaman terhadap nilai-nilai yang disampaikan, serta penguasaan skill penyampaian.

Agar dapat meningkatkan rasa percaya diri maka ada tiga aspek yang hendaknya diperhatikan yaitu, kemauan, pemahaman dan juga keterampilan. Untuk memenuhi aspek kemauan, Anda perlu melakukan berbagai usaha. Antara lain:

1. Bekerjalah dengan Ikhlas. Yakinkan bahwa seluruh amalan baik akan mendapatkan pahala walau tidak enak untuk dikerjakan.
2. Kerjakan setiap aktifitas dengan penuh tanggung jawab, memiliki landasan nilai (vaIue) dan prinsip-prinsip yang kuat.
3. Milikilah kebiasaan menerima. Ini akan meningkatkan rasa memiliki.
4. Tingkatkan rasa tanggung jawab pribadi. Dengan itu, rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan problem umat akan tumbuh.
5. Miliki kebiasaan mempertahankan hak. Dengan cara mendorong sikap percaya diri untuk membela hak-hak kita yang hilang.
6. Milikilah kebiasaan hidup dengan tujuan. Tanpa tujuan yang kuat tak akan ada target dan kurang termotivasi untuk melakukan aktifitas yang baik sekalipun.
7. Memiliki integritas diri. Kekuatan utama bagi penyeru kebaikan terletak pada kekuatan integritas, yaitu kesatuan antara ucapan, statement tertulis dan tindakan kita.

Sedangkan untuk aspek pemahaman dan keterampilan, barangkali beberapa langkah berikut bisa Anda usahakan:

1. Milikilah catatan/referensi materi dan agenda yang rapi.
2. Siapkan materi yang akan disampaikan. Naik panggung tanpa persiapan, maka turun panggung penuh dengan kehinaan.
3. Bacalah buku-buku referensi, ini sangat membantu meningkatkan pemahaman.
4. Milikilah hafalan yang baik. Orang berbicara mengandalkan apa yang diingat.
5. Ambillah selalu kesempatan untuk tampil dimuka umum kapan saja. Sebagai latihan melancarkan kemampuan bicara dan kontrol diri.
6. Ikutilah beberapa pelatihan, semisal pelatihan Training for Trainer, atau sejenis pelatihan untuk pelatih dan fasilitator yang membekali skill mengajar.

Dengan kecakapan dalam bidang pemahaman dan keterampilan, ditambah kemauan yang keras, insya Allah usaha perbaikan, mengajak manusia ke jalan yang diridhai Allah akan punya hasil yang dapat membuat Kamu lebih percaya diri.

Nah..buat kamu yang mengalami CPD…saya sarankan untuk melakukan ataupun menerapkan hal-hal tersebut di atas. Dan ini masih ada lagi beberapa tips untuk membuat kamu lebih percaya diri lagi jika berhadapan dengan orang lain..

1. BERDIRI TEGAK, Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah merubah penampilan, berdirilah yang tegak, busungkan dada dan coba tampillah sempurna. Pokoknya jangan sampai kelihatan lecek dech, soalnya penampilan seseorang akan menentukan penilaian orang lain, buatlah kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda.
2. BERSIKAP ASERTIF, Mulai sekarang cobalah merubah sikap, jadilah orang yang tahu kapan harus berkata tidak dan kapan berkata ya. Coba sekali-kali untuk tidak terlalu membayangkan orang lain akan berkomentar apa tentang diri kamu. Dan jangan takut bikin perubahan.
3. OBYEKTIF MENILAI DIRI SENDIRI. No body’s perfect, nggak ada orang lain di dunia ini yang sempurna, dan nggak ada juga orang di dunia ini yang benar nggak berguna. Karenanya jujurlah menilai diri sendiri, jangan selalu menganggap dirimu tidak mampu dan orang lain selalu lebih unggul. Semuanya sama meski punya keahlian yang berbeda, jadi buat apa minder….??? Nggak ada untungnya.
4. BUANG RASA TAKUT. Biasanya orang yang gak pede selalu kesulitan untuk mengungkapkan siapa dirinya pada orang lain. Cara mudah untuk berani menghadapi oarang lain adalah menatap mata lawan bicara kita, tapi jangan memandanginya. Menatap lain dengan memandang, kalau memandang biasanya kamu memperhatikan lawan bicaramu, bagaimana cara bicaranya, bagaimana mimik wajahnya. Boleh saja seperti itu asal jangan kelewatan, apalagi kalo sampi ngiler nggak karuan.
5. SEDIKIT BASA BASI. Cobalah untuk bersikap basa basi, tapi jangan sampai basi beneran karena akan membosankan. Tidak semuanya basa-basi itu jelek kok, untuk meningkatkan rasa percaya diri kemu boleh juga mencobanya.
6. BICARALAH YANG LUGAS. salah satu ciri orang yang kurang pede adalah tidak bicara secara lugas, selalu muter. Dan biasanya terlalu banyak berkata, eeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, anu dan yang sejenisnya, misalnya. ” saya akan eeeee, anu, saya kan anu……”.

Nah…begitu dong!mulai sekarang setelah kamu membaca catatan ini, saya berharap kamu akan bisa memiliki rasa percaya diri yang lebih daripada sebelumnya. Dan ingat…bedakan antara percaya diri dan sombong…gak kok…kamu gak akan masuk dalam kategori sombong kalo kamu bisa membedakan antara percaya diri dan sombong itu sendiri…

Perlu bukti??kalo kamu merasa percaya diri…maka kamu akan mudah bergaul dengan siapa saja..tetapi sebaliknya…jika kamu sombong…tentunya orang-orang akan malas mendekati kamu karena mereka berpikiran bahwa kamu merasa lebih dari mereka.

Tapi…mungkin kamu masih bingung ya membedakan antara sombong dan percaya diri? Ada baiknya kamu baca perbedaan itu (ini saya ambil dari beberapa sumber tentang perbedaan tersebut)…dan ingat…dibacanya sambil memahami agar rasa percaya diri mulai timbul setelah membaca catatan ini! Okey nih dia…

1. Orang sombong menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain. Sedangkan orang percaya diri percaya bahwa dirinya memiliki keunikan dan talenta sebagaimana yang dianugerahkan berbeda kepada setiap orang.
2. Orang sombong seolah selalu tahu apa yang paling baik untuk orang lain. Sedangkan orang yang percaya diri selalu terbuka tentang pendapatnya terhadap orang lain.
3. Orang sombong biasanya tajam terhadap orang yang ia lihat sebagai saingan. Orang percaya diri sudah lahir dengan kemampuan untuk bersaing.
4. Orang sombong sulit dan bahkan tidak pernah mengakui kesalahan mereka. Orang percaya diri tidak takut untuk mengaku bahwa ia melakukan kesalahan.
5. Orang sombong biasanya suka jika orang lain melakukan kesalahan Sedang mereka yang percaya diri suka membantu orang menghadapi kesalahan yang mereka buat.
6. Orang sombong biasanya sangat peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya. Sedangkan orang percaya diri tidak terlalu peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya.
7.Orang sombong biasanya suka membanggakan dirinya, sedangkan mereka yang percaya diri cenderung diam.

Wahh…hebat!kamu sudah tahu kan gimana perbedaannya?eh..pastinya kamu akan bertanya lagi tentang bagaimana cara menjadi percaya diri tanpa berubah menjadi sombong? Gampang aja…

1. Peduli Penampilan
Perbaiki penampilan Anda tanpa maksud bahwa orang lain akan kemudian memuji Anda karena itu. Lakukan itu karena Anda tahu bahwa Anda harus mengeluarkan sisi terbaik dari diri Anda.
2. Keep Smile yang tulus
Berusahalah untuk senyum kepada semua orang sebagai ungkapan hati Anda yang paling dalam, bukan senyum karena orang bisa terpesona terhadap senyuman Anda. Senyuman tulus adalah lambang percaya diri dan kode kepada orang lain bahwa Anda adalah orang baik yang bisa menjadi teman yang baik pula.
3.Caring yang tulus juga
Mulai sekarang, berikan waktu Anda untuk menanyakan kepada teman atau orang sekitar Anda apa kabar mereka dan libatkan diri pada mereka, serta lakukan itu dengan tulus pula. Tunjukkan bahwa Anda melihat mereka sebagai orang-orang yang Anda hargai, siapapun dan apapun posisi mereka.
4.Eittss…Jangan ketinggalan jaman
Untuk jadi orang yang percaya diri, kamu perlu terus menginformasikan kepada diri kamu tentang apa yang terjadi di sekitarmu. Caranya, ikuti berita di koran dan televisi. Ini membantu Anda percaya diri jika terlibat percakapan dengan siapa saja. Asal jangan jadi sok tahu!
5.Yang gaul ya!
Jangan puas berada di lingkungan kecil milik kamu sekarang. Sebisa mungkin luaskan pergaulan. Jangan pilih-pilih teman dari segala kalangan. Melihat dunia dari segala perspektif bisa membantu Kamu untuk menjadi percaya diri tanpa menjadi sombong. Karena Kamu tahu bahwa di atas langit masih ada langit dan Andapun tahu bahwa di dunia ini masih banyak orang yang hidup dalam kesulitan.
6.Pandai-pandai bersyukur
Ini adalah kunci penting untuk menjadi orang yang percaya diri. Banyak orang yang tidak percaya diri karena melihat kelemahan dirinya. Dan banyak orang yang menjadi sombong karena merasa apa yang mereka punya lebih dari orang lain. Padahal inti bersyukur ialah menyadari bahwa semua itu berasal dari Tuhan semata. Tuhanpun bisa mengambilnya kapan saja Ia mau. Karena itu tidak ada yang perlu disombongkan tapi tidak ada pula yang tidak disyukuri.Dengan keunikan Anda, Anda bisa menjadi diri sendiri dan bisa berusaha memberi yang terbaik.
7.Tingg…tingg….Mulai sekarang…Ubah Pola Pikir Kami
Dengan semua pengetahuan itu, mulai ubah cara pAndang kamu terhadap dunia. Jika pola pikir kamu sudah terbentuk, itu akan tercermin kepada gerak-gerik kamu, kata-kata kamu, dan perilaku kamu

Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, “La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya). Jadi mulai sekarang…buang rasa CPD nya dan mari melangkah dengan PD…keep going on with your Self Confidence!!

CPD Part II

CPD Part II
oleh Ila Violeta Yayank pada 14 Maret 2011 jam 23:52

Seperti yang sudah saya janjikan bahwa akan ada part II…maka di bawah ini adalah alasan ataupun penyebab timbulnya CPD…dan saya memulainya dengan sebuah pertanyaan…

Mengapa mengalami CPD?

Setelah membaca pengalaman dari teman-teman baik itu berupa pola tingkah lakunya ataupun pembicaraannya..ternyata sikap tidak percaya diri ini muncul akibat kebiasaan-kebiasaannya mengembangkan sikap dan pendapat negatif tentang dirinya. Mungkin juga sikap tidak percaya diri ini muncul sebagai akibat dari pengaruh lingkungan kita. Pengaruh yang seperti apa? Antara lain sikap lingkungan yang membuat kita takut untuk mencoba. Takut untuk berbuat salah. Semua harus seperti yang sudah ditentukan.

Terkadang ada rasa takut dimarahi ini, sehingga kita malas untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari orang kebanyakan. Ketika belajar mau tunjuk tangan waktu guru melemparkan pertanyaan di dalam kelas… takut! Kadang malah mau jalan di hadapan orang banyak saja, malu setengah mati! Apalagi mau mengajak orang kenalan, mau say no to others, mau ikutan kursus, bergaul… takut! Wah… kalau serba takut, serba ragu, serba malas begini, apa jadinya kita nanti? disinilah mulai timbul lagi CPD.huffthh…

Tentunya kalian pernah membaca namun tak pernah tahu berapa kali Thomas Alva Edison melakukan kesalahan sebelum akhirnya berhasil menemukan formula hebat untuk membuat lampu pijar. Dia kan tidak langsung berhasil ketika pertama kali mencoba, ya enggak?

SO WHAT???Mungkin perlu ratusan kali gagal sebelum mencapai satu keberhasilan. Kesalahan bukan akhir hidup kita. Kesalahan sebenarnya hanya merupakan langkah menuju keberhasilan. Setiap kesalahan membawa kita semakin dekat dengan keberhasilan. Kalau kita meyakini hal ini, pastinya percaya diri kita juga enggak gampang terpengaruh oleh pandangan atau sikap negatif dari lingkungan kita.

Nah…untuk mengatasi hal tersebut…pasti ada kiat-kiat yg bisa membantu kita.Tapi…saya hanya akan menayangkannya dalam CPD Part III…itu pun kalau ada request dari pembaca..heheheheeh…nantikan aja ya!

CPD (Kurang Percaya Diri)

CPD (Kurang Percaya Diri)
oleh Ila Violeta Yayank pada 14 Maret 2011 jam 23:24

Ada sebuah kisah yang aku copy dari sebuah blog yang disadurnya dari ’Chicken Soup for The Soul’ by Michael Jeffreys yang menceritakan tentang seorang gadis buta. Suatu hari ia bertemu seorang pesulap yang kemudian mengajaknya bermain sulap. Ajaib sekali bahwa sang gadis bisa menebak seluruh kartu yang diberikan sang pesulap. Kok bisa?

Ternyata rahasianya ada pada kecerdikan sang pesulap. Dengan menggunakan beberapa tipuan, ia berhasil mengeluarkan potensi sang gadis untuk bermain sulap bersamanya. Tanpa ragu sang pesulap mengajak sang gadis bermain di hadapan keluarganya, di hadapan orang banyak. Kepercayaan diri sang pesulap yang begitu tinggi menular pada sang gadis buta. Sejak saat itu sang gadis merasa telah menjadi seorang bintang di rumahnya. Ini terjadi hanya karena ada orang yang memberinya kesempatan untuk bersinar sejenak dan merasa istimewa di depan keluarganya. Ia yang selama ini merasa menjadi beban dalam keluarganya kini merasa sejajar dengan mereka karena peristiwa itu.

Kisah tersebut menggambarkan bagaimana pentingnya rasa percaya diri (PD). Mengapa hari ini saya merasa perlu membuat catatan ini?karena banyak sekali diantara teman-teman yang kehilangan rasa percaya diri dan bahkan mengalami krisis percaya diri (KPD) atau kalau boleh saya berikan istilah…CPD (Culang PerKaya Diri) *red : C= K dan K= C…

Dan sepertinya…kita perlu tahu alasan mengapa ada orang, ada teman kita yang sepertinya sangat tidak percaya kepada dirinya sendiri? Coba analisis juga, kira-kira hal apa sih yang membuat kita jadi enggak minder? Apa sih yang menghambat diri untuk maju dan mengeluarkan seluruh potensi diri kita? Kenapa harus ada rasa ragu tiap kali ada keinginan untuk melakukan sesuatu?

Pasti kalian merasa penasaran dengan kelanjutan dari catatan ini kan? Sengaja saya potong agar kalian mau menyempatkan diri membaca catatan selanjutnya di CPD Part II karena catatan itu nantinya adalah inti dari CPD dan gimana mengatasinya…

Kecerdasan Emosional (EQ)

Kecerdasan Emosional (EI)
oleh Ila Violeta Yayank pada 13 Maret 2011 jam 1:48

Kecerdasan Emosional atau Emotional Intellegence adalah kecerdasan yang meliputi kemampuan mengenali emosi diri sendiri, mengendalikan emosi dan mengambil tindakan yang tepat, serta kemampuan mengenali emosi orang lain dan juga dalam bertindak dan berinteraksi dengan orang lain. Sehingga kita dapat mengatakan bahwa orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang memahami kondisi dirinya, emosi-emosi yang terjadi, serta mengambil tindakan yang tepat. Orang tersebut juga secara sosial mampu mengenali dan berempati terhadap apa yang terjadi pada orang lain dan menanggapinya secara tepat.

Nah..setelah memahami pengertian tentang kecerdasan emosional itu..apakah Anda merasa bahwa Anda sudah memiliki kecerdasan emosional? dimana nota bene nya…diklaim bahwa kecerdasan emosional ini lebih berperan utama dibandingkan dengan kecerdasan Intelektual (IQ) dalam meraih kesuksesan dalam pekerjaan. Hal ini tak terbantahkan dengan adanya penelitian yang menemukan bahwa kecerdasan Intelektual (IQ) hanya berperan sebesar 4-25 % dalam kesuksesan pada pekerjaan. Mengapa bisa terjadi demikian?

Coba kita perhatikan…Jika kita melihat dunia kerja, maka kita bisa menyaksikan bahwa seseorang tidak cukup hanya pintar di bidangnya. Dunia pekerjaan penuh dengan interaksi sosial di mana orang harus cakap dalam menangani diri sendiri maupun orang lain. Orang yang cerdas secara intelektual di bidangnya akan mampu bekerja dengan baik. Namun jika ingin melejit lebih jauh dia membutuhkan dukungan rekan kerja, bawahan maupun atasannya. Di sinilah kecerdasan emosional membantu seseorang untuk mencapai keberhasilan yang lebih jauh.

Terkadang orang yang pintar secara intelektual kurang memiliki kematangan secara sosial. Orang seperti ini bisa jadi sangat cerdas, memiliki kemampuan analisa yang kuat, serta kecepatan belajar yang tinggi. Namun jika harus bekerja sama dengan orang lain dia akan mengalami kesulitan. Begitu pula jika dia harus memimpin maka akan cenderung memaksakan pendapatnya serta jika harus menjadi bawahan punya kecenderungan sulit diatur.

Orang seperti ini mungkin saja akan melejit jika bekerja pada bidang yang menuntut keahlian tinggi tanpa banyak ketergantungan dengan orang lain. Namun kemungkinan besar dia akan sulit bertahan pada organisasi yang membutuhkan kerja sama, saling mendukung dan menjadi sebuah tim yang unggul.

Tentu saja kecerdasan emosional ini bukan hanya penting dalam dunia pekerjaan, melainkan juga dalam kehidupan bermasyarakat serta berinteraksi dengan orang lain karena menurut perkataan Daniel Goleman bahwa orang-orang yang sering bertindak ceroboh, tanpa berfikir panjang, tidak memiliki empati dan kurang bersabar merupakan orang-orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah. Hal ini tentunya tidak hanya membawa petaka bagi dirinya sendiri, tetapi juga sangat membahayakan orang lain dan lingkungannya.

Emosi sangat mempengaruhi kehidupan manusia , ketika dia mengambil keputusan tidak jarang keputusan yang diambil melalui emosinya. Tidak ada sama sekali keputusan yang diambil manusia murni dari pemikiran rasionya (akalnya), karena seluruh keputusannya memiliki warna emosional. Jika kita memperhatikan keputusan-keputusan dalam kehidupan manusia, ternyata keputusannya lebih banyak ditentukan oleh emosinya daripada akal sehatnya. Tragisnya, semakin banyak saat ini orang yang memiliki tingkat emosional yang rendah. Daniel Goleman juga mengatakan bahwa yang menentukan sukses dalam kehidupan manusia bukanlah kecerdasan intelektual, tetapi kecerdasan emosional.

Kecerdasan Emosional diukur dari kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri. Dalam Islam, kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri itu disebut sabar.Menurut Jalaluddin Rakhmat, orang yang paling sabar adalah orang yang paling tinggi kecerdasan emosionalnya. Ia biasanya tabah dalam menghadapi kesulitan. Ketika belajar orang ini tekun. Ia memiliki empati yang tinggi, tanggap terhadap lingkungan sosialnya, berdisiplin dan bertanggung jawab. Ia berhasil mengatasi berbagi gangguan dan tidak memperturutkan emosinya. Ia dapat mengendalikan perilakunya dan emosinya. Oleh karena itu, marilah kita memperkaya kecerdasan emosional kita dengan menjadi orang yang sabar sehingga dapat bermanfaat bagi kita smua..amiennn…

Aku

Gowa, 05 Januari 2011
Hujan deras turun tiada henti. Tak jua reda sejak semalam. Aku terjebak dalam kedinginan yang memaksaku untuk tak bangun dari pembaringan, padahal hari ini (maksudnya pagi tadi) aku harus masuk mengajar (buat peserta didikku=maafkan ibu, sayang!), namun aku tak ingin memberanikan diri untuk menembus hujan yang terdengar butirannya seakan sebuah bongkahan batu yang mengenai atap seng rumahku. Aku pun tak ingin terjerat dalam bayang-bayang alergi yang akan menimpaku jika berurusan dengan cuaca dingin..huffthh…(apakah aku mengeluh?)
Kemudian aku pun mengobati kedinginan dan juga rasa bersalahku karena tak masuk ke sekolah dengan membuka laptop. Lalu aku mulai berpikir untuk melakukan hal yang sejak semalam tertunda, yaitu meng’upload’ photoku dan juga foto teman-temanku di facebook…hmmmm…sepertinya ide yang bagus, karena hari ini aku tak punya pikiran yang bisa kujadikan sebagai status di facebook. Alhamdulillah…hari ini aku bisa menerbitkan beberapa buah fotoku dan foto temanku setelah semalam keinginan ini gagal terwujud karena jeleknya jaringan yang dimiliki oleh kartu CDMA favoritku. Setelah agak lama online, rasa lapar mulai menyerang perutku yang sejak semalam kedinginan. Akhirnya aku pun meninggalkan laptop kesayanganku dan mulai mencari obat pengganjal rasa lapar karena aku juga masih menyayangi perut dan tubuh ini. Dan Alhamdulillah…aku dapat menemukan bahan makanan meskipun harus kuolah untuk mengatasi rasa lapar itu.
Aku memutuskan untuk mengambil sayuran terlebih dahulu dan mulai memotongnya. Aku tidak ingin terbiasa dengan mie instant rebus seperti yang sering kalian lakukan. Keputusanku untuk tidak terlalu mengkonsumsi mie instant seperti yang sering muncul di televisi disebabkan oleh berbagai alasan. Menurutku, sayuran jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan mie instant apalagi jika sayuran tersebut adalah sayuran hijau.hmmm..tentunya akan lebih mengundang selera terutama jika aku mengolahnya dengan cita rasa yang menggugah selera pastinya akan membuat aku lebih manis (lho…apa hubungannya…heheheehe…ngaco..).Tapi…sepertinya hal itu ada sedikit benarnya karena sayuran hijau akan membuat kita lebih segar dan sehat. Seperti kata pepatah…dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat..dalam sayuran hijau terdapat zat yang dibutuhkan tubuh, sehingga nantinya tubuhku akan terlihat sehat dan aku pun bisa memberikan senyuman yang terlihat manis…heheheehehe..lebay!
Sambil menunggu sayuran tersebut masak, ku mulai memotong tempe yang aku beli di depan rumah dari seorang penjual sayuran keliling menjadi irisan yang agak sedikit tipis karena aku ingin membuat “tempe penyet”( duh…penyet atau penyek sih??ahh…mending bilang penyet aja..lebih nyaman ngucapinnya…heheheeh) aku pun mengulek cabe untuk dijadikan sambel. Bagiku, makan tanpa sambel terasa hambar..aku tidak usah lagi menaikkan beras untuk menanak nasi, karena ternyata mama sudah menanaknya sejak tadi ( terima kasih, mama!). Kemudian, aku menaikkan tempe tersebut di penggorengan. Setelah semua tempe telah aku goreng, lalu aku melanjutkan menaikkan ikan di penggorengan. Telah terbayang kelezatan ikan tersebut apalagi jika aku menggorengnya lebih garing lagi..hmm…nikmat! aku sudah tak sabar lagi untuk mencicipi masakanku sendiri. Pasti akan terasa nikmat…Syukur Alhamdulillah, yaa Rabb!engkau masih memberikan aku nikmat-Mu!
Tidak terasa, semua masakanku pun hampir sepenuhnya selesai. Sayuranku sudah matang, tempe penyet dan ikan goreng juga sudah kelar. Begitupula dengan sambelnya. Apalagi ya? Oh ..aku hanya tinggal menyajikannya dan kemudian mengajak mama untuk menikmati masakan hasil olahanku.

Hujan masih saja terus mengguyur dengan deras. Mama kemudian duduk di depanku dan berucap..syukurlah kita masih bisa menikmati makanan seperti ini apalagi hujan-hujan begini. Tiba-tiba aku tersentak dengan ucapan mama, kemudian menanyai beliau mengapa berkata seperti itu. Lalu aku diberikannya jawaban bahwa masih banyak orang-orang di sekitar kita yang tidak bisa makan dengan cukup dan bahkan sering merasakan kelaparan. Apalagi ketika hujan turun begitu deras, mereka tidak bisa keluar untuk mencari sesuap nasi. Mereka hanya tinggal berdiam diri di rumah dan merasakan kelaparan yang teramat dalam. Oh Rabb!kasihan mereka!Mama mengatakan kalo masih banyak keluarga yang hanya dapat makan sehari karena kepala rumah tangganya hanya diupah sesuai dengan kemampuan mereka, seperti para kenek mobil, begitu juga dengan para tukang becak yang hanya mendapatkan upah dari hasil pelayanan mereka mengantar penumpang yang biasanya diupah tidak sesuai dengan tenaga yang mereka butuhkan. Aku pun lalu membandingkan keberadaan Arthalita Suryani atau “A Yin” yang hidup bermewah-mewahan di dalam sel yang telah disulapnya menjadi istana mini, dan juga “Gayus Tambunan” yang bebas berkeliaran dan melakukan plesiran di luar penjara. Hmm…betul-betul memprihatinkan meskipun mereka (katanya) sedang masih dalam masa tahanan masih mampu merasakan kebebasan yang tiada tara, mereka masih bisa berfoya-foya menghabiskan uang rakyat dalam jeruji besi (yang hanya sebagai tameng buat mereka) sementara masih banyak rakyat yang tidak bisa memperoleh sesuap nasi. Huffthhh…
Akhirnya, aku tidak bisa menikmati makanan tersebut sesuai dengan yang kubayangkan sebelumnya karena keprihatinanku terhadap orang-orang seperti yang dikatakan mama tadi lebih membuncah daripada rasa nikmat akan makanan itu. Yaa Rabb!aku bersyukur, aku masih mampu memiliki sesuatu yang bisa dijadikan bahan makanan. Jangan Engkau cabut nikmat yang berasal dari-Mu. Dan berikanlah nikmat-Mu pada orang-orang yang aku sayangi, yang menyayangiku, yang membenciku, yang selalu ingat padaku, yang ada di dekatku, dan yang jauh dariku! Amien !!

———————————————–to be continued———————————————————————————————–

contoh RPP Matematika Berdasarkan KTSP Berkarakter

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : IV / 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
___________________________________________________________________________

I. STANDAR KOMPETENSI:
5. Menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat
II. KOMPETENSI DASAR:
Menjumlahkan bilangan bulat
III. INDIKATOR:
Menjumlahkan dua bilangan positif
Menjumlahkan dua bilangan negatif
Menjumlahkan dua bilangan positif dan negatif

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Siswa dapat :
Menjumlahkan dua bilangan positif
Menjumlahkan dua bilangan negatif
Menjumlahkan dua bilangan positif dan negatif

V. MATERI AJAR:
* Bilangan Bulat
VI. SKENARIO PEMBELAJARAN:
Metode : Demonstrasi, Diskusi, dan Tanya jawab
VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN:
NO. Kegiatan Siswa Pengorganisasian
Nilai Karakter Alokasi Waktu
1. Pra Kegiatan
Mengucap Salam
Berdoa
Mengamati kehadiran siswa, kerapian, dan kelengkapan pakaian seragam siswa
Religius
Disiplin

5 Menit
2. Kegiatan Awal
apersepsi dan pemberian motivasi belajar kepada siswa
menuliskan topik pembicaraan (indikator)
guru mengajak siswa untuk mengingat sekilas tentang bilangan bulat.

Rasa ingin tahu
3. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru memberi contoh permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan bilangan bulat negatif dan menuliskannya di papan tulis
Contoh :
” Pak Yanto meminjam uang di bank sebesar Rp5.000.000,00. Pinjam Rp.5.000.000,00, jika ditulis dengan bilangan negatif menjadi (-5.000.000)”
Siswa menyimak penjelasan guru tentang permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan negatif.
Guru memperlihatkan ”Mistar Bilangan” yang digunakan sebagai media pembelajaran untuk menjumlahkan bilangan bulat positif dan negatif.
Guru memberikan petunjuk tentang penggunaan ”Mistar Bilangan” tersebut dengan melakukan teknik ”MaMunSiBa” (Maju Mundur Siap Balik).

Elaborasi
Siswa memperhatikan dengan seksama penggunaan Mistar Bilangan tersebut.
Guru mengajak siswa untuk melakukan penjumlahan bilangan bulat negatif dan positif dengan menggunakan Mistar Bilangan.
Guru dan Siswa menyanyikan sebuah lagu berjudul ”…………………………………………” yang berhubungan dengan cara penggunaan Mistar Bilangan dalam menjumlahkan bilangan bulat positif dan negatif.
Semua siswa mencatat contoh permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif.
Selanjutnya, siswa diminta menuliskan soal-soal yang ada di buku siswa.
Siswa menyampaikan hasil tentang soal-soal yang ada di buku.
Konfirmasi

Siswa lain diberi kesempatan memberikan komentar tentang penggunaan Mistar Bilangan ataupun menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

Rasa ingin tahu
Kreatif

55 Menit
Kegiatan Akhir:
Siswa ditugasi untuk menyelesaikan evaluasi yang dikumpul pada hari itu juga.

Disiplin

10 menit

VIII. ALAT DAN SUMBER BELAJAR:
Mistar Bilangan
Standar isi
Buku Bina Bahasa Indonesia 4b
Lagu
IX. PENILAIAN
Pengamatan (proses pembelajaran)
Tugas
Unjuk kerja
No. Aspek Penilaian Point Bobot Nilai

1. Tes Tertulis (Aspek Kognitif)
Baik 3
Kurang baik 2
Tidak baik 1

2.
Tes Lisan ( Aspek Kognitif)
Logis dan tepat 3
Kurang Logis dan tepat 2
Tidak Logis dan tepat 1

3.
Kinerja (Aspek Afektif)
Mampu 3
Kurang Mampu 2
Tidak Mampu 1

4. Menjawab Pertanyaan sesuai Target Indikator
Mampu
Kurang Mampu
Tidak Mampu
Keterangan
Skor maksimum 4 (3 X 5) = 60

Nilai Perolehan Siswa = (skor perolehan)/(skor maksimum) X 100
____________________________________________________________________________
Catatan / saran:
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
____________________________________________________________________________

Mengetahui, Bontoala,
Kepala SDI Bontoala II Guru Kelas IV,

BURHANUDDIN,S.Pd. __Irawati, S.Pd.______
NIP. 19510803 198012 1 001

contoh RPP berkarakter KTSP 2010

buat teman-teman yang ingin melihat contoh RPP berkarakter KTSP 2010, berikut ini saya posting untuk tiap-tiap mata pelajaran pada kelas IV semester 2 mendatang…semoga bermanfaat!
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1
Pelajaran 1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : IV / 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
Tema : Kegemaran __________________________________________________________________________

I. STANDAR KOMPETENSI:
5. Mendengarkan pengumuman

II. KOMPETENSI DASAR:
Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan
III. INDIKATOR:
Menuliskan pokok-pokok pengumuman
Menuliskan isi pengumuman
Menyampaikan kembali isi pengumuman
Mendengarkan pengumuman lain dan menyampaikannya kembali
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Siswa dapat menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan dengan lafal dan intonasi yang tepat.

V. MATERI AJAR:
* Teks pengumuman

VI. METODE PEMBELAJARAN:
Ceramah, latihan, dan penugasan.

VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN:
NO. Kegiatan Siswa Pengorganisasian
Nilai Karakter Alokasi Waktu
1. Pra Kegiatan
Mengucap Salam
Berdoa
Mengamati kehadiran siswa, kerapian, dan kelengkapan pakaian seragam siswa
religius
2. Kegiatan Awal
apersepsi dan pemberian motivasi belajar kepada siswa
menuliskan topik pembicaraan (indikator)
guru mengajak siswa untuk mengingat sekilas tentang cara mendengarkan pengumuman yang baik dan tepat

Rasa ingin tahu
3. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Siswa menyimak penjelaskan guru tentang cara mendengarkan pengumuman yang yang baik dari media elektronik/radio atau orang.
Guru meminta salah seorang siswa membacakan pengumuman yang terdapat pada lampiran Buku Bina Bahasa Indonesia 4b dengan lafal dan intonasi yang tepat.
Setiap siswa mendengarkan dengan cermat pengumuman yang dibacakan salah seorang teman.
Elaborasi
Semua siswa mencatat pokok-pokok pengumuman dengan menjawab daftar pertanyaan dan mendiskusikan kepada teman sebangkunya.
Selanjutnya, siswa diminta menuliskan isi pengumuman ke dalam beberapa kalimat.
Siswa menyampaikan isi pengumuman dengan kata-kata sendiri di depan kelas.

Konfirmasi

Siswa lain diberi kesempatan memberikan komentar.

Rasa ingin tahu
Kreatif
Mandiri
Kerja sama

Kreatif
Mandiri
Cermat
Rasa ingin tahu
Demokratis
Kegiatan Akhir:
Siswa diberi tugas mencari pengumuman di koran, majalah atau di sekolah. Kemudian mencatat pokok-pokok pengumuman tersebut dan menuliskan ke dalam beberapa kalimat saja untuk disampaikan di depan kelas.

VIII. ALAT DAN SUMBER BELAJAR:
Standar isi
Buku Bina Bahasa Indonesia 4b
Surat kabar dan majalah
IX. PENILAIAN
Pengamatan (proses pembelajaran)
Tugas
Unjuk kerja
____________________________________________________________________________
Catatan / saran:
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
____________________________________________________________________________

Mengetahui, Bontoala,
Kepala SDI Bontoala II Guru Kelas IV,

BURHANUDDIN,S.Pd. __Irawati, S.Pd.______
NIP. 19510803 198012 1 001

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : Kewarganegaraan
Kelas / Semester : IV / 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
____________________________________________________________________________

I. STANDAR KOMPETENSI:
3. Mengenal sistem pemerintah tingkat pusat.
II. KOMPETENSI DASAR:
3.1 Mengenal lembaga-lembaga negara dalam susunan pemerintah pusat seperti MPR, DPR, Presiden, MA,MK dan BPK.

III. INDIKATOR:
Mengetahui lembaga-lembaga dalam pemerintah tingkat pusat
Mendeskripsikan lembaga-lembaga dalam pemerintah tingkat pusat
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Mengetahui lembaga-lembaga dalam pemerintah tingkat pusat.
Mendeskripsikan lembaga-lembaga dalam pemerintah tingkat pusat.
V. MATERI AJAR:
* Lembaga negara
VI. METODE PEMBELAJARAN:
Ceramah
Diskusi
Penugasan
Pengamatan
VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN:
NO. Kegiatan Siswa Pengorganisasian
Nilai Karakter Alokasi Waktu
1. Pra Kegiatan
Mengucap Salam
Berdoa
Mengamati kehadiran siswa, kerapian, dan kelengkapan pakaian seragam siswa
religius
2. Kegiatan Awal
apersepsi,presensi dan pemberian motivasi belajar kepada siswa
guru menginformasikan materi yang akan dibahas (indikator)
guru mengajak siswa untuk mengingat sekilas tentang lembaga pemerintahan tingkat pusat.

Rasa ingin tahu
3. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru menunjukkan peta wilayah Indonesia yang berkaitan dengan wilayah pemerintahan pusat.
Guru menjelaskan tentang wilayah pemerintahan pusat yang ada di Indonesia.
Guru menjelaskan tentang pelaksanaan pemerintahan tingkat pusat di Indonesia
Siswa menyimak penjelaskan guru tentang wilayah pemerintahan pusat Indonesia dan bagaimana pelaksanaannya.
Siswa mengisi lembar kegiatan siswa tentang nama-nama Presiden yang pernah menjabat dalam pemerintahan Republik Indonesia
Lembar Instrumen Portofolio:
No
Urut Nama Presiden Tahun
1.
2.
3.
4.
5. …………………
…………………
…………………
…………………
…………………. ………..
…………
…………
………..
………..

.c. Elaborasi
Semua siswa mencatat lembaga pemerintahan pusat dan mendiskusikan kepada teman sebangkunya.
Selanjutnya, siswa diberi pertanyaan tentang sistem pemerintahan pusat..
Siswa menjawab pertanyaan tentang lembaga pemerintah yang ada di pusat.
Siswa berdiskusi dengan teman sebangkunya tentang pelaksanaan sistem pemerintah pusat di Indonesia.

Konfirmasi

Siswa lain diberi kesempatan memberikan komentar.

Rasa ingin tahu
Kreatif
Mandiri
Kerja sama
Cernat

Kreatif
Mandiri
Cermat
Rasa ingin tahu
Demokratis
Kegiatan Akhir:
Siswa diberi tugas membuat klipping tentang lembaga pemerintah pusat.

VIII. ALAT DAN SUMBER BELAJAR:
Standar isi
Buku PKN
Surat kabar dan majalah
IX. PENILAIAN
Pengamatan (proses pembelajaran)
Tugas
Unjuk kerja
____________________________________________________________________________
Catatan / saran:
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
____________________________________________________________________________

Mengetahui, Bontoala,
Kepala SDI Bontoala II Guru Kelas IV,

BURHANUDDIN,S.Pd. __Irawati, S.Pd.______
NIP. 19510803 198012 1 001

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1

Mata Pelajaran : IPS
Kelas / Semester : IV / 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
____________________________________________________________________________

I. STANDAR KOMPETENSI:
Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupatan / kota dan provinsi
II. KOMPETENSI DASAR:
Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya.

III. INDIKATOR:
Mengidentifikasi jenis ekonomi masyarakat setempat yang berkaitan dengan sumber daya alam di daratan

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Siswa dapat menjelaskan bentuk aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam di daerahnya.

V. MATERI AJAR:
* Aktivitas Ekonomi
VI. METODE PEMBELAJARAN:
Ceramah, diskusi, latihan, dan penugasan, portofolio
VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN:
NO. Kegiatan Siswa Pengorganisasian
Nilai Karakter Alokasi Waktu
1. Pra Kegiatan
Mengucap Salam
Berdoa
Mengamati kehadiran siswa, kerapian, dan kelengkapan pakaian seragam siswa
religius
2. Kegiatan Awal
apersepsi, presensi dan pemberian motivasi belajar kepada siswa
menuliskan topik pembicaraan (indikator)
guru mengajak siswa untuk mengingat sekilas tentang pengertian aktivitas ekonomi

Rasa ingin tahu
3. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru menjelaskan aktivitas ekonomi yang ditekuni oleh masyarakat;
” Aktivitas ekonomi dibedakan menjadi dua macam, yaitu aktivitas ekonomi di daratan dan di perairan.
Siswa menyimak penjelasan guru tentang aktivitas ekonomi.
Guru menjelaskan macam-macam aktivitas ekonomi di daratan, seperti pertanian peternakan, kerajinan dan pertambangan yang ada di lingkungan sekitar.
Guru meminta siswa memberikan contoh tentang aktivitas ekonomi di bidang pertanian yang ada di lingkungan sekitarnya dengan mengisi lembar kegiatan siswa.
Instrumen Lembar Kegiatan Siswa:
No. Bentuk kegiatan ekonomi Contoh kegiatan ekonomi
1.
2.
3.
4.
5.
6. …………………..
…………………..
…………………..
…………………..
…………………..
………………….. …………………..
…………………..
…………………..
…………………..
…………………..
…………………..

.
Elaborasi
Semua siswa mencatat pokok-pokok penting aktivitas ekonomi yang telah dijelaskan oleh guru.
Siswa berdiskusi dengan teman sebangkunya tentang aktivitas ekonomi yang ada di lingkungan setempat.
Kemudian, siswa diminta menuliskan bentuk-bentuk aktivitas ekonomi berdasarkan kelompoknya yang ada di lingkungan setempat.
Siswa menyampaikan hasil diskusi tentang aktivitas ekonomi yang ada di lingkungan setempat.

Konfirmasi

Siswa lain diberi kesempatan memberikan komentar.

Rasa ingin tahu
Kreatif
Mandiri
Kerja sama

Kreatif
Mandiri
Cermat
Rasa ingin tahu
Demokratis

Kreatif
Mandiri
Cermat
Rasa ingin tahu
Demokratis

Kegiatan Akhir:
Siswa diberi tugas mencari gambar-gambar tentang aktivitas ekonomi di bidang perairan dan daratan.

VIII. ALAT DAN SUMBER BELAJAR:
Standar isi
Buku IPS Kelas IV
Surat kabar dan majalah
IX. PENILAIAN
Pengamatan (proses pembelajaran)
Tes tertulis (spek kognitif)
Siswa diminta untuk mengerjakan salah satu tugas pada buku Pengetahuan Sosial kelas IV.
Tes Lisan (Aspek Kognitif)
Penugasan
Kinerja (Aspek Afektif)
Portofolio (aspek Psikomotorik)
Soal dan Kunci :
Di bawah ini yang termasuk dalam aktifitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan alam daratan adalah :
a.berjualan
b.bertani dan berkebun
c.tukang becak
d,pegawai negeri sipil
jawab: b
Di bawah ini yang termasuk dalam aktifitas ekonomi masyarakat yang berkaitan denan lingkungan alam perairan adalah:
a.berjualan
b.bertani dan berkebun
c.nelayan ikan
d.penjaga pantai
jawab : c
Jelaskan apa yang dimaksud dengan kegiatan perekonomian yang berkaitan dengan bidang pertanian!
Jawab : aktifitas ekonomi yang kegiatan utamanya adalah menjual berbagai kebutuhan hidup masyarakat.

No. Aspek Penilaian Point Bobot Nilai

1. Tes Tertulis (Aspek Kognitif)
Baik 3
Kurang baik 2
Tidak baik 1

2.
Tes Lisan ( Aspek Kognitif)
Logis dan tepat 3
Kurang Logis dan tepat 2
Tidak Logis dan tepat 1

3.
Kinerja (Aspek Afektif)
Mampu 3
Kurang Mampu 2
Tidak Mampu 1

4. Menjawab Pertanyaan sesuai Target Indikator
Mampu
Kurang Mampu
Tidak Mampu

Keterangan
Skor maksimum 4 (3 X 5) = 60

Nilai Perolehan Siswa = (skor perolehan)/(skor maksimum) X 100
____________________________________________________________________________
Catatan / saran:
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
____________________________________________________________________________

Mengetahui, Bontoala,
Kepala SDI Bontoala II Guru Kelas IV,

BURHANUDDIN,S.Pd. __Irawati, S.Pd.______
NIP. 19510803 198012 1 001

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : IV / 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ____________________________________________________________________________

I. STANDAR KOMPETENSI:
7. memahami gaya dapat mengubah gerak dan / atau bentuk suatu benda
II. KOMPETENSI DASAR:
Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan)dapat mengubah gerak suatu benda
III. INDIKATOR:
Membuat daftar berbagai gerak benda
Mendemonstrasikan cara menggerakkan benda, misalnya didorong dan dilempat
Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi gerak benda, misalnya jatuh bebas akibat gravitasi, gerak di lantai yan gdatar karena dorongan;
Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari cara gaya mengubah gerak benda
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Dapat membedakan berbagai gerak benda
Dapat mendemonstrasikan cara menggerakkan benda
Dapat mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi gerak benda
Dapat memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari cara gaya mengubah gerak benda. .

V. MATERI AJAR:
* Gaya
VI. METODE PEMBELAJARAN:
Informasi, Pemberian tugas, Demonstrasi.
VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN:
NO. Kegiatan Siswa Pengorganisasian
Nilai Karakter Alokasi Waktu
1. Pra Kegiatan
Mengucap Salam
Berdoa
Mengamati kehadiran siswa, kerapian, dan kelengkapan pakaian seragam siswa
religius
2. Kegiatan Awal
apersepsi dan pemberian motivasi belajar kepada siswa
menuliskan topik pembicaraan (indikator)
Guru mengomentari posisi meja guru yang selalu berada di samping pintu masuk, kemudian berusaha mendorong meja untuk mengubah letak meja.

Rasa ingin tahu
3. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru menjelaskan bahwa kegiatan tersebut ada kaitannya dengan materi yang akan dipelajari yaitu tentang gaya. Kemudian guru menjelaskan pengertian gaya.
” Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat mengubah gerakan suatu benda”
Siswa menyimak penjelaskan guru tentang gaya.
Guru meminta dua orang siswa ke depan kelas dan siswa pertama menutup pintu, kemudian teman-temannya mengamatinya. Setelah itu, siswa kedua diminta kembali untuk membuka pintu. Kemudian kembali ke tempat duduknya masing-masing.
Setiap siswa mengamati dengan cermat kegiatan yang dilakukan oleh kedua orang temannya.
Guru menjelaskan tentang gaya dapat merubah gerak benda.

Elaborasi
Semua siswa mencatat pokok-pokok materi yang dijelaskan oleh guru.
Selanjutnya, siswa diminta membuat daftar gerak benda dan menuliskannya dalam lembar kegiatan siswa
No. Tarikan dorongan Tarikan dan dorongan
1

2

3

4

5
Menarik pintu
…………

…………

…………

………… Mendorong pintu
…………

…………

…………

………… Menggergaji kayu
…………

…………

…………

…………
Guru meminta salah siswa menceritakan dengan kata-kata sendiri di depan kelas tentang gerak benda.

Konfirmasi

Siswa lain diberi kesempatan memberikan komentar.

Rasa ingin tahu
Kreatif
Mandiri
Cermat

Kreatif
Mandiri
Cermat
Rasa ingin tahu
Kerjasama

Kreatif
Mandiri
Cermat

Kegiatan Akhir:
Siswa diberi tugas mengamati macam gerak benda yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Tanggungjawab

VIII. ALAT DAN SUMBER BELAJAR:
Standar isi
Buku IPA Kelas IV
Lingkungan sekitar
IX. PENILAIAN
Pengamatan (proses pembelajaran)
Tugas
Unjuk kerja
____________________________________________________________________________
Catatan / saran:
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
____________________________________________________________________________

Mengetahui, Bontoala,
Kepala SDI Bontoala II Guru Kelas IV,

BURHANUDDIN,S.Pd. __Irawati, S.Pd.______
NIP. 19510803 198012 1 001

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : IV / 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
___________________________________________________________________________

I. STANDAR KOMPETENSI:
5. Menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat
II. KOMPETENSI DASAR:
Mengurutkan bilangan bulat
III. INDIKATOR:
Menunjukkan penerapan bilangan negatif dalam masalah sehari-hari
Membilang dan menulis lambang bilangan bulat.
Memberi contoh bilangan bulat positif dan negatif
Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
Membandingkan dua bilangan bulat
Mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari terkecil atau terbesar
Menentukan lawan suatu bilangan
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN:
Siswa dapat :
Menunjukkan penerapan bilangan negatif dalam masalah sehari-hari
Membilang dan menulis lambang bilangan bulat.
Memberi contoh bilangan bulat positif dan negatif
Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
Membandingkan dua bilangan bulat
Mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari terkecil atau terbesar
Menentukan lawan suatu bilangan

V. MATERI AJAR:
* Bilangan Bulat
VI. METODE PEMBELAJARAN:
Ceramah, latihan, penugasan, demonstrasi, tanya jawab.
VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN:
NO. Kegiatan Siswa Pengorganisasian
Nilai Karakter Alokasi Waktu
1. Pra Kegiatan
Mengucap Salam
Berdoa
Mengamati kehadiran siswa, kerapian, dan kelengkapan pakaian seragam siswa
Nilai Karakter (Religius & disiplin)

2. Kegiatan Awal
apersepsi dan pemberian motivasi belajar kepada siswa
menuliskan topik pembicaraan (indikator)
guru mengajak siswa untuk mengingat sekilas tentang bilangan cacah.
Nilai Karakter : Rasa ingin tahu
3. Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
Guru memberi contoh permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan negatif dan menuliskannya di papan tulis
Contoh :
” Pak Yanto meminjam uang di bank sebesar Rp5.000.000,00. Pinjam Rp.5.000.000,00, jika ditulis dengan bilangan negatif menjadi (-5.000.000)”
Siswa menyimak penjelaskan guru tentang permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan negatif.
Guru meminta salah seorang siswa memberi contoh lain.
Guru meminta siswa mendiskusikan soal-soal yang ada di buku siswa

Elaborasi
Semua siswa mencatat contoh permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan negatif dan mendiskusikan dengan teman sebangkunya.
Selanjutnya, siswa diminta menuliskan hasil diskusi soal-soal yang ada di buku siswa.
Siswa menyampaikan hasil diskusi tentang soal-soal yang ada di buku.

Konfirmasi

Siswa lain diberi kesempatan memberikan komentar ataupun menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

Rasa ingin tahu
Kreatif
Mandiri
Kerja sama

Kreatif
Mandiri
Cermat
Rasa ingin tahu
Demokratis
Kegiatan Akhir:
Siswa diberi pertanyaan jajakan kepada siswa secara acak.
Guru memberi kata-kata pujian kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan.
Guru memberi tugas kepada siswa.

VIII. ALAT DAN SUMBER BELAJAR:
Standar isi
Buku Bina Bahasa Indonesia 4b
Surat kabar dan majalah
IX. PENILAIAN
Pengamatan (proses pembelajaran)
Tugas
Unjuk kerja
____________________________________________________________________________
Catatan / saran:
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
____________________________________________________________________________

Mengetahui, Bontoala,
Kepala SDI Bontoala II Guru Kelas IV,

BURHANUDDIN,S.Pd. __Irawati, S.Pd.______
NIP. 19510803 198012 1 001

contoh pengumuman

PENGUMUMAN

Sehubungan dengan pelaksanaan Pelatihan Palang Merah Remaja yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : 20-25 Desember 2010
Tempat : Gedung Artha Graha lt.2
Maka bagi para peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut diharapkan untuk segera mendaftarkan diri pada Panitia Pendaftaran di Aula Abbulo Sibatang, Jl. Kemakmuran 3 No.1, Makassar, selambat-lambatnya 11 Desember 2010.

Ttd,
Panitia Pelaksana

ANNOUNCEMENT
Related to the Training for the Youngers of Healthy Aid that will be held on:
Day/date : 20 -25 December 2010
Place : Artha Graha Building, 2nd floor
Its announce to the members who want to join that activity to registry at the Committee of Registration in Abbulo Sibatang Hall, Jl. Kemakmuran 3 No.1, Makassar, at least 11st, December 2010.

The Committee

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.